alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Dari Keruk Sungai, Hingga Tanam Mangrove di Pantai

Banjir yang menimpa Wonorejo, Banyuputih, 8 Februari lalu masih menyisakan trauma mendalam. Mereka tak ingin kejadian serupa kembali terulang. Berbagai upaya pun dilakukan. Yang terpenting banjir tidak kembali datang.

IZZUL MUTTAQIN, Banyuputih.

Banyak cara yang dilakukan masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih untuk mendanggulangi banjir. Dari mengeruk sungai Bajulmati, Hingga menanam Mangrove di Pantai Pandean.

Pembina kelompok Scout Peduli Lingkungan (SPL) Wonorejo, Suhardi Prayuda mengatakan, masyarakat sangat antusias melakukan penanaman bibit pohon bakau. Menurutnya, tujuan penanaman itu untuk meminimalisir naiknya air laut jika gelombang pasang. Selain itu,  untuk menjaga tanaman dan pemukiman warga yang ada disekitar pantai.

“Semakin tahun garis pantai semakin mengikis area pertanian dan pemukiman. Untuk menanggulanginya, masyarakat setempat yang dibantu aparat desa melakukan penanaman ini. Selain itu, kami dari SPL juga turut berpartisipasi. Yang  jelas ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam kegiatan ini, ” ungkapnya.

Dia menyampaikan, setelah ditanam, akan ada pemantauan secara berkelanjutan. Bahkan, dia akan membuat jadwal untuk tim pemantau mangrove. “ Nantinya akan ada kegiatan  pemeliharaan bibit pohon bakau. Kami dari SPL akan bekerjasama dengan karang taruna untuk membuat tim pengontrol. Nanti kita bagi jadwalnya. Karena kami sudah bertekad  untuk terus peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, kepala Resort Pantai Pandean, Haji Nur Adi, berterimakasih terhadap perhatian masyarakat terhadap pantai pandean. “Saya sangat mengapresiasi terhadap ide dan gagasan anak-anak Wonorejo. Saya pastikan, pemerintah dan instansi seperti TN Baluran akan selalu siap membantu  dan menfasilitasi kebutuhan warga. Khususnya terhadap kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti sekrang ini,” terangnya.

Menurut Adi, hal yang sangat mengesankan dalam kegiatan ini adalah keterlibatan anak muda yang perhatian terhadap alam. “Sebagian besar yang ikut dalam penanaman ini adalah anak muda. dan itu adalah hal yang luar biasa. Karena biasanya, pemuda terkesan tak acuh. Namun melihat para pemuda dari SPL dan Karang Taruna ini, saya kembali berpandangan positif ,” jelasnya.

Selain penanaman Mangrove, sebelumnya masyarakat Pandean juga melakukan pengerukan terhadap Sungai Bajulmati. Tujuaannya hampir sama. Untuk menanggulangi terjadinya banjir.

 “Sebelumnya juga dilaksanakan kegiatan yang serupa. Namun fokus pada pengerukan sungai Bajulmati. Tujuannya sama. Untuk menjaga desa Wonorejo dari bencana banjir . baik itu dari laut maupun sungai,” terang Fatoni, Sekdes Wonorejo.

Akan tetapi, kata Fatoni, pada pelaksaan pengerukan tersebut, tidak hanya dilaksanakan oleh pemuda Wonorejo. Melainkan desa juga bekerjasama dengan pihak luar. “Yang mengadakan pengerukan adalah Dinas Pengairan di bawah naungan UPT Bondowoso. Namun warga juga ikut membantu. Intinya bahu membahu untuk mrnjaga Wonorejo,” terang Fatoni. (pri)

Banjir yang menimpa Wonorejo, Banyuputih, 8 Februari lalu masih menyisakan trauma mendalam. Mereka tak ingin kejadian serupa kembali terulang. Berbagai upaya pun dilakukan. Yang terpenting banjir tidak kembali datang.

IZZUL MUTTAQIN, Banyuputih.

Banyak cara yang dilakukan masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih untuk mendanggulangi banjir. Dari mengeruk sungai Bajulmati, Hingga menanam Mangrove di Pantai Pandean.

Pembina kelompok Scout Peduli Lingkungan (SPL) Wonorejo, Suhardi Prayuda mengatakan, masyarakat sangat antusias melakukan penanaman bibit pohon bakau. Menurutnya, tujuan penanaman itu untuk meminimalisir naiknya air laut jika gelombang pasang. Selain itu,  untuk menjaga tanaman dan pemukiman warga yang ada disekitar pantai.

“Semakin tahun garis pantai semakin mengikis area pertanian dan pemukiman. Untuk menanggulanginya, masyarakat setempat yang dibantu aparat desa melakukan penanaman ini. Selain itu, kami dari SPL juga turut berpartisipasi. Yang  jelas ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam kegiatan ini, ” ungkapnya.

Dia menyampaikan, setelah ditanam, akan ada pemantauan secara berkelanjutan. Bahkan, dia akan membuat jadwal untuk tim pemantau mangrove. “ Nantinya akan ada kegiatan  pemeliharaan bibit pohon bakau. Kami dari SPL akan bekerjasama dengan karang taruna untuk membuat tim pengontrol. Nanti kita bagi jadwalnya. Karena kami sudah bertekad  untuk terus peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, kepala Resort Pantai Pandean, Haji Nur Adi, berterimakasih terhadap perhatian masyarakat terhadap pantai pandean. “Saya sangat mengapresiasi terhadap ide dan gagasan anak-anak Wonorejo. Saya pastikan, pemerintah dan instansi seperti TN Baluran akan selalu siap membantu  dan menfasilitasi kebutuhan warga. Khususnya terhadap kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti sekrang ini,” terangnya.

Menurut Adi, hal yang sangat mengesankan dalam kegiatan ini adalah keterlibatan anak muda yang perhatian terhadap alam. “Sebagian besar yang ikut dalam penanaman ini adalah anak muda. dan itu adalah hal yang luar biasa. Karena biasanya, pemuda terkesan tak acuh. Namun melihat para pemuda dari SPL dan Karang Taruna ini, saya kembali berpandangan positif ,” jelasnya.

Selain penanaman Mangrove, sebelumnya masyarakat Pandean juga melakukan pengerukan terhadap Sungai Bajulmati. Tujuaannya hampir sama. Untuk menanggulangi terjadinya banjir.

 “Sebelumnya juga dilaksanakan kegiatan yang serupa. Namun fokus pada pengerukan sungai Bajulmati. Tujuannya sama. Untuk menjaga desa Wonorejo dari bencana banjir . baik itu dari laut maupun sungai,” terang Fatoni, Sekdes Wonorejo.

Akan tetapi, kata Fatoni, pada pelaksaan pengerukan tersebut, tidak hanya dilaksanakan oleh pemuda Wonorejo. Melainkan desa juga bekerjasama dengan pihak luar. “Yang mengadakan pengerukan adalah Dinas Pengairan di bawah naungan UPT Bondowoso. Namun warga juga ikut membantu. Intinya bahu membahu untuk mrnjaga Wonorejo,” terang Fatoni. (pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/