alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Sabet Juara Jatim, Haji Kamil Menolak Burungnya Dibeli Rp 1,5 Miliar

RADAR SITUBONDO – H. Kamil Ali Makki menolak meski burung perkutut miliknya ditawar hingga miliaran rupiah. Maklum, perkutut warga Pamekasan, Madura itu sudah seringkali menjuarai lomba. Termasuk Minggu (7/8) lalu, saat mengikuti even Liga Perkutut se-Jawa Timur di lapangan Pabrik Gula Dee Mass, Besuki.

Keunikan dan kelincahan burung perkutut milik Kamil menjadi salah satu daya pikat bagi para pecinta suara perkutut. Usman, salah satu peserta lomba perkutut mengatakan, burung yang dibawa dari Madura itu mampu tampil dengan sempurna. Sehingga, wajar jika mendapatkan posisi di juara satu.

“Mulai suara depan, tengah dan ujung, semua terdengar melantun panjang. Penampilan burungnya sangat tenang dan santai. berdasarkan penilaian juri, nilai yang didapatkan sempurna,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Senin (8/8).

Baca Juga :  Segar dan Kaya Manfaat, Dulu Kerap Disalahgunakan Karena Dianggap Bertuah

Menurut Usman, perkutut milik Kamil tidak hanya kali ini saja berhasil meraih medali juara satu dalam ajang liga Perkutut Jawa Timur tersebut. Sebelumnya, sudah sering berhasil meraih kejuaraan di sejumlah Kabupaten/kota lainnya. “Karena sering ikut dalam lomba, maka itu menambah harga burung semakin tinggi,” jelasnya.

Pemilik perkutut, Kamil Ali Makki menjelaskan, perkutut miliknya yang sudah sering meraih juara menjadi banyak incaran orang agar bisa dimiliki. Sehingga wajar jika tawaran harga yang disampaikan pada dirinya rata-rata sangat fantastis. “Tawaran harga miliaran rupiah yang disampaikan kepada saya itu sudah biasa. Karena bukan hanya satu atau dua orang saja yang menawar dengan harga sebesar itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kerap Dilirik Klub Lain, Jarang Dipakai Daerah Sendiri

Kamil mengatakan, burung perkutut miliknya telah berhasil meraih penghargaan di sejumlah tempat Kabupaten/Kota. Berkat banyak kemenangan yang diraih itulah, kata Kamil, kemudian membuat burung peliharaannya enggan untuk dijual. “Kalau tawaran masih Rp 1,5 miliar saya rasa masih kurang,” ungkapnya.

Kamil menjelaskan, pertama kali burung perkutut tersebut dibeli seharga Rp. 500 juta. Usianya kala itu. di bawah satu tahun. Sedangkan saat ini, usia perkutut miliknya sudah di atas 1,5 tahun. “Tapi untuk saat ini memang masih tidak ada niatan untuk menjualnya,” pungkasnya. (wan/pri)

RADAR SITUBONDO – H. Kamil Ali Makki menolak meski burung perkutut miliknya ditawar hingga miliaran rupiah. Maklum, perkutut warga Pamekasan, Madura itu sudah seringkali menjuarai lomba. Termasuk Minggu (7/8) lalu, saat mengikuti even Liga Perkutut se-Jawa Timur di lapangan Pabrik Gula Dee Mass, Besuki.

Keunikan dan kelincahan burung perkutut milik Kamil menjadi salah satu daya pikat bagi para pecinta suara perkutut. Usman, salah satu peserta lomba perkutut mengatakan, burung yang dibawa dari Madura itu mampu tampil dengan sempurna. Sehingga, wajar jika mendapatkan posisi di juara satu.

“Mulai suara depan, tengah dan ujung, semua terdengar melantun panjang. Penampilan burungnya sangat tenang dan santai. berdasarkan penilaian juri, nilai yang didapatkan sempurna,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Senin (8/8).

Baca Juga :  Gedung Satpas SIM dengan Desain Baku Nuansa Lokal

Menurut Usman, perkutut milik Kamil tidak hanya kali ini saja berhasil meraih medali juara satu dalam ajang liga Perkutut Jawa Timur tersebut. Sebelumnya, sudah sering berhasil meraih kejuaraan di sejumlah Kabupaten/kota lainnya. “Karena sering ikut dalam lomba, maka itu menambah harga burung semakin tinggi,” jelasnya.

Pemilik perkutut, Kamil Ali Makki menjelaskan, perkutut miliknya yang sudah sering meraih juara menjadi banyak incaran orang agar bisa dimiliki. Sehingga wajar jika tawaran harga yang disampaikan pada dirinya rata-rata sangat fantastis. “Tawaran harga miliaran rupiah yang disampaikan kepada saya itu sudah biasa. Karena bukan hanya satu atau dua orang saja yang menawar dengan harga sebesar itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Mobil Mogok Cari Derek, Sopir Terdekat Jemput Kiai

Kamil mengatakan, burung perkutut miliknya telah berhasil meraih penghargaan di sejumlah tempat Kabupaten/Kota. Berkat banyak kemenangan yang diraih itulah, kata Kamil, kemudian membuat burung peliharaannya enggan untuk dijual. “Kalau tawaran masih Rp 1,5 miliar saya rasa masih kurang,” ungkapnya.

Kamil menjelaskan, pertama kali burung perkutut tersebut dibeli seharga Rp. 500 juta. Usianya kala itu. di bawah satu tahun. Sedangkan saat ini, usia perkutut miliknya sudah di atas 1,5 tahun. “Tapi untuk saat ini memang masih tidak ada niatan untuk menjualnya,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/