alexametrics
29.2 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Juni sampai November ”Musim” Mamalia Laut Cari Makan

RADAR BANYUWANGI – Perairan Selat Bali ternyata bukan hanya merupakan tempat hidup ikan-ikan kecil. Sebaliknya, perairan yang menghubungkan tanah Jawa dan Pulau Dewata, ini juga dipercaya menjadi tempat ikan ”raksasa” mencari makan pada musim-musim tertentu.

Pengakuan itu dilontarkan Ketua Kelompok Nelayan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sujarno. Dia menuturkan, pada periode Juni sampai November banyak mamalia laut mencari makan di tengah Selat Bali, termasuk hiu tutul dan lumba-lumba. ”Tidak tertutup kemungkinan pula paus,” ujarnya.

Karena itu, kata Sujarno, beberapa nelayan awalnya menganggap peristiwa paus sperma terdampar di kawasan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, beberapa hari lalu, merupakan hal yang biasa. ”Karena siklusnya memang seperti itu. Pada periode Juni sampai November ikan agak susah dicari. Sebab, selain diburu manusia, juga diburu mamalia laut,” kata dia.

Baca Juga :  Airlangga Lepas 20 Bus Program Mudik Gratis Partai Golkar

Masih menurut Sujarno, ketika mendapati mamalia laut berenang ke tepi, biasanya nelayan akan berusaha menggiring ikan berukuran besar tersebut kembali ke tengah laut atau perairan yang cukup dalam.

Sementara itu, salah penghobi mancing, M. Yasin mengaku dirinya beberapa kali melihat ikan laut berukuran raksasa saat mancing di kawasan perairan Selat Bali. Beberapa tahun lalu, misalnya, dirinya pernah menjumpai paus di perairan sebelah utara Pulau Tabuhan.

Selain paus, Yasin juga pernah mendapati ikan hiu tutul di perairan sekitar perairan Meneng atau tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Wangi. ”Hiu tutul itu melintas tepat di perahu yang saya naiki,” kenangnya. (sgt/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Perairan Selat Bali ternyata bukan hanya merupakan tempat hidup ikan-ikan kecil. Sebaliknya, perairan yang menghubungkan tanah Jawa dan Pulau Dewata, ini juga dipercaya menjadi tempat ikan ”raksasa” mencari makan pada musim-musim tertentu.

Pengakuan itu dilontarkan Ketua Kelompok Nelayan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sujarno. Dia menuturkan, pada periode Juni sampai November banyak mamalia laut mencari makan di tengah Selat Bali, termasuk hiu tutul dan lumba-lumba. ”Tidak tertutup kemungkinan pula paus,” ujarnya.

Karena itu, kata Sujarno, beberapa nelayan awalnya menganggap peristiwa paus sperma terdampar di kawasan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, beberapa hari lalu, merupakan hal yang biasa. ”Karena siklusnya memang seperti itu. Pada periode Juni sampai November ikan agak susah dicari. Sebab, selain diburu manusia, juga diburu mamalia laut,” kata dia.

Baca Juga :  Memanfaatkan Atap untuk Budidaya Hidroponik, Sebulan Daniel Untung Rp 3 Juta

Masih menurut Sujarno, ketika mendapati mamalia laut berenang ke tepi, biasanya nelayan akan berusaha menggiring ikan berukuran besar tersebut kembali ke tengah laut atau perairan yang cukup dalam.

Sementara itu, salah penghobi mancing, M. Yasin mengaku dirinya beberapa kali melihat ikan laut berukuran raksasa saat mancing di kawasan perairan Selat Bali. Beberapa tahun lalu, misalnya, dirinya pernah menjumpai paus di perairan sebelah utara Pulau Tabuhan.

Selain paus, Yasin juga pernah mendapati ikan hiu tutul di perairan sekitar perairan Meneng atau tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Wangi. ”Hiu tutul itu melintas tepat di perahu yang saya naiki,” kenangnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/