RadarBanyuwangi.id – Inovasi dan kreasi anak muda yang dikemas dalam program Jagoan Banyuwangi mencapai puncaknya.
Para jagoan dalam tiga program inti diumumkan dalam Awarding Ceremony di Agro Wisata Tamansuruh (AWT) Rabu sore (13/9).
Jagoan Banyuwangi memiliki tiga program inti, yaitu Jagoan Tani, Jagoan Digital, dan Jagoan Bisnis. Para pemenang berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan.
Jagoan Banyuwangi kemarin dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani, Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP), dan Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI).
Hadir pula pimpinan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi, Bank Indonesia (BI) Jember, Bank Jatim, dan BNI Cabang Banyuwangi serta ketua HIPMI dan KADIN.
Turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. Yang menarik, Konsulat Jenderal Australia untuk Indonesia di Surabaya Fiona Hoggart ikut hadir dalam awarding tersebut.
Jagoan Tani diselenggarakan Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan). Setelah melalui berbagai tahap penilaian, terjaring sepuluh tim terbaik. Selanjutnya, panitia menentukan satu tim sebagai juara.
Kepala Dispertan Ilham Juanda melalui Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Abdul Halim mengatakan, tim-tim peserta telah melakukan sesi pitching atau pemaparan ide bisnis di hadapan Bupati Ipuk Fiestiandani. Setelah itu, seluruh panitia melakukan verifikasi lapang selama tiga hari pada awal Agustus.
Sebelum melakukan presentasi, para peserta telah mengikuti mentoring secara offline pada 20–21 Juli.
Mereka digembleng oleh mentor yang berpengalaman di bidangnya, antara lain Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Prof Mangku Purnomo, Founder Jagoan Indonesia & PiknikHub Dias Satria, Founder Let’s Play Indonesia Arif Bawono, CEO PT Sirtanio Organik Indonesia Ahmed Tessario, dan Founder Ais Coffee Azmi Zakki.
Bupati Ipuk mengatakan, para juara Jagoan Banyuwangi adalah cikal bakal perubahan. Dia berharap, para juara dari masing-masing program dapat membakar semangat masa depan.
Tentunya dengan kekuatan yang mendorong Banyuwangi dan bahkan dunia menuju kemajuan yang lebih baik.
Ipuk mengaku sangat bersyukur karena program Jagoan Banyuwangi telah konsisten dilaksanakan dan berjalan hingga dua tahun.
Sejauh ini program tersebut menghasilkan lebih dari 1.000 entrepreneurs dan melibatkan tidak kurang 50 mentor lokal dan nasional.
Selain itu, inkubasi bisnis yang dikembangkan Jagoan Banyuwangi diharapkan dapat melahirkan entrepreneurs lokal yang mampu bersaing di dunia global.
”Saya berharap para alumni Jagoan Banyuwangi mampu berkiprah yang memberi dampak dan manfaat besar dalam mengubah perkembangan Banyuwangi,” harapnya.
Founder Jagoan Indonesia Dias Satria mengatakan, program Jagoan Banyuwangi yang terselenggara tiap tahunnya selalu menampilkan inovasi.
Program pionir dan satu-satunya di Indonesia tersebut hingga saat ini selalu mengutamakan local heroes atau pahlawan ekonomi lokal di Bumi Blambangan.
Harapannya, tidak lain untuk lebih meningkatkan lagi dampak pada generasi muda Banyuwangi dan bertanggung jawab secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
”Sesuai visi serta misi bupati, kami ingin meningkatkan kreativitas serta memberdayakan generasi muda agar mampu berdiri di kaki sendiri dan membangun lapangan kerja untuk sekitar,” kata Dias.
Konsulat Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart mengaku bangga bisa hadir dalam awarding Jagoan Banyuwangi. Dia mengatakan event seperti ini sangat inspiratif.
”Terima kasih atas undangan yang telah diberikan. Saya sangat senang hadir di sini. Suasananya menyenangkan, berbagai suguhan dan tarian bisa saya nikmati. Saya berharap ke depan Banyuwangi dapat lebih berkembang dan bisa memulai kerja sama yang lain dengan baik,” tandasnya. (tar/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin