alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Judul Pentigraf Boleh Berbeda dari Puisi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Lomba penulisan Pentigraf atau cerpen tiga paragraf yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Banyuwangi. Sehingga lomba Pentigraf ini benar-benar menjadi sebuah tantangan baru dan imajinasi baru dalam ilmu sastra Banyuwangi.

Dalam lomba Pentigraf ini peserta diminta membuat karya cerpen berdasar saduran dari salah satu puisi yang ada dalam buku Ribang Kala Aksa karya H Samsudin Adlawi. Judul Pentigraf juga tidak harus sama dengan judul puisi yang jadi bahan saduran. Bisa ditambah atau bisa juga diganti. Yang terpenting harus sesuai dengan tema saduran dari puisi tersebut.  

Baca Juga :  Puluhan Karya Sudah Diterima Panitia

Selain lomba Pentigraf, ada juga lomba penulisan Putiba (puisi tiga bait) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Peserta cukup membuat puisi sepanjang tiga bait dengan mengambil tema ”Gotong Royong Melawan Covid-19”.

Baik karya Pentigraf maupun Putiba, yang diserahkan ke panitia adalah softcopy atau karya berbentuk file. Naskah diketik menggunakan format MS Word sehingga file. Diketik menggunakan tipe huruf Times New Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.

File langsung dikirim melalui surat elektronik (surel) atau email ke alamat radarbwieven@gmail.com. Dalam subjek email tulis PUTIBA atau PENTIGRAF, disesuaikan dengan kategori lomba yang diikuti. Jangan lupa sertakan pula identitas diri seperti nama lengkap, asal sekolah, dan nomor WhatsApp.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun, Polwan Diminta untuk Jadi Teladan Masyarakat

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Lomba penulisan Pentigraf atau cerpen tiga paragraf yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Banyuwangi. Sehingga lomba Pentigraf ini benar-benar menjadi sebuah tantangan baru dan imajinasi baru dalam ilmu sastra Banyuwangi.

Dalam lomba Pentigraf ini peserta diminta membuat karya cerpen berdasar saduran dari salah satu puisi yang ada dalam buku Ribang Kala Aksa karya H Samsudin Adlawi. Judul Pentigraf juga tidak harus sama dengan judul puisi yang jadi bahan saduran. Bisa ditambah atau bisa juga diganti. Yang terpenting harus sesuai dengan tema saduran dari puisi tersebut.  

Baca Juga :  Tetap Bersih di Tengah Pandemi Covid-19

Selain lomba Pentigraf, ada juga lomba penulisan Putiba (puisi tiga bait) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Peserta cukup membuat puisi sepanjang tiga bait dengan mengambil tema ”Gotong Royong Melawan Covid-19”.

Baik karya Pentigraf maupun Putiba, yang diserahkan ke panitia adalah softcopy atau karya berbentuk file. Naskah diketik menggunakan format MS Word sehingga file. Diketik menggunakan tipe huruf Times New Roman dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.

File langsung dikirim melalui surat elektronik (surel) atau email ke alamat radarbwieven@gmail.com. Dalam subjek email tulis PUTIBA atau PENTIGRAF, disesuaikan dengan kategori lomba yang diikuti. Jangan lupa sertakan pula identitas diri seperti nama lengkap, asal sekolah, dan nomor WhatsApp.

Baca Juga :  Puluhan Karya Sudah Diterima Panitia

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/