alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kisah Usnul Ustianingrum, ODGJ yang Viral di Medsos karena Dipasung di Kandang

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Usnul Ustianingrum, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, mengidap gangguan jiwa (ODGJ). Meski sudah melakukan pengobatan di RSUD Benur Surabaya dan dinyatakan sembuh, kini penyakit itu kambuh lagi. Obat yang sering dikonsumsi habis. Keluarga tidak mampu lagi membeli.

Perempuan 22 tahun itu sering kali mengamuk saat penyakit yang dideritanya kambuh. Orang terdekat sering menjadi sasaran amukan. Karena dianggap membahayakan, keluarganya kemudian memilih untuk meletakkannya di kandang hewan, dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Pemandangan ini ada yang merekamnya. Kemudian  diunggah di media sosial sehingga menuai berbagai macam tanggapan.

Supardi salah satu perangkat Desa Wonorejo mengatakan, ramainya kasus Usnul di media sosial di luar perkiraannya. Sebab, selama ini pemerintah desa sudah rutin mendatangi rumahnya. Belum pernah terjadi keluarga mengikat dan meletakkannya di kandang hewan. “Kami kaget setelah tahu informasi bahwa Usnul diletakkan di kandang hewan dalam kondisi terikat,” ucap Supardi, Minggu (5/6) kemarin.

Kata dia, pemerintah desa bersama Puskesmas setempat sering kali melakukan kunjungan ke rumah Usnul. Namun kasus yang viral itu di luar pengetahuannya. “Dalam satu minggu, kita mengecek dua tiga kali  ke rumah Usnul, bersama petugas puskesmas. Namun, saat kondisinya yang terikat itu kami tidak tahu,” ungkapnya.

Supardi mengatakan, kondisi penyakit Usnul sering kali kambuh. Tapi, dia bisa sembuh setelah minum obat yang disarankan dokter. “Paska obat itu diminum, dia kembali normal seperti orang pada umumnya,” tuturnya.

Supardi mengatakan, ketergantungan Usnul terhadap obat cukup besar. Karena, tanpa obat kondisinya akan kembali kambuh. “Kalau sudah penyakitnya kumat, informasinya dia ngamuk. Keluarganya kadang kala sering menjadi sasarannya. Agar tidak membahayakan, pihak keluarga memilih untuk mengikat Usnul,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Supardi mengatakan, agar penyakit yang dialaminya tidak kambuh, perangkat desa bersama puskesmas setempat meminta keluarganya untuk menyampaikan ketersediaan obat yang selalu dikonsumsi. Tujuannya agar tidak sampai kehabisan. “Kami minta keluarganya menghubungi kami kalau obat yang disediakan hampir habis. Karena pihak keluarga memang tergolong dari keluarga yang kurang mampu,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Samsuri mengatakan, kasus viralnya warga Situbondo di media sosial sudah ditangani oleh pemerintah daerah. Kini, perempuan itu sudah dilarikan ke RSUD Koesnadi Bondowoso untuk mendapat perawatan. “Saat ini sudah ditangani oleh pihak rumah sakit jiwa. Semoga cepat sembuh kembali,” ucapnya singkat. (wan/pri)

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Usnul Ustianingrum, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, mengidap gangguan jiwa (ODGJ). Meski sudah melakukan pengobatan di RSUD Benur Surabaya dan dinyatakan sembuh, kini penyakit itu kambuh lagi. Obat yang sering dikonsumsi habis. Keluarga tidak mampu lagi membeli.

Perempuan 22 tahun itu sering kali mengamuk saat penyakit yang dideritanya kambuh. Orang terdekat sering menjadi sasaran amukan. Karena dianggap membahayakan, keluarganya kemudian memilih untuk meletakkannya di kandang hewan, dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Pemandangan ini ada yang merekamnya. Kemudian  diunggah di media sosial sehingga menuai berbagai macam tanggapan.

Supardi salah satu perangkat Desa Wonorejo mengatakan, ramainya kasus Usnul di media sosial di luar perkiraannya. Sebab, selama ini pemerintah desa sudah rutin mendatangi rumahnya. Belum pernah terjadi keluarga mengikat dan meletakkannya di kandang hewan. “Kami kaget setelah tahu informasi bahwa Usnul diletakkan di kandang hewan dalam kondisi terikat,” ucap Supardi, Minggu (5/6) kemarin.

Kata dia, pemerintah desa bersama Puskesmas setempat sering kali melakukan kunjungan ke rumah Usnul. Namun kasus yang viral itu di luar pengetahuannya. “Dalam satu minggu, kita mengecek dua tiga kali  ke rumah Usnul, bersama petugas puskesmas. Namun, saat kondisinya yang terikat itu kami tidak tahu,” ungkapnya.

Supardi mengatakan, kondisi penyakit Usnul sering kali kambuh. Tapi, dia bisa sembuh setelah minum obat yang disarankan dokter. “Paska obat itu diminum, dia kembali normal seperti orang pada umumnya,” tuturnya.

Supardi mengatakan, ketergantungan Usnul terhadap obat cukup besar. Karena, tanpa obat kondisinya akan kembali kambuh. “Kalau sudah penyakitnya kumat, informasinya dia ngamuk. Keluarganya kadang kala sering menjadi sasarannya. Agar tidak membahayakan, pihak keluarga memilih untuk mengikat Usnul,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Supardi mengatakan, agar penyakit yang dialaminya tidak kambuh, perangkat desa bersama puskesmas setempat meminta keluarganya untuk menyampaikan ketersediaan obat yang selalu dikonsumsi. Tujuannya agar tidak sampai kehabisan. “Kami minta keluarganya menghubungi kami kalau obat yang disediakan hampir habis. Karena pihak keluarga memang tergolong dari keluarga yang kurang mampu,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Samsuri mengatakan, kasus viralnya warga Situbondo di media sosial sudah ditangani oleh pemerintah daerah. Kini, perempuan itu sudah dilarikan ke RSUD Koesnadi Bondowoso untuk mendapat perawatan. “Saat ini sudah ditangani oleh pihak rumah sakit jiwa. Semoga cepat sembuh kembali,” ucapnya singkat. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/