alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, September 25, 2022

Diundang ke Malaysia, Persip Pesanggaran Runner Up Asean Cup U-16

RADAR BANYUWANGI – Kiprah tim Persip Pesanggaran di laga persahabatan Asean Cup U-16 ICFL (Inter Club Football League) yang berlangsung di Selangor, Malaysia cukup memuaskan. Anak-anak Pesanggaran berhasil menjadi juara dua setelah meraih dua kemenangan dan satu kekalahan melawan tim Malaysia.

Persip membuka rentetan pertandingan dengan kemenangan tipis melawan DK United 1-0. Pada laga kedua, Persip kembali menang tipis dengan skor 2-1 melawan APD United Thailand. Mereka baru gagal di pertandingan ketiga saat melawan tuan rumah AMD (Akademi Mohtar Dahari) Malaysia dengan skor 0-2. ”Ini hasil yang cukup baik, apalagi kita melawan tim dari Malaysia,” kata Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo.

Dia menambahkan, keikutsertaan Persip di Asean Cup U-16 ICFL menjadi pengalaman baru dan luar biasa bagi para pesepak bola muda Banyuwangi. Mereka bisa menjajal kekuatan tim-tim luar Indonesia. Selain itu, para pemain juga bisa melihat bagaimana strategi yang diterapkan klub-klub sepak bola modern. ”Kami dari Askab banyak menimba ilmu. Bagaimana cara mereka mengelola sepak bola di Malaysia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dorong Kemajuan Sepak Bola Nasional, BRI Kembali Jadi Sponsor Utama BRI Liga 1

Kekalahan Persip melawan AMD, menurut Agung, adalah momen tim Banyuwangi untuk belajar. AMD adalah akademi klub sepak bola terbaik di Negeri Jiran dengan jenjang pembinaan sejak dini hingga usia 17 tahun. Yang menarik, mayoritas pemain dari tim nasional Malaysia adalah jebolan dari akademi AMD. ”Rekrutmen di AMD sangat ketat. Kami merasa bersyukur mendapat kesempatan menjajal permainan dengan calon pemain-pemain terbaik Malaysia,” tandasnya.

Kamis lalu (4/8), sebanyak 17 pemain sepak bola dari klub Persip Pesanggaran bertolak ke Selangor, Malaysia. Mereka  mengikuti mini kompetisi yang digelar Inter Club Football League (ICFL) Malaysia. Selama di Negeri Jiran, para pemain Persip akan melakoni laga persahabatan berjudul ”Asean Cup U-16 ICFL” melawan beberapa tim. Seperti AMD Malaysia, DK United FC Malaysia, dan APD United Thailand.

Baca Juga :  Warga Bimorejo Manfaatkan Aliran Waduk Bajulmati Jadi Ladang Kangkung

Pertandingan berlangsung di Mini Stadium Shah Alam, Selangor, Malaysia. Setelah bertolak dari Banyuwangi, tim Persip terbang ke Malaysia dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Tim asal Malaysia tersebut terus memantau aktivitas Persip Pesanggaran. Mereka tertarik melawan tim yang dipoles langsung beberapa pemain sepak bola profesional Banyuwangi seperti Nanda Pradana dan Dadang Apridiyanto itu.

Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan mengatakan, secara teknis Persip bisa dibilang mewakili klub asal Indonesia yang berlaga di laga tersebut. Selama ini, pembinaan yang dilakukan Persip berjalan konsisten dan sangat baik. Wajar jika banyak tim yang ingin menjajal skill pemain muda Banyuwangi. (fre/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Kiprah tim Persip Pesanggaran di laga persahabatan Asean Cup U-16 ICFL (Inter Club Football League) yang berlangsung di Selangor, Malaysia cukup memuaskan. Anak-anak Pesanggaran berhasil menjadi juara dua setelah meraih dua kemenangan dan satu kekalahan melawan tim Malaysia.

Persip membuka rentetan pertandingan dengan kemenangan tipis melawan DK United 1-0. Pada laga kedua, Persip kembali menang tipis dengan skor 2-1 melawan APD United Thailand. Mereka baru gagal di pertandingan ketiga saat melawan tuan rumah AMD (Akademi Mohtar Dahari) Malaysia dengan skor 0-2. ”Ini hasil yang cukup baik, apalagi kita melawan tim dari Malaysia,” kata Ketua Askab PSSI Banyuwangi Agung Setyo Wibowo.

Dia menambahkan, keikutsertaan Persip di Asean Cup U-16 ICFL menjadi pengalaman baru dan luar biasa bagi para pesepak bola muda Banyuwangi. Mereka bisa menjajal kekuatan tim-tim luar Indonesia. Selain itu, para pemain juga bisa melihat bagaimana strategi yang diterapkan klub-klub sepak bola modern. ”Kami dari Askab banyak menimba ilmu. Bagaimana cara mereka mengelola sepak bola di Malaysia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sapu Bersih Semua Poin, Banyuwangi Melenggang ke Delapan Besar

Kekalahan Persip melawan AMD, menurut Agung, adalah momen tim Banyuwangi untuk belajar. AMD adalah akademi klub sepak bola terbaik di Negeri Jiran dengan jenjang pembinaan sejak dini hingga usia 17 tahun. Yang menarik, mayoritas pemain dari tim nasional Malaysia adalah jebolan dari akademi AMD. ”Rekrutmen di AMD sangat ketat. Kami merasa bersyukur mendapat kesempatan menjajal permainan dengan calon pemain-pemain terbaik Malaysia,” tandasnya.

Kamis lalu (4/8), sebanyak 17 pemain sepak bola dari klub Persip Pesanggaran bertolak ke Selangor, Malaysia. Mereka  mengikuti mini kompetisi yang digelar Inter Club Football League (ICFL) Malaysia. Selama di Negeri Jiran, para pemain Persip akan melakoni laga persahabatan berjudul ”Asean Cup U-16 ICFL” melawan beberapa tim. Seperti AMD Malaysia, DK United FC Malaysia, dan APD United Thailand.

Baca Juga :  Kalahkan Jember, Banyuwangi Bidik 4 Besar

Pertandingan berlangsung di Mini Stadium Shah Alam, Selangor, Malaysia. Setelah bertolak dari Banyuwangi, tim Persip terbang ke Malaysia dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Tim asal Malaysia tersebut terus memantau aktivitas Persip Pesanggaran. Mereka tertarik melawan tim yang dipoles langsung beberapa pemain sepak bola profesional Banyuwangi seperti Nanda Pradana dan Dadang Apridiyanto itu.

Sekretaris Askab PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan mengatakan, secara teknis Persip bisa dibilang mewakili klub asal Indonesia yang berlaga di laga tersebut. Selama ini, pembinaan yang dilakukan Persip berjalan konsisten dan sangat baik. Wajar jika banyak tim yang ingin menjajal skill pemain muda Banyuwangi. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/