alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

PPKM Level 2, Banyuwangi Kian Dilirik Wisatawan

BANYUWANGI – Sektor pariwisata di Banyuwangi terus bergeliat setelah dibuka kembali secara bertahap dan terbatas mulai 10 September lalu. Sejumlah destinasi wisata yang dibuka mulai dikunjungi wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan pembatasan pengunjung.

Pembukaan destinasi wisata bisa dilakukan lantaran kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masuk wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 sebagaimana diatur Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021.

Di sisi lain, mengacu Inmendagri yang sama, daerah yang masuk PPKM Level 2 di Jatim hanya lima kabupaten/kota. Salah satunya Banyuwangi. Dari lima kabupaten/kota tersebut, bisa dibilang hanya Banyuwangi yang merupakan daerah destinasi wisata. Dengan PPKM Level 2, destinasi sudah boleh dibuka. Sedangkan bagi yang masih PPKM Level 3, belum diperbolehkan membuka destinasi. 

Tak ayal, sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata kian melirik Banyuwangi untuk mengkreasi paket wisata. Termasuk 32 penyelenggara jasa perjalanan wisata yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (Gaphura). Sejumlah personel organisasi biro perjalanan wisata halal, haji, dan umrah tersebut berkunjung ke Bumi Blambangan sejak Jumat (1/10) sampai Rabu (6/10).

Ketua Umum Gaphura Ali Mohamad Amin mengatakan, pihaknya telah melakukan webinar bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Uni Eropa. ”Pada forum tersebut kami sharing tentang pariwisata, salah satunya memperbincangkan Banyuwangi. Dari situ kami para penyelenggara wisata tertarik ke Banyuwangi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memperhitungkan sisi kesehatan, infrastruktur, akses yang mudah, serta amenitas seperti hotel dan homestay. ”Banyuwangi menerapkan PPKM Level 2, sehingga destinasinya mulai dibuka. Infrastruktur, akses, serta amenitas Banyuwangi juga relatif sangat baik,” kata dia.

Ali menambahkan, selama di Banyuwangi, pihaknya melihat pelaksanaan prokes (protokol kesehatan) dijalankan dengan baik. ”Membuat kami nyaman berwisata di sini,” tambahnya. 

Lebih jauh dikatakan, selama di Banyuwangi pihaknya berkunjung ke berbagai destinasi seperti Taman Gandrung Terakota, Taman Nasional Alas Purwo, Dusun Rembang, Bangsring Underwater, Kawah Ijen, dan lainnya. ”Banyuwangi memiliki modal besar yakni keramahan warganya. Destinasi wisata Banyuwangi juga banyak dikelola masyarakat setempat. Hampir semua anggota penyelenggara yang kami ajak ke sini berkomentar berwisata di Banyuwangi di luar ekspektasi kami,” urai Ali. 

Menurut Ali, setelah berkunjung ke Banyuwangi, Gaphura siap membuat paket wisata untuk ditawarkan ke berbagai negara, selain juga tentu menyiapkan paket perjalanan wisata untuk wisatawan Nusantara.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, salah satunya Gaphura. Menurut Ipuk, pariwisata di Banyuwangi dibuat tersegmentasi dengan mengutamakan wisata keluarga, dan banyak dikelola warga setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ”Dengan demikian masyarakat turut terlibat, sehingga menggerakkan perekonomian warga,” ujarnya. 

Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sejak resmi dibuka pada 10 September 2021, tiap pekan jumlah kunjungan wisatawan selalu meningkat. Hingga awal Oktober, tercatat ada 55.596 wisatawan memasuki destinasi wisata di Banyuwangi. 

BANYUWANGI – Sektor pariwisata di Banyuwangi terus bergeliat setelah dibuka kembali secara bertahap dan terbatas mulai 10 September lalu. Sejumlah destinasi wisata yang dibuka mulai dikunjungi wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan pembatasan pengunjung.

Pembukaan destinasi wisata bisa dilakukan lantaran kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masuk wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 sebagaimana diatur Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021.

Di sisi lain, mengacu Inmendagri yang sama, daerah yang masuk PPKM Level 2 di Jatim hanya lima kabupaten/kota. Salah satunya Banyuwangi. Dari lima kabupaten/kota tersebut, bisa dibilang hanya Banyuwangi yang merupakan daerah destinasi wisata. Dengan PPKM Level 2, destinasi sudah boleh dibuka. Sedangkan bagi yang masih PPKM Level 3, belum diperbolehkan membuka destinasi. 

Tak ayal, sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata kian melirik Banyuwangi untuk mengkreasi paket wisata. Termasuk 32 penyelenggara jasa perjalanan wisata yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (Gaphura). Sejumlah personel organisasi biro perjalanan wisata halal, haji, dan umrah tersebut berkunjung ke Bumi Blambangan sejak Jumat (1/10) sampai Rabu (6/10).

Ketua Umum Gaphura Ali Mohamad Amin mengatakan, pihaknya telah melakukan webinar bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Uni Eropa. ”Pada forum tersebut kami sharing tentang pariwisata, salah satunya memperbincangkan Banyuwangi. Dari situ kami para penyelenggara wisata tertarik ke Banyuwangi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memperhitungkan sisi kesehatan, infrastruktur, akses yang mudah, serta amenitas seperti hotel dan homestay. ”Banyuwangi menerapkan PPKM Level 2, sehingga destinasinya mulai dibuka. Infrastruktur, akses, serta amenitas Banyuwangi juga relatif sangat baik,” kata dia.

Ali menambahkan, selama di Banyuwangi, pihaknya melihat pelaksanaan prokes (protokol kesehatan) dijalankan dengan baik. ”Membuat kami nyaman berwisata di sini,” tambahnya. 

Lebih jauh dikatakan, selama di Banyuwangi pihaknya berkunjung ke berbagai destinasi seperti Taman Gandrung Terakota, Taman Nasional Alas Purwo, Dusun Rembang, Bangsring Underwater, Kawah Ijen, dan lainnya. ”Banyuwangi memiliki modal besar yakni keramahan warganya. Destinasi wisata Banyuwangi juga banyak dikelola masyarakat setempat. Hampir semua anggota penyelenggara yang kami ajak ke sini berkomentar berwisata di Banyuwangi di luar ekspektasi kami,” urai Ali. 

Menurut Ali, setelah berkunjung ke Banyuwangi, Gaphura siap membuat paket wisata untuk ditawarkan ke berbagai negara, selain juga tentu menyiapkan paket perjalanan wisata untuk wisatawan Nusantara.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, salah satunya Gaphura. Menurut Ipuk, pariwisata di Banyuwangi dibuat tersegmentasi dengan mengutamakan wisata keluarga, dan banyak dikelola warga setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). ”Dengan demikian masyarakat turut terlibat, sehingga menggerakkan perekonomian warga,” ujarnya. 

Berdasar data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sejak resmi dibuka pada 10 September 2021, tiap pekan jumlah kunjungan wisatawan selalu meningkat. Hingga awal Oktober, tercatat ada 55.596 wisatawan memasuki destinasi wisata di Banyuwangi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/