Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Features
icon featured
Features
Toque Blanches

Jadi Simbol Derajat Seorang Chef

10 Januari 2022, 10: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Jadi Simbol Derajat Seorang Chef

MEMASAK: Beberapa lelaki mengolah makanan dengan mengenakan topi khusus warna putih panjang. (Rahman Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SEORANG chef biasanya mengenakan topi khas berwarna putih. Tipe dan ukuran dari topi tersebut berbeda-beda. Ada yang pendek, tinggi, berlipat-lipat, hingga tanpa lipatan sedikit pun.

Chef kerap digambarkan menggunakan topi putih, berlipat, tinggi menjulang di atas kepalanya. Ternyata, topi chef ini bukan sekadar set pakaian pelengkap yang digunakan chef ketika berada di dapur. Topi itu memiliki makna tersendiri.

Topi chef disebut toque blanches. Topi ini punya warna dan bentuk yang disesuaikan dengan status masing-masing chef. Topi toque ini diketahui telah digunakan sejak awal tahun 1800. Diinisiasi oleh Marie-Antoine, seorang chef asal Prancis.

Baca juga: Pembeda dengan Profesi Lain

Jadi Simbol Derajat Seorang Chef

MEMASAK: Beberapa lelaki mengolah makanan dengan mengenakan topi khusus warna putih panjang. (Rahman Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Toque tampil pertama kali dengan tinggi hingga 18 inci yang disangga dengan kardus yang berfungsi supaya kainnya tetap tegak. Umumnya topi chef berwarna putih. Maksud dari warna putih ini sendiri, diartikan agar tampak bersih. Mungkin hal ini didasari bagaimana cara kerja tenaga profesional di dapur menyajikan makanan dengan bersih dan higienis.

Selain warna, banyak lipatan pada topi koki juga menjadi penjelas terhadap status chef di dapur. Lipatan pada topi chef didasari atas pengalaman dan kemampuan chef tersebut. Diketahui pada satu toque maksimal jumlah lipatan sebanyak 100 lipatan.

Tingginya toque yang digunakan para chef menjelaskan posisi chef tersebut di dapur, semakin tinggi toque yang digunakan chef itu berarti kepala chef dapur. Dengan penampakan toque yang lebih tinggi akan mempermudah mengenali chef yang ada di dapur, sebab ada banyak orang yang bekerja menyajikan masakan di dapur.

”Secara praktis, fungsi topi koki yang digunakan para chef untuk menjaga makanan dijatuhi rambut atau semacam hal tersebut, sehingga makanan yang disajikan untuk pengunjung terjaga kebersihannya,” ujar Gunomo, mantan koki hotel.

Namun, saat ini ada banyak bentuk jenis toque yang digunakan para chef untuk bekerja. Misalnya saja chef yang berada di restoran, ditemui chef yang menggunakan toque dengan bentuk tinggi menjulang, tapi ada pula dengan topi toque dengan bentuk pendek melebar.

Chef adalah seseorang yang memiliki keterampilan memasak di suatu tempat dan dipercaya untuk memimpin dapur dan membuat racikan menu. Ia juga seseorang yang suka memberikan pelatihan dan teknik memasak kepada koki atau orang biasa. Menjadi chef tidak serta-merta harus menempuh pendidikan formal atau gelar sarjana, termasuk juga di Indonesia.

Di Indonesia untuk meraih gelar chef, perlu mengambil studi tata boga. Tata boga adalah ilmu pengetahuan mengenai seni mengolah makanan yang meliputi persiapan pengolahan hingga menghidangkan makanan itu, baik menggunakan gaya tradisional atau standar internasional.

Tata boga atau culinary arts di Indonesia dapat diampu secara formal pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ataupun program studi di sekolah tinggi, akademi, dan universitas.

Dulu istilah koki (cook) lebih dikenal luas untuk menyebut juru masak. Namun, setelah bidang kuliner banyak diekspos di media, istilah chef sering dipakai dan ”koki” mengalami pergeseran makna.

Sebenarnya tidak ada organisasi profesional yang menentukan secara pasti siapa yang berhak disebut ”chef” dan mana yang pantas dikatakan ”koki”. Namun, secara umum, jabatan, gaji, prestise, dan pengembangan karir koki dianggap lebih rendah dibanding chef.

Menurut kamus Cambridge, juru masak atau koki adalah seseorang yang menyiapkan dan memasak makanan, sedangkan chef adalah juru masak yang terampil dan terlatih yang bekerja di hotel atau restoran.

Definisi ini menyiratkan bahwa koki adalah sejenis juru masak, tetapi perbedaannya adalah bahwa chef telah mengembangkan keterampilan yang dipelajari dan telah menjalani pelatihan. ”Kalau pemakaian topi koki maupun chef ini sampai saat ini masih tetap berlaku di restoran dan hotel, karena itu memang simbol dan prestisius,” tandas Gunomo. 

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia