alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Baling-Baling Drone; Setiap Pasang Berputar Berlawanan Arah

RADAR BANYUWANGI – Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap berbagai sendi kehidupan manusia modern. Salah satu contohnya, komunikasi jarak jauh tanpa kabel hingga pengambilan foto atau video suatu objek dari udara.

Berbicara pengambilan foto atau video dari udara, ada beragam cara yang bisa ditempuh. Mulai dengan cara menumpang pesawat terbang hingga memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak alias drone.

Ya, jika awalnya drone hanya digunakan di kalangan militer untuk memata-matai musuh atau memantau daerah konflik, kini peranti elektronik tersebut bisa dimiliki oleh individu-individu untuk menunjang berbagai keperluan. Termasuk untuk kebutuhan pekerjaan, seperti membuat video traveling, foto destinasi wisata, hingga urusan pemetaan dan pengukuran lahan.

Berdasar bentuknya, drone dibagi dua jenis. Yang pertama adalah drone yang menggunakan sayap untuk terbang alias fixed wing drone. Kedua adalah jenis drone yang terbang dengan mengandalkan baling-baling (rotary wing drone).

Rotary wing drone juga dikenal dengan sebutan multicopter dan multirotor. Drone jenis inilah yang kini paling banyak dijual di pasaran.

Berdasar jumlah baling-balingnya, rotary wing drone dibagi beberapa jenis. Pertama drone satu baling-baling (singlecopter). Kedua adalah drone dua baling-baling (doublecopter). Biasanya, baling-baling pada drone doublecopter dipasang pada dua sisi. Selain itu, ada pula drone yang dilengkapi tiga baling-baling alias tricopter.

Model selanjutnya adalah drone dengan empat baling-baling alias quadcopter. Jenis drone ini yang paling banyak di pasaran dan paling banyak digunakan. Drone ini didesain tanpa kepala sehingga bisa diatur arahnya sesuai keinginan. Drone ini rata-rata berukuran kecil dan kerap dilengkapi dengan kamera yang ditanamkan di tubuh drone. Ada juga yang hanya menyediakan dudukan untuk meletakkan kamera kecil. Biasanya kamera yang digunakan punya kualitas high definition (HD) untuk menghasilkan gambar yang jelas dan terang. Drone ini menggunakan baterai sebagai sumber energi.

Baca Juga :  Helikopter; Masuk Kategori Pesawat dengan Sayap Putar

Lebih dari itu, ada pula drone dengan enam baling-baling alias hexacopter serta drone dengan delapan baling-baling (octocopter). Drone dengan delapan baling-baling cenderung lebih stabil. Namun kelemahannya, drone ini relatif lebih boros energi.

Sekadar diketahui, setiap pasang baling-baling drone biasanya berputar dengan arah yang berlawanan. Pada drone dengan empat baling-baling, misalnya, maka dua baling-baling berputar dengan arah berlawanan jarum jam sedangkan dua baling-baling lainnya bergerak searah jarum jam.

Sementara itu, salah satu anggota komunitas Lare Drone Banyuwangi Hendri Wigiarto mengatakan, awalnya dirinya mengambil foto dari udara menggunakan drone untuk menyalurkan hobi. Namun pada perkembangan berikutnya, banyak pihak yang meminta dirinya mengambil foto atau video dari udara untuk berbagai keperluan. Termasuk untuk media promosi. ”Ternyata hobi ini bisa menghasilkan uang. Makanya, kami dan beberapa rekan kami menyediakan jasa foto dari udara,” ujarnya.

Baca Juga :  Watu (Batu) Jadi Nama Tempat

Hendri menuturkan, spot yang kerap dijadikan objek foto dari udara adalah destinasi wisata yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Namun, ada juga yang memilih ”jalur” lain, yakni menyediakan jasa fotografi udara untuk pemetaan lahan. ”Sementara baru saya yang ’lari’ ke pemetaan lahan. Teman-teman yang lain masih enjoy untuk spot-spot foto tempat pariwisata,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Perkembangan teknologi berpengaruh besar terhadap berbagai sendi kehidupan manusia modern. Salah satu contohnya, komunikasi jarak jauh tanpa kabel hingga pengambilan foto atau video suatu objek dari udara.

Berbicara pengambilan foto atau video dari udara, ada beragam cara yang bisa ditempuh. Mulai dengan cara menumpang pesawat terbang hingga memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak alias drone.

Ya, jika awalnya drone hanya digunakan di kalangan militer untuk memata-matai musuh atau memantau daerah konflik, kini peranti elektronik tersebut bisa dimiliki oleh individu-individu untuk menunjang berbagai keperluan. Termasuk untuk kebutuhan pekerjaan, seperti membuat video traveling, foto destinasi wisata, hingga urusan pemetaan dan pengukuran lahan.

Berdasar bentuknya, drone dibagi dua jenis. Yang pertama adalah drone yang menggunakan sayap untuk terbang alias fixed wing drone. Kedua adalah jenis drone yang terbang dengan mengandalkan baling-baling (rotary wing drone).

Rotary wing drone juga dikenal dengan sebutan multicopter dan multirotor. Drone jenis inilah yang kini paling banyak dijual di pasaran.

Berdasar jumlah baling-balingnya, rotary wing drone dibagi beberapa jenis. Pertama drone satu baling-baling (singlecopter). Kedua adalah drone dua baling-baling (doublecopter). Biasanya, baling-baling pada drone doublecopter dipasang pada dua sisi. Selain itu, ada pula drone yang dilengkapi tiga baling-baling alias tricopter.

Model selanjutnya adalah drone dengan empat baling-baling alias quadcopter. Jenis drone ini yang paling banyak di pasaran dan paling banyak digunakan. Drone ini didesain tanpa kepala sehingga bisa diatur arahnya sesuai keinginan. Drone ini rata-rata berukuran kecil dan kerap dilengkapi dengan kamera yang ditanamkan di tubuh drone. Ada juga yang hanya menyediakan dudukan untuk meletakkan kamera kecil. Biasanya kamera yang digunakan punya kualitas high definition (HD) untuk menghasilkan gambar yang jelas dan terang. Drone ini menggunakan baterai sebagai sumber energi.

Baca Juga :  Terbantu Go-Food, Omzet UMKM Kuliner Melejit 2 Kali Lipat

Lebih dari itu, ada pula drone dengan enam baling-baling alias hexacopter serta drone dengan delapan baling-baling (octocopter). Drone dengan delapan baling-baling cenderung lebih stabil. Namun kelemahannya, drone ini relatif lebih boros energi.

Sekadar diketahui, setiap pasang baling-baling drone biasanya berputar dengan arah yang berlawanan. Pada drone dengan empat baling-baling, misalnya, maka dua baling-baling berputar dengan arah berlawanan jarum jam sedangkan dua baling-baling lainnya bergerak searah jarum jam.

Sementara itu, salah satu anggota komunitas Lare Drone Banyuwangi Hendri Wigiarto mengatakan, awalnya dirinya mengambil foto dari udara menggunakan drone untuk menyalurkan hobi. Namun pada perkembangan berikutnya, banyak pihak yang meminta dirinya mengambil foto atau video dari udara untuk berbagai keperluan. Termasuk untuk media promosi. ”Ternyata hobi ini bisa menghasilkan uang. Makanya, kami dan beberapa rekan kami menyediakan jasa foto dari udara,” ujarnya.

Baca Juga :  Naik Pesawat Bisa Pakai Rapid Test Antigen

Hendri menuturkan, spot yang kerap dijadikan objek foto dari udara adalah destinasi wisata yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Namun, ada juga yang memilih ”jalur” lain, yakni menyediakan jasa fotografi udara untuk pemetaan lahan. ”Sementara baru saya yang ’lari’ ke pemetaan lahan. Teman-teman yang lain masih enjoy untuk spot-spot foto tempat pariwisata,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/