25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Gedung Satpas SIM dengan Desain Baku Nuansa Lokal

RADAR BANYUWANGI – Pengembangan kota Banyuwangi didukung dengan munculnya fasilitas pelayanan di pinggiran kota. Salah satunya, gedung Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) di Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi.

Pada tahun 2020, gedung pelayanan pembuatan SIM ini resmi berpindah di gedung baru Satpas di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. Peletakan batu pertama pembangunan gedung Satpas Prototype tersebut dilakukan pada 29 Juni 2019 silam oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat Abdullah Azwar Anas dan Kapolresta Banyuwangi yang saat itu dijabat AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi.

Bangunan utama Gedung Satpas Prototype Polresta Banyuwangi ini seluas 12.000 meter persegi dari total luas lahan 19.000 meter persegi. Gedung modern layanan pembuatan SIM ini mulai dikerjakan pada bulan Juni 2019 dan ditargetkan tuntas pada Desember 2019. Sudah beroperasi pada awal tahun 2020.

Pembangunan gedung Satpas Prototype ini menelan anggaran Rp 14 miliar yang bersumber dari APBN. Bangunan prototype ini secara desain sudah ditentukan oleh Polri. Struktur bangunan, aturan, dan arsitekturnya sudah ditentukan. Namun, untuk bangunan pendukungnya mengawinkan gaya modern dengan lokal Banyuwangi. Yakni, berupa motif batik gajah oling yang merupakan ciri khas Banyuwangi. Sehingga, nuansa muatan lokal Banyuwangi tetap melekat pada gedung Satpas Prototype ini.

Baca Juga :  Sistem ETLE Down, Dialihkan ke ETNAS
CANGGIH: Fasilitas Satpas SIM Banyuwangi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Fasilitas umum pelayanan pada gedung ini sudah sangat memadai dan representatif dibanding kantor lama. Fasilitas di Satpas Prototype lebih lengkap. Mulai ruang uji praktik SIM, ruang pendaftaran, ruang tunggu, ruang laktasi atau menyusui, ruang bermain anak, hingga musala dan fasilitas umum lainnya.

Tidak ketinggalan, ada lintasan uji berkendara yang jauh lebih luas dibandingkan di gedung lama di Mapolresta Banyuwangi. ”Kalau di gedung lama saat itu, tempat uji praktik SIM menggunakan halaman depan Mapolresta yang biasa digunakan tempat apel personel,” kenang Iptu Heru Slamet, anggota Polresta Banyuwangi.

Sementara itu, gedung Satpas SIM dilengkapi dengan lapangan praktik yang menyuguhkan bermacam trek berkendara mulai roda dua dan roda empat, dan traffic simulator. Di dalamnya menggunakan sistem komputerisasi. Satpas Prototype ini juga menghadirkan pelayanan berbasis IT. ”Ini merupakan bangunan dengan standar baku dari Mabes Polri. Dengan prioritas first in first out, pemohon pertama juga akan selesai dan keluar pertama pula,” ujar Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Rian Septia Kurniawan.

Baca Juga :  Ini Sambutan, dan Sokongan Warga Pasca Anas Mundur Bacawagub

Menurut Rian, kemudahan dan kelancaran proses pelayanan masyarakat memang harus diutamakan. ”Kalau dibandingkan di tempat lama, gedung baru Satpas SIM saat ini lebih leluasa, nyaman, parkirnya luas, seluruh ruangannya ber-AC, dan tidak ribet,” tandas Supriyadi, seorang pemohon SIM. (ddy/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Pengembangan kota Banyuwangi didukung dengan munculnya fasilitas pelayanan di pinggiran kota. Salah satunya, gedung Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) di Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi.

Pada tahun 2020, gedung pelayanan pembuatan SIM ini resmi berpindah di gedung baru Satpas di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. Peletakan batu pertama pembangunan gedung Satpas Prototype tersebut dilakukan pada 29 Juni 2019 silam oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat Abdullah Azwar Anas dan Kapolresta Banyuwangi yang saat itu dijabat AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi.

Bangunan utama Gedung Satpas Prototype Polresta Banyuwangi ini seluas 12.000 meter persegi dari total luas lahan 19.000 meter persegi. Gedung modern layanan pembuatan SIM ini mulai dikerjakan pada bulan Juni 2019 dan ditargetkan tuntas pada Desember 2019. Sudah beroperasi pada awal tahun 2020.

Pembangunan gedung Satpas Prototype ini menelan anggaran Rp 14 miliar yang bersumber dari APBN. Bangunan prototype ini secara desain sudah ditentukan oleh Polri. Struktur bangunan, aturan, dan arsitekturnya sudah ditentukan. Namun, untuk bangunan pendukungnya mengawinkan gaya modern dengan lokal Banyuwangi. Yakni, berupa motif batik gajah oling yang merupakan ciri khas Banyuwangi. Sehingga, nuansa muatan lokal Banyuwangi tetap melekat pada gedung Satpas Prototype ini.

Baca Juga :  Ini Sambutan, dan Sokongan Warga Pasca Anas Mundur Bacawagub
CANGGIH: Fasilitas Satpas SIM Banyuwangi di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Fasilitas umum pelayanan pada gedung ini sudah sangat memadai dan representatif dibanding kantor lama. Fasilitas di Satpas Prototype lebih lengkap. Mulai ruang uji praktik SIM, ruang pendaftaran, ruang tunggu, ruang laktasi atau menyusui, ruang bermain anak, hingga musala dan fasilitas umum lainnya.

Tidak ketinggalan, ada lintasan uji berkendara yang jauh lebih luas dibandingkan di gedung lama di Mapolresta Banyuwangi. ”Kalau di gedung lama saat itu, tempat uji praktik SIM menggunakan halaman depan Mapolresta yang biasa digunakan tempat apel personel,” kenang Iptu Heru Slamet, anggota Polresta Banyuwangi.

Sementara itu, gedung Satpas SIM dilengkapi dengan lapangan praktik yang menyuguhkan bermacam trek berkendara mulai roda dua dan roda empat, dan traffic simulator. Di dalamnya menggunakan sistem komputerisasi. Satpas Prototype ini juga menghadirkan pelayanan berbasis IT. ”Ini merupakan bangunan dengan standar baku dari Mabes Polri. Dengan prioritas first in first out, pemohon pertama juga akan selesai dan keluar pertama pula,” ujar Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Rian Septia Kurniawan.

Baca Juga :  Tambuh Gamelan, Jalan Kaki Keliling Kampung

Menurut Rian, kemudahan dan kelancaran proses pelayanan masyarakat memang harus diutamakan. ”Kalau dibandingkan di tempat lama, gedung baru Satpas SIM saat ini lebih leluasa, nyaman, parkirnya luas, seluruh ruangannya ber-AC, dan tidak ribet,” tandas Supriyadi, seorang pemohon SIM. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/