25 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Segar dan Kaya Manfaat, Dulu Kerap Disalahgunakan Karena Dianggap Bertuah

KALIPURO, Radar Banyuwangi – ”Alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, maka tugas kita harus merawat dan menjaganya.” Begitu kata Bambang, salah satu pengunjung Sumber Air Penawar Sari. Namun sayang, belum semua pengunjung peduli pada kelestarian mata air yang oleh sebagian orang dianggap ”bertuah” tersebut.

Satu pria tengah sibuk. Tangan kanannya memegang sapu lidi. Sedangkan tangan kirinya sesekali memungut sampah yang terselip di akar pepohonan yang tumbuh tidak jauh dari Sumber Penawar Sari. Tepatnya, di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat siang (30/9).

Pria yang belakangan diketahui bernama Mustofa, tersebut merupakan petugas penjaga sumber air yang sejak dulu kerap dikunjungi banyak orang. Sudah lebih dari dua dekade pria berusia 45 tahun itu menjadi ”juru kunci” lokasi tersebut. Tak heran, jika dia kerap terlihat dan sering menyapa pengunjung.

Sumber Penawar Sari yang berlokasi di belakang PT Industri Kereta Api (Inka) telah lama ada. Dahulu sumber tersebut masih dikelilingi kebun kakao. Namun, setelah pabrik Inka berdiri, suasana sumber air tersebut berbeda. Tidak lagi ”angker”, justru terlihat lebih indah. Akses menuju lokasi sekarang juga lebih mudah untuk dikunjungi.

Banyak orang yang mendatangi Sumber Penawar Sari. Tujuannya beragam. Ada yang sekadar menghabiskan waktu luang, mandi, mengambil air untuk keperluan konsumsi, bahkan untuk membersihkan kendaraan.

Baca Juga :  Kisah Kesabaran Indri Syafira Merawat Penyandang Neurofibromatosis
ADA MASJIDNYA: Lokasi Sumber Penawar Sari, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (30/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)

Mustofa menuturkan, ada banyak pengunjung yang datang setiap hari untuk berbagai kepentingan. Sebagai penjaga, Mustofa selalu mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. ”Saya sudah 20 tahun lebih menjadi penjaga di sini (Sumber Penawar). Saya sedih jika melihat ada pengunjung yang tidak patuh pada aturan berkunjung,” kata dia.

Mustofa menambahkan, sampah yang berserakan cukup mengganggu kenyamanan pengunjung serta berdampak negatif pada kelestarian lingkungan. Namun sayang, tidak sedikit pengunjung yang mengabaikan kebersihan. Seperti membuang sisa makanan ke sembarang tempat. ”Kami sudah memberi tulisan peringatan di beberapa tempat, tapi kesadaran pengunjung masih kurang,” tuturnya.

Selain masalah sampah, lokasi tersebut dahulu kerap disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Seperti kalangan remaja yang biasanya datang malam hari untuk nongkrong dan minum minuman keras.

Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Penawar Sari Abdul Karim menambahkan, pada perkembangan berikutnya, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan mulai terbentuk.

Selain itu, Karim dan masyarakat sekitar membentuk semacam kelompok masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang meresahkan. Termasuk, mencegah tempat tersebut digunakan sebagai arena mabuk-mabukan dan tindakan-tindakan negatif lain. ”Masyarakat sekitar akhirnya kompak untuk menjaga Sumber Penawar Sari,” imbuhnya.

Singkat cerita, dukungan terhadap upaya pelestarian Sumber Penawar pun terus mengalir. Tidak terkecuali dari pemerintah desa (pemdes) setempat, yakni Pemdes Ketapang. ”Alhamdulillah, Pemdes Ketapang mendukung sekali atas pelestarian lingkungan di sumber ini,” ungkapnya seraya tersenyum.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana Alam, Rutin Keruk Sedimen Sungai

Air dari Sumber Penawar Sari memang terkenal segar. Selain itu, banyak yang meyakini air dari sumber yang satu ini berkhasiat baik untuk kesehatan. Maka, tak heran banyak orang dari luar daerah yang jauh-jauh datang hanya untuk mengambil air.

Seperti dilontarkan salah satu pengunjung asal Situbondo, yakni Abu. Menurut dia, air dari Sumber Penawar Sari benar-benar segar. Bahkan, dia menyempatkan datang dari kabupaten tetangga tersebut untuk sekadar merasakan air tersebut. ”Ternyata memang segar, tubuh saya rasanya tambah bugar,” akunya.

Pengunjung lain, Bambang menuturkan, air dari sumber tersebut berbeda dengan air mineral yang biasanya dikemas dengan galon. Dia menyebut kesegaran air sumber ini luar biasa. ”Kalau air isi ulang, jika disimpan sepekan biasanya galonnya sudah berlumut, tapi air di Penawar tidak berlumut dan masih segar,” ujar pria yang mengaku sepekan sekali mengambil air di Sumber Penawar tersebut.

Bambang menambahkan, masyarakat hendaknya turut mendukung pemerintah setempat dengan menaati aturan berkunjung. Sebab, menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap orang. ”Sekali lagi, alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, tugas kita yang merawat dan menjaga alam ini,” pungkasnya. (cw2/sgt/c1)

KALIPURO, Radar Banyuwangi – ”Alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, maka tugas kita harus merawat dan menjaganya.” Begitu kata Bambang, salah satu pengunjung Sumber Air Penawar Sari. Namun sayang, belum semua pengunjung peduli pada kelestarian mata air yang oleh sebagian orang dianggap ”bertuah” tersebut.

Satu pria tengah sibuk. Tangan kanannya memegang sapu lidi. Sedangkan tangan kirinya sesekali memungut sampah yang terselip di akar pepohonan yang tumbuh tidak jauh dari Sumber Penawar Sari. Tepatnya, di Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat siang (30/9).

Pria yang belakangan diketahui bernama Mustofa, tersebut merupakan petugas penjaga sumber air yang sejak dulu kerap dikunjungi banyak orang. Sudah lebih dari dua dekade pria berusia 45 tahun itu menjadi ”juru kunci” lokasi tersebut. Tak heran, jika dia kerap terlihat dan sering menyapa pengunjung.

Sumber Penawar Sari yang berlokasi di belakang PT Industri Kereta Api (Inka) telah lama ada. Dahulu sumber tersebut masih dikelilingi kebun kakao. Namun, setelah pabrik Inka berdiri, suasana sumber air tersebut berbeda. Tidak lagi ”angker”, justru terlihat lebih indah. Akses menuju lokasi sekarang juga lebih mudah untuk dikunjungi.

Banyak orang yang mendatangi Sumber Penawar Sari. Tujuannya beragam. Ada yang sekadar menghabiskan waktu luang, mandi, mengambil air untuk keperluan konsumsi, bahkan untuk membersihkan kendaraan.

Baca Juga :  Sungai Kotor Disulap Jadi Kolam Ikan Patin, Kini Jadi Ladang Penghasilan Warga
ADA MASJIDNYA: Lokasi Sumber Penawar Sari, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (30/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)

Mustofa menuturkan, ada banyak pengunjung yang datang setiap hari untuk berbagai kepentingan. Sebagai penjaga, Mustofa selalu mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam. ”Saya sudah 20 tahun lebih menjadi penjaga di sini (Sumber Penawar). Saya sedih jika melihat ada pengunjung yang tidak patuh pada aturan berkunjung,” kata dia.

Mustofa menambahkan, sampah yang berserakan cukup mengganggu kenyamanan pengunjung serta berdampak negatif pada kelestarian lingkungan. Namun sayang, tidak sedikit pengunjung yang mengabaikan kebersihan. Seperti membuang sisa makanan ke sembarang tempat. ”Kami sudah memberi tulisan peringatan di beberapa tempat, tapi kesadaran pengunjung masih kurang,” tuturnya.

Selain masalah sampah, lokasi tersebut dahulu kerap disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Seperti kalangan remaja yang biasanya datang malam hari untuk nongkrong dan minum minuman keras.

Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Penawar Sari Abdul Karim menambahkan, pada perkembangan berikutnya, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan mulai terbentuk.

Selain itu, Karim dan masyarakat sekitar membentuk semacam kelompok masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang meresahkan. Termasuk, mencegah tempat tersebut digunakan sebagai arena mabuk-mabukan dan tindakan-tindakan negatif lain. ”Masyarakat sekitar akhirnya kompak untuk menjaga Sumber Penawar Sari,” imbuhnya.

Singkat cerita, dukungan terhadap upaya pelestarian Sumber Penawar pun terus mengalir. Tidak terkecuali dari pemerintah desa (pemdes) setempat, yakni Pemdes Ketapang. ”Alhamdulillah, Pemdes Ketapang mendukung sekali atas pelestarian lingkungan di sumber ini,” ungkapnya seraya tersenyum.

Baca Juga :  Pemkab Sediakan Angkutan Wisata Gratis

Air dari Sumber Penawar Sari memang terkenal segar. Selain itu, banyak yang meyakini air dari sumber yang satu ini berkhasiat baik untuk kesehatan. Maka, tak heran banyak orang dari luar daerah yang jauh-jauh datang hanya untuk mengambil air.

Seperti dilontarkan salah satu pengunjung asal Situbondo, yakni Abu. Menurut dia, air dari Sumber Penawar Sari benar-benar segar. Bahkan, dia menyempatkan datang dari kabupaten tetangga tersebut untuk sekadar merasakan air tersebut. ”Ternyata memang segar, tubuh saya rasanya tambah bugar,” akunya.

Pengunjung lain, Bambang menuturkan, air dari sumber tersebut berbeda dengan air mineral yang biasanya dikemas dengan galon. Dia menyebut kesegaran air sumber ini luar biasa. ”Kalau air isi ulang, jika disimpan sepekan biasanya galonnya sudah berlumut, tapi air di Penawar tidak berlumut dan masih segar,” ujar pria yang mengaku sepekan sekali mengambil air di Sumber Penawar tersebut.

Bambang menambahkan, masyarakat hendaknya turut mendukung pemerintah setempat dengan menaati aturan berkunjung. Sebab, menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap orang. ”Sekali lagi, alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, tugas kita yang merawat dan menjaga alam ini,” pungkasnya. (cw2/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/