Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features
Cerita Korban Laka Tol Pasuruan–Probolinggo

Ulfa Sempat Pasang Story ”Bismillah OTW Pulang ke Banyuwangi”

11 Januari 2022, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ulfa Sempat Pasang Story ”Bismillah OTW Pulang ke Banyuwangi”

PERGI UNTUK SELAMANYA: Siti Ulfa (kanan) didampingi suami dan anaknya memasang story WhatsApp saat perjalanan pulang dari Bandung menuju Banyuwangi. (Repro: Dedy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

ROGOJAMPI - Kecelakaan bus yang mengangkut rombongan karyawan notaris Vini Hukama Rogojampi di jalan tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut pukul 02.30, Minggu (9/1).

Kecelakaan bus melawan truk di KM di KM 816 +200  tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Anwar Rofik, salah seorang karyawan notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Vini Hukama.

Betapa tidak, warga Rogojampi ini masih syok dengan peristiwa yang baru saja dialaminya. ”Sampai sekarang saya masih tidak percaya,” ucap Anwar Rofik ditemui di rumahnya kemarin (10/1).

Baca juga: Mudal Dikenal Kalangan Pelajar dan Anak-Anak

Menurut Rofik, acara family gathering bersama keluarga tersebut memang rutin dilakukan setiap dua tahun sekali. Rofik berangkat bersama rombongan dari Banyuwangi pada Rabu (5/1) pukul 11.00. Rombongan satu bus berjumlah 51 orang.

Lazimnya pemandu tur dan travel, Rofik memimpin pembacaan doa agar selama perjalanan diberikan keselamatan. ”Sejak berangkat sampai perjalanan mau pulang saya yang memandu baca doa,” ujar pria yang juga pengurus MWCNU Rogojampi ini.

Selama berangkat hingga pulang, Rofik tidak pernah memiliki firasat apa pun. Perjalanan dari Banyuwangi hingga Bandung sesuai rencana. ”Begitu tiba di Bandung, kami makan siang, terus salat Duhur,” kata Rofik.

Setelah keliling kota Bandung, Sabtu (9/1) pukul 13.00, rombongan pulang ke Banyuwangi. Tidak jauh berbeda saat berangkat, lagi-lagi Rofik didapuk untuk memimpin doa. Diungkapkan Rofik, salah seorang korban yang meninggal, Siti Ulfa, sempat memasang foto selfie bersama suami dan putranya di dalam bus dengan caption, ”Bismillah OTW Pulang ke Banyuwangi”.

Sabtu malam (9/1), rombongan yang diangkut bus pariwisata bernopol DK 7917 FC yang dikemudikan Trias Bayu Laksono, 36, berhenti sejenak untuk melaksanakan salat Isya berjamaah di Jawa Tengah. ”Saya nggak ingat masjid apa. Pokoknya begitu tiba di Jawa Tengah, seluruh rombongan turun, termasuk Mbak Siti Ulfa bersama suami juga turun untuk salat Isya berjamaah,” kenang Rofik.

Setelah salat Isya, dia mengira sopir bus sudah digantikan sopir cadangan. Perjalanan dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur via tol cukup jauh sehingga butuh sopir pengganti. Namun, bus berangkat dengan sopir tetap Trias Bayu Laksono.

Merasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang, seluruh penumpang termasuk Rofik bersama istri dan anaknya juga tertidur. ”Kebetulan saya duduk kursi barisan belakang,” katanya.

Begitu memasuki tol Paspro, semua penumpang yang tengah terlelap tiba-tiba dikejutkan dengan bunyi yang sangat keras. Ternyata bagian kiri bus menabrak bak truk yang mengangkut muatan berat. Bus pun berhenti dengan kondisi rusak parah di bagian depan.

Seluruh penumpang langsung histeris. Karena kondisi masih gelap –hanya ada sinar lampu—  tidak ada penumpang yang mengira ada korban akibat kecelakaan tersebut. Setelah turun dari bus, ternyata ada salah satu penumpang yang meninggal dunia dan luka-luka. ”Korban yang terluka rata-rata duduk di sebelah kiri. Mereka terluka karena bus tersebut menghantam bagian belakang kanan truk,” tutur Rofik.

Dia bersama rombongan mencoba menenangkan keluarga korban yang meninggal dunia. Rofik dan teman-temannya juga mendata korban selamat. Seluruh barang bawaan dievakuasi di pintu gerbang tol. Sementara korban luka dan meninggal dunia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Korban selamat semuanya masih bertahan di lokasi kejadian sembari menunggu proses evakuasi. Kebetulan juga salah satu karyawan lain memiliki relasi angkutan dan mencoba menghubungi bus AKAS di Probolinggo. Selama menunggu, korban selamat hanya bisa terdiam. Suasana mendadak mencekam.

Selepas salat Subuh, ada kiriman air mineral dan roti dari kantor notaris dan PPAT tempatnya bekerja. Baru pukul 06.00, bus AKAS yang dihubungi datang untuk melakukan evakuasi korban selamat. ”Kami langsung melanjutkan perjalanan pulang ke Banyuwangi setelah mengambil semua barang bawaan di gerbang pintu tol Probolinggo,” kata Rofik.

Hingga Senin siang (10/1), Rofik mengaku masih trauma dengan peristiwa yang dialaminya tersebut. ”Kami semua bersama rombongan hanya bisa berusaha dan berdoa. Selebihnya pasrah dengan takdir Allah SWT,” ujarnya.

Kecelakaan maut yang merenggut dua nyawa cepat tersiar. Kerabat dan teman dekat Siti Ulfa seolah tak percaya dengan kepergian perempuan berkedurung tersebut. ”Saya masih sempat lihat story WhatsApp korban bersama suami dan putranya selama perjalanan pulang menuju Banyuwangi,” ujar Alex Ahda, salah seorang sahabat korban.

Alex sempat menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada rekan-rekan almarhumah yang bekerja di notaris  Vini Hukama. Ternyata peristiwa kecelakaan di tol Paspro benar adanya.

”Kebetulan saya memantau terus sampai jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. Saya ikut menjemput mobil ambulans ke Rogojampi sampai ke rumah duka. Saya sangat kehilangan, almarhumah adalah sosok perempuan yang ramah dan aktivitas Fatayat NU Blimbingsari yang gigih,” kata Alex.

Perjalanan pulang rombongan wisata karyawan notaris Vini Hukama berujung maut. Minggu dini hari (9/1). Bus yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami kecelakaan di jalan tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) KM 816 +200. Rombongan baru saja mengikuti family gathering di Bandung. 

Akibat kecelakaan itu, dua penumpang meninggal dunia. Korban tewas adalah Ismail Ghofi, 56, dan Siti Ulfa, 34, yang sama-sama asal Blimbingsari. Kecelakaan yang diduga akibat sopir bus mengantuk itu mengakibatkan sembilan penumpang mengalami luka-luka hingga patah tulang kaki. Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.30, masuk Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. 

(bw/ddy/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia