alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Mengikuti Simulasi Pengamanan Objek Vital Kabel Listrik Bawah Laut

KALIPURO – Simulasi pengamanan cable head 150.000 volt Jawa-Bali kembali digelar setelah sempat absen selama pandemi Covid-19. Tim gabungan dari TNI AL, Satpolair, Basarnas, KSOP, dan Pelindo bersama-sama menunjukan kesigapan untuk mengamankan jalur suplai listrik Pulau Dewata itu.

Kapal motor penumpang (KMP) Trisila Bhakti akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk kemarin pagi. Tak ada yang aneh dari kapal besar bercat biru itu. Kapal berjalan tenang sesuai dengan alurnya mendekati Gilimanuk.

Tiba-tiba manuver kapal berubah. Arus laut mengakibatkan kapal terus berjalan ke arah selatan, mendekati jalur tempat kabel besar bawah laut berkekuatan 150.000 volt. Tepat di atas jalur kabel, KMP Trisila Bhakti berhenti.

Rupanya kapal itu mengalami kerusakan mesin. Jangkar kapal yang ditambatkan ternyata tersangkut jaringan kabel listrik yang tertanam di bawah laut. Menara pengawas PLN langsung mengabarkan situasi tersebut ke Lanal Banyuwangi.

Lanal Banyuwangi langsung mengerahkan KAL Rajegwesi untuk memberikan peringatan kepada nakhoda KMP Trisila Bhakti. Dari pengeras suara, Komandan KAL Rajegwesi memberitahukan jika posisi KMP Trisila Bhakti berada di jalur berbahaya.

Kondisi ini langsung disikapi oleh Satpolair. Kapal patroli Satpolair dengan nomor X1033 juga turun untuk mengarahkan KMP Trisila Bhakti agar menjauhi zona cable head. Karena jangkar terus tertambat, sejumlah sekoci diterjunkan untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap objek vital tersebut.

Beberapa anggota TNI AL naik ke atas kapal dengan membawa sebuah gergaji mesin. Mereka kemudian memotong rantai jangkar besi yang tersangkut jaringan kabel. Selain penyelamatan jaringan listrik, ada langkah evakuasi yang juga dilakukan kapal-kapal milik TNI AL dan Satpol Air.

Mereka menyelamatkan korban yang terluka akibat kebakaran yang muncul di tengah dek kapal. Kapal RIB milik Basarnas membawa korban terluka dari atas kapal lalu memindahkan ke ambulans yang sudah standby di pinggir sisi pantai Bulusan.

Tak ketinggalan tugboat Joyoboyo I milik Pelindo datang untuk memadamkan api yang membara di atas kapal. ”Simulasi ini kita gelar untuk menyiapkan langkah antisipasi. Ketika ada kejadian muncul, kita langsung sigap,” ujar Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Anshori.

Latihan kesigapan tersebut, menurut Anshori, cukup diperlukan untuk mengantisipasi kejadian berupa gangguan kabel bawah laut. Apalagi, selama pandemi simulasi tersebut nyaris tak lagi digelar. Dibutuhkan koordinasi kembali agar semua personel lebih cekatan. ”Kita tidak bisa simpulkan berapa menit respons yang bisa kita lakukan, tapi kita harap dengan simulasi semuanya bisa lebih cepat,” tegas mantan Komandan KRI Nanggala itu.

General Manager Unit Induk Tranmisi PLN Jawa Timur dan Bali Didik Fauzi Dakhlan menambahkan, simulasi basah ini menjadi yang pertama digelar selama pandemi. Sebelumnya PT PLN rutin menggelar kegiatan simulasi bersama stakeholder lainnya untuk mengantisipasi kejadian yang bisa mengancam keberadaan cable head. ”Kenapa ini harus dijalankan? Bali cukup mengandalkan pasokan dari kita. Meski memiliki pembangkit sendiri, tapi tiga perempatnya bisa mereka ambil dari kita,” jelasnya.

Ke depannya, imbuh Didik, latihan semacam ini akan kembali digelar. Apalagi melihat posisi Indonesia menjadi presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 sampai November 2022. PLN juga harus bisa memastikan keamanan suplai listrik, salah satunya untuk memastikan koneksi listrik di Bali cukup aman. Nantinya, Bali akan lebih intens menjadi jujugan delegasi dari negara asing. ”Ada empat kabel yang ada di sini dengan tegangan masing-masing kabel sampai 150 kv,” jelasnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengaku akan rutin berkoordinasi dengan Danlanal untuk memastikan pengamanan cable head berjalan dengan baik. Sewaktu-waktu terjadi insiden mendadak, semua bisa siap seperti jalanya simulasi. ”Pengamanan penting, jangan sampai terjadi hal yang akhirnya merugikan kita semua. Apalagi jaringan ini sangat penting untuk Bali,” tegas Nasrun. 

KALIPURO – Simulasi pengamanan cable head 150.000 volt Jawa-Bali kembali digelar setelah sempat absen selama pandemi Covid-19. Tim gabungan dari TNI AL, Satpolair, Basarnas, KSOP, dan Pelindo bersama-sama menunjukan kesigapan untuk mengamankan jalur suplai listrik Pulau Dewata itu.

Kapal motor penumpang (KMP) Trisila Bhakti akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk kemarin pagi. Tak ada yang aneh dari kapal besar bercat biru itu. Kapal berjalan tenang sesuai dengan alurnya mendekati Gilimanuk.

Tiba-tiba manuver kapal berubah. Arus laut mengakibatkan kapal terus berjalan ke arah selatan, mendekati jalur tempat kabel besar bawah laut berkekuatan 150.000 volt. Tepat di atas jalur kabel, KMP Trisila Bhakti berhenti.

Rupanya kapal itu mengalami kerusakan mesin. Jangkar kapal yang ditambatkan ternyata tersangkut jaringan kabel listrik yang tertanam di bawah laut. Menara pengawas PLN langsung mengabarkan situasi tersebut ke Lanal Banyuwangi.

Lanal Banyuwangi langsung mengerahkan KAL Rajegwesi untuk memberikan peringatan kepada nakhoda KMP Trisila Bhakti. Dari pengeras suara, Komandan KAL Rajegwesi memberitahukan jika posisi KMP Trisila Bhakti berada di jalur berbahaya.

Kondisi ini langsung disikapi oleh Satpolair. Kapal patroli Satpolair dengan nomor X1033 juga turun untuk mengarahkan KMP Trisila Bhakti agar menjauhi zona cable head. Karena jangkar terus tertambat, sejumlah sekoci diterjunkan untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap objek vital tersebut.

Beberapa anggota TNI AL naik ke atas kapal dengan membawa sebuah gergaji mesin. Mereka kemudian memotong rantai jangkar besi yang tersangkut jaringan kabel. Selain penyelamatan jaringan listrik, ada langkah evakuasi yang juga dilakukan kapal-kapal milik TNI AL dan Satpol Air.

Mereka menyelamatkan korban yang terluka akibat kebakaran yang muncul di tengah dek kapal. Kapal RIB milik Basarnas membawa korban terluka dari atas kapal lalu memindahkan ke ambulans yang sudah standby di pinggir sisi pantai Bulusan.

Tak ketinggalan tugboat Joyoboyo I milik Pelindo datang untuk memadamkan api yang membara di atas kapal. ”Simulasi ini kita gelar untuk menyiapkan langkah antisipasi. Ketika ada kejadian muncul, kita langsung sigap,” ujar Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Anshori.

Latihan kesigapan tersebut, menurut Anshori, cukup diperlukan untuk mengantisipasi kejadian berupa gangguan kabel bawah laut. Apalagi, selama pandemi simulasi tersebut nyaris tak lagi digelar. Dibutuhkan koordinasi kembali agar semua personel lebih cekatan. ”Kita tidak bisa simpulkan berapa menit respons yang bisa kita lakukan, tapi kita harap dengan simulasi semuanya bisa lebih cepat,” tegas mantan Komandan KRI Nanggala itu.

General Manager Unit Induk Tranmisi PLN Jawa Timur dan Bali Didik Fauzi Dakhlan menambahkan, simulasi basah ini menjadi yang pertama digelar selama pandemi. Sebelumnya PT PLN rutin menggelar kegiatan simulasi bersama stakeholder lainnya untuk mengantisipasi kejadian yang bisa mengancam keberadaan cable head. ”Kenapa ini harus dijalankan? Bali cukup mengandalkan pasokan dari kita. Meski memiliki pembangkit sendiri, tapi tiga perempatnya bisa mereka ambil dari kita,” jelasnya.

Ke depannya, imbuh Didik, latihan semacam ini akan kembali digelar. Apalagi melihat posisi Indonesia menjadi presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 sampai November 2022. PLN juga harus bisa memastikan keamanan suplai listrik, salah satunya untuk memastikan koneksi listrik di Bali cukup aman. Nantinya, Bali akan lebih intens menjadi jujugan delegasi dari negara asing. ”Ada empat kabel yang ada di sini dengan tegangan masing-masing kabel sampai 150 kv,” jelasnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengaku akan rutin berkoordinasi dengan Danlanal untuk memastikan pengamanan cable head berjalan dengan baik. Sewaktu-waktu terjadi insiden mendadak, semua bisa siap seperti jalanya simulasi. ”Pengamanan penting, jangan sampai terjadi hal yang akhirnya merugikan kita semua. Apalagi jaringan ini sangat penting untuk Bali,” tegas Nasrun. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/