alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Kisah Sunaim, Pencari Rongsokan yang Hidup Numpang di Rumah Tetangga

SITUBONDO – Sunain, sehari-hari bekerja sebagai pencari rongsokan. Dia berkeliling sepanjang perjalan mencari rongsokan. Meski sudah memasuki usia senja, dia masih tetap menekuni pekerjaannya.

Pagi menjelang siang. Sunain terlihat lelah mendorong sepeda ontelnya sambil membawa barang rongsokon. Di usianya yang sudah senja, dia memang tetap harus bekerja keras. Menguras keringat setiap hari. Namun itu tak membuatnya putus asa. Dia tetap sabar. Karena hanya dengan mencari barang rongsokan, Sunain bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Usia Sunaim kini sudah 80 tahun. Istri dan anak semata wayangnya telah lebih dulu meninggal dunia. Sudah cukup lama. Sehari-harinya dia numpang  tinggal di rumah tetangganya di Lingkungan Bukit Putih, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan/Kabupaten Situbondo.

“Selama ditinggal istri, saya numpang  di rumah tetangga, karena sudah tidak punya rumah lagi. Rumah saya sudah dijual untuk kebutuhan merawat istri kala itu. Untung ada tetangga yang masih peduli,” tutur Sunaim.

Setiap hari, Sunaim harus berkeliling mencari barang bekas di sepanjang jalan yang dia lewati. Terkadang dia berhenti di rumah-rumah warga untuk menanyakan barang bekas yang sudah tidak dipakai lagi. “Jika dizinkan oleh pemilik rumah, barang rongsokan tersebut saya ambil, biasanya dibagikan secara cuma-cuma,”terangnya

Dari hasil menjual rongsokan yang dikumpulkan, perhari  Sunaim mendapatkan Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.  Tergantung banyaknya barang yang dia dapatkan. “Perhari tergantung banyaknya barang yang di dapat, terkadang hanya mendapatkan 5 kg barang bekas, Sedangkan harga jual perkilogramnya hanya Rp 2 ribu. Perharinya hanya Rp 10 ribu. Tapi, bersyukur meski pendapatan sedikit, dari pada saya minta-minta,”pungkasnya. (jon/pri)

SITUBONDO – Sunain, sehari-hari bekerja sebagai pencari rongsokan. Dia berkeliling sepanjang perjalan mencari rongsokan. Meski sudah memasuki usia senja, dia masih tetap menekuni pekerjaannya.

Pagi menjelang siang. Sunain terlihat lelah mendorong sepeda ontelnya sambil membawa barang rongsokon. Di usianya yang sudah senja, dia memang tetap harus bekerja keras. Menguras keringat setiap hari. Namun itu tak membuatnya putus asa. Dia tetap sabar. Karena hanya dengan mencari barang rongsokan, Sunain bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Usia Sunaim kini sudah 80 tahun. Istri dan anak semata wayangnya telah lebih dulu meninggal dunia. Sudah cukup lama. Sehari-harinya dia numpang  tinggal di rumah tetangganya di Lingkungan Bukit Putih, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan/Kabupaten Situbondo.

“Selama ditinggal istri, saya numpang  di rumah tetangga, karena sudah tidak punya rumah lagi. Rumah saya sudah dijual untuk kebutuhan merawat istri kala itu. Untung ada tetangga yang masih peduli,” tutur Sunaim.

Setiap hari, Sunaim harus berkeliling mencari barang bekas di sepanjang jalan yang dia lewati. Terkadang dia berhenti di rumah-rumah warga untuk menanyakan barang bekas yang sudah tidak dipakai lagi. “Jika dizinkan oleh pemilik rumah, barang rongsokan tersebut saya ambil, biasanya dibagikan secara cuma-cuma,”terangnya

Dari hasil menjual rongsokan yang dikumpulkan, perhari  Sunaim mendapatkan Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.  Tergantung banyaknya barang yang dia dapatkan. “Perhari tergantung banyaknya barang yang di dapat, terkadang hanya mendapatkan 5 kg barang bekas, Sedangkan harga jual perkilogramnya hanya Rp 2 ribu. Perharinya hanya Rp 10 ribu. Tapi, bersyukur meski pendapatan sedikit, dari pada saya minta-minta,”pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/