alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Produksi Melimpah, Ipuk Dorong Warga Perbanyak Konsumsi Ikan

GENTENG, Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus mendorong konsumsi ikan oleh masyarakat. Selain untuk kecukupan gizi warga, gerakan ini dilakukan untuk menggeliatkan sektor perikanan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Salah satunya melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Yang terbaru, program ini digeber di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin (27/6) lalu.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di kalangan masyarakat dengan cara-cara kreatif. Ikan diyakini memiliki kandungan gizi yang sangat bagus. Di satu sisi, kekayaan ikan di Banyuwangi juga melimpah.

Dikatakan, ikan merupakan sumber pangan kaya protein dan omega 3. Konsumsi ikan sangat penting terlebih bagi ibu hamil dan balita. ”Di sisi lain, produksi ikan Banyuwangi sangat berlimpah. Mulai ikan tangkapan hingga ikan hasil budi daya. Maka, sayang sekali kalau konsumsi kita tidak optimal,” ujarnya.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan tersebut, Ipuk menggerakkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dasawisma untuk turun langsung mengajak warga mengonsumsi ikan. ”Kader-kader harus turun, ajak ibu hamil dan balita untuk makan ikan. Protein yang terkandung di ikan sangat bagus, ini bisa cegah stunting. Ini penting,” imbau mantan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi tersebut.

Baca Juga :  Bantu Biaya Pengobatan untuk Azril

Ipuk menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi ikan dengan berbagai program yang kreatif. Selain lewat kampanye Gemarikan, Banyuwangi mengajak warganya melakukan budi daya ikan dengan memanfaatkan area di lingkungan sekitar. Seperti yang terlihat di Desa Kaligondo yang terdapat banyak kolam budi daya ikan.

”Ini adalah bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan warga. Di masa pandemi ini, kita harus lebih kreatif sehingga bisa tetap produktif dalam situasi sulit ini. Manfaatkan pekarangan sekitar untuk ternak lele, ikan nila. Jadi, paling tidak kita bisa konsumsi ikan seminggu tiga kali,” ajak Ipuk.

Ipuk juga berharap dinas terkait mengenalkan berbagai keterampilan pengolahan ikan melalui berbagai pelatihan. ”Ini tadi saya lihat ada dendeng lemuru, abon ikan laut. Dengan diversifikasi produk semacam ini, anak-anak akan semakin gemar makan ikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Peserta Bebas Berkreasi

Kepala Dinas Perikanan Alief Kartiono menambahkan, sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Banyuwangi. Tingkat konsumsi ikan di Banyuwangi saat ini di angka 36,36 persen. ”Harapan kami bisa terus meningkat, kalau bisa di angka 50 persen. Mengingat kita merupakan salah satu daerah penghasil ikan, baik tangkap maupun budi daya,” ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya memberikan bantuan benih ikan kepada pembudi daya ikan. ”Kami juga berikan bantuan alat. Juga menggelar pelatihan makanan berbasis ikan. Tujuannya, mendorong kreativitas ibu-ibu dalam mengolah ikan untuk menambah selera keluarga, juga diharapkan bisa menjadi bekal membuka usaha baru,” kata Alief.

Dalam kesempatan itu, Ipuk melakukan penebaran ribuan benih ikan nila di salah satu kolam budi daya milik warga setempat. (sgt/aif/c1)

GENTENG, Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus mendorong konsumsi ikan oleh masyarakat. Selain untuk kecukupan gizi warga, gerakan ini dilakukan untuk menggeliatkan sektor perikanan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Salah satunya melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Yang terbaru, program ini digeber di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin (27/6) lalu.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, pemkab terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di kalangan masyarakat dengan cara-cara kreatif. Ikan diyakini memiliki kandungan gizi yang sangat bagus. Di satu sisi, kekayaan ikan di Banyuwangi juga melimpah.

Dikatakan, ikan merupakan sumber pangan kaya protein dan omega 3. Konsumsi ikan sangat penting terlebih bagi ibu hamil dan balita. ”Di sisi lain, produksi ikan Banyuwangi sangat berlimpah. Mulai ikan tangkapan hingga ikan hasil budi daya. Maka, sayang sekali kalau konsumsi kita tidak optimal,” ujarnya.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan tersebut, Ipuk menggerakkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dasawisma untuk turun langsung mengajak warga mengonsumsi ikan. ”Kader-kader harus turun, ajak ibu hamil dan balita untuk makan ikan. Protein yang terkandung di ikan sangat bagus, ini bisa cegah stunting. Ini penting,” imbau mantan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi tersebut.

Baca Juga :  Pak Ratno Bawa Satu Mobil Boks Penuh Buku

Ipuk menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi ikan dengan berbagai program yang kreatif. Selain lewat kampanye Gemarikan, Banyuwangi mengajak warganya melakukan budi daya ikan dengan memanfaatkan area di lingkungan sekitar. Seperti yang terlihat di Desa Kaligondo yang terdapat banyak kolam budi daya ikan.

”Ini adalah bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan warga. Di masa pandemi ini, kita harus lebih kreatif sehingga bisa tetap produktif dalam situasi sulit ini. Manfaatkan pekarangan sekitar untuk ternak lele, ikan nila. Jadi, paling tidak kita bisa konsumsi ikan seminggu tiga kali,” ajak Ipuk.

Ipuk juga berharap dinas terkait mengenalkan berbagai keterampilan pengolahan ikan melalui berbagai pelatihan. ”Ini tadi saya lihat ada dendeng lemuru, abon ikan laut. Dengan diversifikasi produk semacam ini, anak-anak akan semakin gemar makan ikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Koppiwangi Gelar Seminar FISE

Kepala Dinas Perikanan Alief Kartiono menambahkan, sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Banyuwangi. Tingkat konsumsi ikan di Banyuwangi saat ini di angka 36,36 persen. ”Harapan kami bisa terus meningkat, kalau bisa di angka 50 persen. Mengingat kita merupakan salah satu daerah penghasil ikan, baik tangkap maupun budi daya,” ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan masyarakat, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya memberikan bantuan benih ikan kepada pembudi daya ikan. ”Kami juga berikan bantuan alat. Juga menggelar pelatihan makanan berbasis ikan. Tujuannya, mendorong kreativitas ibu-ibu dalam mengolah ikan untuk menambah selera keluarga, juga diharapkan bisa menjadi bekal membuka usaha baru,” kata Alief.

Dalam kesempatan itu, Ipuk melakukan penebaran ribuan benih ikan nila di salah satu kolam budi daya milik warga setempat. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/