alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Mereka yang Pernah Dilaporkan Polisi Diduga Melanggar UU ITE

Pasca diamankan, pelaku yang diduga melanggar undang-undang ITE dikembalikan ke rumahnya masing-masing. Meskipun begitu, tidak semua warga bisa menerima. Sebagian dari mereka ada yang masih menyimpan sakit hati.

IZZUL MUTTAQIN, Kapongan

Harli Wafa, pemuda asal Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan yang sempat diamankan oleh Polres Situbondo atas dugaan penghinaan ulama, kini telah kembali bersosial dengan masyarakat setempat. Dia mengaku ke depan harus lebih berhati-hati agar kejadian serupa tak terulang.

“Kejadian kemarin saya jadikan pelajaran. Untuk ke depannya saya akan lebih berhati-hati lagi. waktu orang tua saya tau bahwa saya diamankan, mereka tidak percaya. Karena selama ini saya memang tidak nyeleneh.  Tidak pernah sekalipun bermasalah dengan hukum” jelasnya.

Kepada koran ini, Harli menyampaikan, postingannya yang sempat membuat geram warga itu sebenarnya untuk tujuan baik. “Saya tidak pernah mengira bahwa saya akan diamankan petugas atas postingan itu. Karena menurut penilaian saya, isi postingan adalah nasehat dan ajakan. Meskipun ada kata-kata ulamanya. Tapi tidak spesifik pada ulama tertentu. Karena itu dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana, ” jelanya.

Sementara itu, Harli menambahkan, setelah kejadian tersebut, banyak pro dan kontra di masyarakat. Sebagian mendukung dirinya, sebagian yang lain masih belum bisa memaafkan secara penuh.

“Tapi sebagian besar warga dan kawan-kawan mendukung saya. Bahkan, sudah menjadi tradisi di desa ini, kalau terjadi sesuatu pada salah satu warga, tetangga datang menyambangi. Dan kebanyakan dari mereka memberi masukan kepada saya. Intinya saya disuruh lebih berhati-hari dan bijak dalam bermedia sosial,” ucapnya.

Berbeda halnya dengan Subaidi, warga Desa/Kecamatan Panji. Menurut Pria yang sempat diamankan karena kasus yang tidak jauh berbeda, dirinya tidak mengalami kesulitan saat hendak bersosialisasi dengan masyarakat.

 “Semuanya terasa biasa-biasa saja. Aman terkendali. Karena saya memang bukan pembuat video. Saya hanya menyebarkannya saja. Itu pun setelah oleh pembuatnya disebarkan di group. Saya sudah meminta maaf. Meskipun bukan di hadapan warga, tapi setidaknya di depan pihak terkait” jelasnya.

Akan tetapi, sebagaimana Harli, dirinya akan terus melakukan instropeksi diri. “Selanjutnya mungkin saya tidak akan share sesuatu yang tidak penting. Bahkan, meskipun penting, akan saya cermati terlebih dahulu isinya,” tuturnya. (pri)

Pasca diamankan, pelaku yang diduga melanggar undang-undang ITE dikembalikan ke rumahnya masing-masing. Meskipun begitu, tidak semua warga bisa menerima. Sebagian dari mereka ada yang masih menyimpan sakit hati.

IZZUL MUTTAQIN, Kapongan

Harli Wafa, pemuda asal Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan yang sempat diamankan oleh Polres Situbondo atas dugaan penghinaan ulama, kini telah kembali bersosial dengan masyarakat setempat. Dia mengaku ke depan harus lebih berhati-hati agar kejadian serupa tak terulang.

“Kejadian kemarin saya jadikan pelajaran. Untuk ke depannya saya akan lebih berhati-hati lagi. waktu orang tua saya tau bahwa saya diamankan, mereka tidak percaya. Karena selama ini saya memang tidak nyeleneh.  Tidak pernah sekalipun bermasalah dengan hukum” jelasnya.

Kepada koran ini, Harli menyampaikan, postingannya yang sempat membuat geram warga itu sebenarnya untuk tujuan baik. “Saya tidak pernah mengira bahwa saya akan diamankan petugas atas postingan itu. Karena menurut penilaian saya, isi postingan adalah nasehat dan ajakan. Meskipun ada kata-kata ulamanya. Tapi tidak spesifik pada ulama tertentu. Karena itu dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana, ” jelanya.

Sementara itu, Harli menambahkan, setelah kejadian tersebut, banyak pro dan kontra di masyarakat. Sebagian mendukung dirinya, sebagian yang lain masih belum bisa memaafkan secara penuh.

“Tapi sebagian besar warga dan kawan-kawan mendukung saya. Bahkan, sudah menjadi tradisi di desa ini, kalau terjadi sesuatu pada salah satu warga, tetangga datang menyambangi. Dan kebanyakan dari mereka memberi masukan kepada saya. Intinya saya disuruh lebih berhati-hari dan bijak dalam bermedia sosial,” ucapnya.

Berbeda halnya dengan Subaidi, warga Desa/Kecamatan Panji. Menurut Pria yang sempat diamankan karena kasus yang tidak jauh berbeda, dirinya tidak mengalami kesulitan saat hendak bersosialisasi dengan masyarakat.

 “Semuanya terasa biasa-biasa saja. Aman terkendali. Karena saya memang bukan pembuat video. Saya hanya menyebarkannya saja. Itu pun setelah oleh pembuatnya disebarkan di group. Saya sudah meminta maaf. Meskipun bukan di hadapan warga, tapi setidaknya di depan pihak terkait” jelasnya.

Akan tetapi, sebagaimana Harli, dirinya akan terus melakukan instropeksi diri. “Selanjutnya mungkin saya tidak akan share sesuatu yang tidak penting. Bahkan, meskipun penting, akan saya cermati terlebih dahulu isinya,” tuturnya. (pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/