alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kiat Setyo Ponco Utomo Siasati Lesunya Bisnis Rent Car Akibat Pandemi

RadarBanyuwangi.id – Pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian sulit. Namun, bagi Setyo Ponco Utomo, hal itu bukan alasan untuk menyerah. Sebaliknya, pengusaha rent car yang satu ini terus berinovasi. Diversifikasi usaha dilakukan agar usahanya tidak gulung tikar.

Berdoa kepada Tuhan dan yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Begitu prinsip yang dipegang Ponco Setyo Utomo dalam menggeluti bisnis sewa  mobil (rent car).

Usaha penyewaan mobil dirintis Ponco sejak tahun 2000. Awalnya Ponco mengoperasikan mobil milik orang lain. Kerja keras warga Perumahan Karangrejo Residence, Jalan Ikan Sadar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi itu membuahkan hasil positif. Buktinya, sekitar empat tahun berselang, dia berhasil memiliki mobil sendiri.

Mobil anyar itu tidak dibeli secara tunai, melainkan dengan cara mengangsur. Namun, justru ini menjadi alasan Ponco untuk bekerja lebih keras agar tidak mengalami kredit macet sehingga mobil yang dia beli dengan hasil keringatnya itu tak sampai dijabel pihak pemberi kredit.

Alhasil, usaha rent car di bawah bendera CV Langgeng Trans Jaya atau lebih dikenal dengan sebutan Ponco Rent Car, itu pun melejit. Konsumennya bukan hanya individu per individu, tetapi juga konsumen instansi hingga korporasi asal Banyuwangi maupun luar daerah.

Kini, armada yang dimiliki mencapai puluhan unit. Mulai mobil jenis low cost green car (LCGC), mobil sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), dan lain sebagainya.

Dalam kondisi normal, rata-rata setiap hari lebih dari sepuluh unit kendaraan Ponco Rent Car yang keluar dari garasi alias digunakan melayani pelanggan. Apalagi saat ada agenda Banyuwangi Festival (B-Fest), seperti Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan sebagainya, hampir dipastikan seluruh unit kendaraan yang tersedia di Ponco Rent Car digunakan melayani penumpang. ”B-Fest berdampak sangat positif bagi pelaku usaha transportasi seperti kami,” ujar Ponco.

Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, order yang didapat ”terjun bebas”. Setiap hari mobil yang keluar garasi sangat minim.

Agar usahanya tak sampai gulung tikar, pria berusia 41 tahun yang ini pun melakukan terobosan. Tepatnya dengan diversifikasi usaha. Garasi seluas 425 meter persegi yang berlokasi di Jalan Wader Pari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kini juga difungsikan untuk gantangan burung, sanggar seni, tempat cuci mobil dan motor, hingga tukang cukur alias barbershop.

Gantangan burung tersebut biasanya digunakan untuk lokasi latihan bersama para pencinta burung berkicau setiap Sabtu dan Minggu. Selain itu, di hari kerja pun tidak jarang ada pencinta burung berkicau yang melatih burung kesayangannya di gantangan tersebut. ”Mereka biasanya melatih burung sembari ngopi,” kata Ponco.

Ponco menuturkan, demi menghindari penularan Covid-19, operasional gantangan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Tersedia sarana cuci tangan, hand sanitizer, wajib bermasker, serta membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal. ”Kami juga menggandeng warga sekitar untuk menjadi tukang parkir. Warung-warung di sekitar gantangan pun kecipratan rezeki,” tuturnya.

Ponco berharap, dengan keberadaan gantangan burung miliknya itu, di Banyuwangi ”lahir” burung yang benar-benar berkualitas dan sanggup menjuarai lomba tingkat regional bahkan nasional. ”Sehingga bisa mengharumkan nama Banyuwangi,” harapnya.

Yang menarik, selain operasional gantangan, para pekerja Ponco Rent Car, termasuk para sopir juga diberdayakan dalam kegiatan usaha yang lain, termasuk usaha cuci mobil dan motor, warung kopi, hingga barbershop. ”Ini cara kami menyiasati agar teman-teman bisa tetap mendapat penghasilan saat order rent car sepi seperti saat ini,” kata pria yang juga Ketua Elf Mania Community Indonesia (EMCI) Koordinator Cabang (Korcab) Banyuwangi tersebut.

Sejak menggeluti bisnis rent car, Ponco juga bergabung dengan Asosiasi Tour and Travel Agency Banyuwangi (ATTAB), Asosiasi Pengusaha Rent Car Indonesia (Asperda) Korcab Banyuwangi, serta Elf Mania Cinta Indonesia (EMCI). Ponco mempersilakan warga sekitar memanfaatkan kompleks garasi miliknya itu untuk keperluan hajatan, pengajian, dan lain sebagainya. ”Karena kita hidup tidak sendirian. Kita berdampingan dengan tetangga. Maka harus baik-baik sama tetangga. Hitung-hitung ini sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) kami,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian sulit. Namun, bagi Setyo Ponco Utomo, hal itu bukan alasan untuk menyerah. Sebaliknya, pengusaha rent car yang satu ini terus berinovasi. Diversifikasi usaha dilakukan agar usahanya tidak gulung tikar.

Berdoa kepada Tuhan dan yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Begitu prinsip yang dipegang Ponco Setyo Utomo dalam menggeluti bisnis sewa  mobil (rent car).

Usaha penyewaan mobil dirintis Ponco sejak tahun 2000. Awalnya Ponco mengoperasikan mobil milik orang lain. Kerja keras warga Perumahan Karangrejo Residence, Jalan Ikan Sadar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi itu membuahkan hasil positif. Buktinya, sekitar empat tahun berselang, dia berhasil memiliki mobil sendiri.

Mobil anyar itu tidak dibeli secara tunai, melainkan dengan cara mengangsur. Namun, justru ini menjadi alasan Ponco untuk bekerja lebih keras agar tidak mengalami kredit macet sehingga mobil yang dia beli dengan hasil keringatnya itu tak sampai dijabel pihak pemberi kredit.

Alhasil, usaha rent car di bawah bendera CV Langgeng Trans Jaya atau lebih dikenal dengan sebutan Ponco Rent Car, itu pun melejit. Konsumennya bukan hanya individu per individu, tetapi juga konsumen instansi hingga korporasi asal Banyuwangi maupun luar daerah.

Kini, armada yang dimiliki mencapai puluhan unit. Mulai mobil jenis low cost green car (LCGC), mobil sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), dan lain sebagainya.

Dalam kondisi normal, rata-rata setiap hari lebih dari sepuluh unit kendaraan Ponco Rent Car yang keluar dari garasi alias digunakan melayani pelanggan. Apalagi saat ada agenda Banyuwangi Festival (B-Fest), seperti Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan sebagainya, hampir dipastikan seluruh unit kendaraan yang tersedia di Ponco Rent Car digunakan melayani penumpang. ”B-Fest berdampak sangat positif bagi pelaku usaha transportasi seperti kami,” ujar Ponco.

Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, order yang didapat ”terjun bebas”. Setiap hari mobil yang keluar garasi sangat minim.

Agar usahanya tak sampai gulung tikar, pria berusia 41 tahun yang ini pun melakukan terobosan. Tepatnya dengan diversifikasi usaha. Garasi seluas 425 meter persegi yang berlokasi di Jalan Wader Pari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kini juga difungsikan untuk gantangan burung, sanggar seni, tempat cuci mobil dan motor, hingga tukang cukur alias barbershop.

Gantangan burung tersebut biasanya digunakan untuk lokasi latihan bersama para pencinta burung berkicau setiap Sabtu dan Minggu. Selain itu, di hari kerja pun tidak jarang ada pencinta burung berkicau yang melatih burung kesayangannya di gantangan tersebut. ”Mereka biasanya melatih burung sembari ngopi,” kata Ponco.

Ponco menuturkan, demi menghindari penularan Covid-19, operasional gantangan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Tersedia sarana cuci tangan, hand sanitizer, wajib bermasker, serta membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal. ”Kami juga menggandeng warga sekitar untuk menjadi tukang parkir. Warung-warung di sekitar gantangan pun kecipratan rezeki,” tuturnya.

Ponco berharap, dengan keberadaan gantangan burung miliknya itu, di Banyuwangi ”lahir” burung yang benar-benar berkualitas dan sanggup menjuarai lomba tingkat regional bahkan nasional. ”Sehingga bisa mengharumkan nama Banyuwangi,” harapnya.

Yang menarik, selain operasional gantangan, para pekerja Ponco Rent Car, termasuk para sopir juga diberdayakan dalam kegiatan usaha yang lain, termasuk usaha cuci mobil dan motor, warung kopi, hingga barbershop. ”Ini cara kami menyiasati agar teman-teman bisa tetap mendapat penghasilan saat order rent car sepi seperti saat ini,” kata pria yang juga Ketua Elf Mania Community Indonesia (EMCI) Koordinator Cabang (Korcab) Banyuwangi tersebut.

Sejak menggeluti bisnis rent car, Ponco juga bergabung dengan Asosiasi Tour and Travel Agency Banyuwangi (ATTAB), Asosiasi Pengusaha Rent Car Indonesia (Asperda) Korcab Banyuwangi, serta Elf Mania Cinta Indonesia (EMCI). Ponco mempersilakan warga sekitar memanfaatkan kompleks garasi miliknya itu untuk keperluan hajatan, pengajian, dan lain sebagainya. ”Karena kita hidup tidak sendirian. Kita berdampingan dengan tetangga. Maka harus baik-baik sama tetangga. Hitung-hitung ini sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) kami,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Pemuda Bulusan Dapat Honda Beat PDIP

Hutan di Dusun Gundil Terbakar

Yuk Tanam Jagung Mumpung Harga Meroket

Artikel Terbaru

/