alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Masjid Termegah dengan Arsitektur Timur Tengah

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masjid Al-Ma’ruf merupakan salah satu ikon dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Meski belum resmi dibuka, masjid megah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro ini sudah digunakan untuk aktivitas beribadah oleh masyarakat sekitar.

Masjid Al-Ma’ruf dibangun pada tahun 2018 oleh H Haris Yudi Helmi dengan mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 787,51 meter persegi. Total luas bangunan 679,76 meter persegi dengan kapasitas 450 jamaah dalam kondisi jaga jarak dan dapat mencapai 900 jamaah jika kondisi normal. 

Ketua Takmir Masjid Al-Ma’ruf Saharuddin Koto mengatakan, pendirian masjid atas inisiatif dari H Haris Yudi Helmi. Sejarahnya berawal dari Haris yang mempunyai nazar bahwa tanah pertama yang dibeli di Banyuwangi akan diwakafkan untuk pendirian masjid sebagai bentuk terima kasihnya atas kesuksesan meniti karir di Banyuwangi. ”Ini persembahan beliau, diwujudkan dalam pembangunan masjid yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Saharuddin, bangunan masjid dibuat megah tak lepas untuk mendukung program pariwisata dengan konsep pariwisata religius. Pengerjaan proyek pembangunan masjid dinakhodai oleh perusahaan H Haris Yudi Helmi sendiri yang bergerak di bidang kontraktor. ”Arsitektur dan model bangunan memang untuk mengakomodasi program pemkab dalam upaya memajukan pariwisata,” terang Saharruddin.

Pihaknya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah. Mulai dari pintu masuk, dilakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer, pembagian masker secara gratis, dan terdapat pula tempat penitipan barang tanpa dipungut biaya, serta menyediakan makanan tiga kali dalam sehari.

Saharuddin berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas masjid yang tersedia. Ke depannya akan digagas program-program tausiah dan hafiz Quran. ”Harapannya masjid ini menjadi ikon masjid yang ramah dan memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Seluruh biaya pembangunan masjid menggunakan dana CSR perusahaan,” jelasnya.

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masjid Al-Ma’ruf merupakan salah satu ikon dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Meski belum resmi dibuka, masjid megah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro ini sudah digunakan untuk aktivitas beribadah oleh masyarakat sekitar.

Masjid Al-Ma’ruf dibangun pada tahun 2018 oleh H Haris Yudi Helmi dengan mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 787,51 meter persegi. Total luas bangunan 679,76 meter persegi dengan kapasitas 450 jamaah dalam kondisi jaga jarak dan dapat mencapai 900 jamaah jika kondisi normal. 

Ketua Takmir Masjid Al-Ma’ruf Saharuddin Koto mengatakan, pendirian masjid atas inisiatif dari H Haris Yudi Helmi. Sejarahnya berawal dari Haris yang mempunyai nazar bahwa tanah pertama yang dibeli di Banyuwangi akan diwakafkan untuk pendirian masjid sebagai bentuk terima kasihnya atas kesuksesan meniti karir di Banyuwangi. ”Ini persembahan beliau, diwujudkan dalam pembangunan masjid yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Saharuddin, bangunan masjid dibuat megah tak lepas untuk mendukung program pariwisata dengan konsep pariwisata religius. Pengerjaan proyek pembangunan masjid dinakhodai oleh perusahaan H Haris Yudi Helmi sendiri yang bergerak di bidang kontraktor. ”Arsitektur dan model bangunan memang untuk mengakomodasi program pemkab dalam upaya memajukan pariwisata,” terang Saharruddin.

Pihaknya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada jamaah. Mulai dari pintu masuk, dilakukan pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer, pembagian masker secara gratis, dan terdapat pula tempat penitipan barang tanpa dipungut biaya, serta menyediakan makanan tiga kali dalam sehari.

Saharuddin berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas masjid yang tersedia. Ke depannya akan digagas program-program tausiah dan hafiz Quran. ”Harapannya masjid ini menjadi ikon masjid yang ramah dan memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Seluruh biaya pembangunan masjid menggunakan dana CSR perusahaan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/