alexametrics
25 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Anggrek Bulan Bergelar Puspa Pesona, Jadi Inspirasi Pencipta Lagu

DI antara sederet jenis bunga anggrek yang ada di dunia, anggrek bulan punya ”tempat” spesial bagi masyarakat Indonesia. Betapa tidak, bunga yang memiliki nama latin Phalaenopsis amabilis ini merupakan salah satu bunga nasional Indonesia yang dijuluki puspa pesona.

Sebutan puspa pesona disematkan pada bunga anggrek bulan lantaran bunga jenis yang satu ini memiliki warna yang indah. Bunga ini memiliki ciri khas kelopak yang relatif besar, daun yang lebar, serta tangkai yang hitam dan kuat.

Meski tidak mengeluarkan aroma wangi layaknya bunga melati, pesona kecantikan anggrek bulan tetap terpancar. Tak heran bunga anggrek jenis ini mendapat julukan puspa pesona yang berarti bunga penuh pesona.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi dari berbagai sumber menyebutkan, bunga anggrek bulan kali pertama ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr C.L. Blume.

Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga ke Australia. Cara hidupnya menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Sementara itu, di pasaran, harga anggrek bunga bervariasi. Satu batang tanaman yang sudah berbunga dijual dengan harga berkisar Rp 150 ribu.

Salah satu pencinta bunga, Erni Wulan mengatakan, di antara sekian banyak jenis, bunga anggrek relatif paling mudah ditemui di pasaran. ”Bisa jadi hal itu disebabkan keindahan bunga jenis yang satu ini sehingga banyak yang suka. Harganya juga cukup terjangkau,” ujar warga Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Erni mengaku, meskipun sudah cukup lama menanam anggrek, namun dirinya tidak mengetahui bahwa bunga anggrek bulan merupakan salah satu bunga nasional yang berjuluk puspa pesona. ”Yang saya tahu, bunga yang satu ini menjadi judul salah satu lagu yang dipopulerkan Broery Pesolima dan sangat populer di masanya, yakni lagu berjudul Setangkai Anggrek Bulan,” kata dia sembari tersenyum.

DI antara sederet jenis bunga anggrek yang ada di dunia, anggrek bulan punya ”tempat” spesial bagi masyarakat Indonesia. Betapa tidak, bunga yang memiliki nama latin Phalaenopsis amabilis ini merupakan salah satu bunga nasional Indonesia yang dijuluki puspa pesona.

Sebutan puspa pesona disematkan pada bunga anggrek bulan lantaran bunga jenis yang satu ini memiliki warna yang indah. Bunga ini memiliki ciri khas kelopak yang relatif besar, daun yang lebar, serta tangkai yang hitam dan kuat.

Meski tidak mengeluarkan aroma wangi layaknya bunga melati, pesona kecantikan anggrek bulan tetap terpancar. Tak heran bunga anggrek jenis ini mendapat julukan puspa pesona yang berarti bunga penuh pesona.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi dari berbagai sumber menyebutkan, bunga anggrek bulan kali pertama ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda, Dr C.L. Blume.

Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga ke Australia. Cara hidupnya menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut.

Sementara itu, di pasaran, harga anggrek bunga bervariasi. Satu batang tanaman yang sudah berbunga dijual dengan harga berkisar Rp 150 ribu.

Salah satu pencinta bunga, Erni Wulan mengatakan, di antara sekian banyak jenis, bunga anggrek relatif paling mudah ditemui di pasaran. ”Bisa jadi hal itu disebabkan keindahan bunga jenis yang satu ini sehingga banyak yang suka. Harganya juga cukup terjangkau,” ujar warga Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Erni mengaku, meskipun sudah cukup lama menanam anggrek, namun dirinya tidak mengetahui bahwa bunga anggrek bulan merupakan salah satu bunga nasional yang berjuluk puspa pesona. ”Yang saya tahu, bunga yang satu ini menjadi judul salah satu lagu yang dipopulerkan Broery Pesolima dan sangat populer di masanya, yakni lagu berjudul Setangkai Anggrek Bulan,” kata dia sembari tersenyum.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/