alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Bekas Dermaga Kapal Selam Alugoro Kini Berubah Jadi Tempat Bongkar Ikan

KALIPURO, Radar Banyuwangi – Dermaga di sisi paling utara Pelabuhan Tanjung Wangi yang dulunya sebagai tempat uji coba Sea Acceptance Test (SAT) KRI Alugoro, kini berubah fungsi. Tempat tersebut bukan lagi sebagai dermaga kapal selam, tapi menjadi tempat bongkar muat kapal ikan.

Sebelumnya, PT PAL menilai dermaga Tanjung Wangi cukup strategis bagi alutsista kapal selam. Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Letkol Marinir Benyamin Ginting, perubahan fungsi tersebut terjadi setelah tenggelamnya KRI Nanggala-402 tahun 2021 lalu. Entah apa pertimbangannya, tiba-tiba wilayah tersebut dianggap tidak cocok untuk kapal selam.

Selanjutnya, pengelolaan dermaga yang sempat digunakan oleh PT PAL untuk menguji coba KRI Alugoro tersebut dikembalikan ke KSOP. Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, untuk memaksimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dermaga tersebut akhirnya dikembalikan ke fungsi komersial.

Baca Juga :  Hasil Kerajinan Tembus Pasar Mancanegara

Tidak ada lagi tanda-tanda larangan mendekati dermaga seperti sebelumnya. Termasuk pengetatan penjagaan yang dilakukan personel TNI AL di sekitar kawasan tersebut.

Beberapa kapal ikan sekarang bersandar untuk bongkar muatan barang. Ada juga kapal yang tengah melakukan pengisian BBM di atas dermaga tersebut. ”Siapa pun sekarang bisa memakai dermaga. Fungsinya bukan untuk dermaga militer. Proses bongkar muat atau bunkering (isi BBM kapal) bisa dilakukan di sini,” kata Ginting.

Branch Manager Pelindo Cabang Tanjung Wangi Pitria Kartikasari menambahkan, ke depannya dermaga yang memiliki panjang 51 meter x 15 meter itu akan terus dikembangkan. Rencananya akan ada perpanjangan dermaga hingga 130 meter dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. ”Saat ini dermaga tersebut menjadi aset KSOP. Kita bekerja sama untuk pemanfaatan barang milik negara,” imbuh Pitria.

Baca Juga :  Ruli Novianto; Striker Keceng itu Kelola Bengkel Motor

Jika dermaga tersebut bisa dikelola bersama, rencananya Pelindo III akan melakukan klasterisasi di pelabuhan. Nantinya, setiap dermaga akan memiliki fungsi masing-masing. Bisa untuk dermaga khusus bongkar BBM, kapal angkutan, bongkar semen curah, dan untuk kapal ikan. ”Kita juga ingin mengelola dermaga Pusri agar lebih maksimal. Saat ini, per tahun kita ditarget Rp 52 miliar. Jika dikembangkan, mungkin angkanya bisa bertambah,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah mengatakan, saat ini dermaga pengganti untuk kapal selam masih diobservasi. Ada kemungkinan nanti dermaga akan dipindah ke sekitar Situbondo atau Probolinggo. ”Karena fungsinya sudah berubah, kita dorong agar bisa dimaksimalkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Untuk posisi dermaga kapal selam terbaru masih dicari,” pungkas pria asal Wongsorejo itu. (fre/aif/c1)

KALIPURO, Radar Banyuwangi – Dermaga di sisi paling utara Pelabuhan Tanjung Wangi yang dulunya sebagai tempat uji coba Sea Acceptance Test (SAT) KRI Alugoro, kini berubah fungsi. Tempat tersebut bukan lagi sebagai dermaga kapal selam, tapi menjadi tempat bongkar muat kapal ikan.

Sebelumnya, PT PAL menilai dermaga Tanjung Wangi cukup strategis bagi alutsista kapal selam. Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Letkol Marinir Benyamin Ginting, perubahan fungsi tersebut terjadi setelah tenggelamnya KRI Nanggala-402 tahun 2021 lalu. Entah apa pertimbangannya, tiba-tiba wilayah tersebut dianggap tidak cocok untuk kapal selam.

Selanjutnya, pengelolaan dermaga yang sempat digunakan oleh PT PAL untuk menguji coba KRI Alugoro tersebut dikembalikan ke KSOP. Sesuai instruksi Menteri Perhubungan, untuk memaksimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dermaga tersebut akhirnya dikembalikan ke fungsi komersial.

Baca Juga :  Ruli Novianto; Striker Keceng itu Kelola Bengkel Motor

Tidak ada lagi tanda-tanda larangan mendekati dermaga seperti sebelumnya. Termasuk pengetatan penjagaan yang dilakukan personel TNI AL di sekitar kawasan tersebut.

Beberapa kapal ikan sekarang bersandar untuk bongkar muatan barang. Ada juga kapal yang tengah melakukan pengisian BBM di atas dermaga tersebut. ”Siapa pun sekarang bisa memakai dermaga. Fungsinya bukan untuk dermaga militer. Proses bongkar muat atau bunkering (isi BBM kapal) bisa dilakukan di sini,” kata Ginting.

Branch Manager Pelindo Cabang Tanjung Wangi Pitria Kartikasari menambahkan, ke depannya dermaga yang memiliki panjang 51 meter x 15 meter itu akan terus dikembangkan. Rencananya akan ada perpanjangan dermaga hingga 130 meter dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. ”Saat ini dermaga tersebut menjadi aset KSOP. Kita bekerja sama untuk pemanfaatan barang milik negara,” imbuh Pitria.

Baca Juga :  Merasakan Kemeriahan Muktamar Ke-34 NU di Bandar Lampung

Jika dermaga tersebut bisa dikelola bersama, rencananya Pelindo III akan melakukan klasterisasi di pelabuhan. Nantinya, setiap dermaga akan memiliki fungsi masing-masing. Bisa untuk dermaga khusus bongkar BBM, kapal angkutan, bongkar semen curah, dan untuk kapal ikan. ”Kita juga ingin mengelola dermaga Pusri agar lebih maksimal. Saat ini, per tahun kita ditarget Rp 52 miliar. Jika dikembangkan, mungkin angkanya bisa bertambah,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sumail Abdullah mengatakan, saat ini dermaga pengganti untuk kapal selam masih diobservasi. Ada kemungkinan nanti dermaga akan dipindah ke sekitar Situbondo atau Probolinggo. ”Karena fungsinya sudah berubah, kita dorong agar bisa dimaksimalkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat. Untuk posisi dermaga kapal selam terbaru masih dicari,” pungkas pria asal Wongsorejo itu. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/