alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Disii Tadarus Alquran dan Menangkal Berita Gubab

BANYUWANGI Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan Ramadan. Salah satunya kegiatan Pondok Ramadan yang dilakoni anak-anak siswa SDN 1 Lateng, Minggu (24/4).

Rangkaian Pondok Ramadan tidak hanya dipusatkan di sekolah. Para siswa diajak belajar di luar sekolah, tepatnya di Gedung Grha Pena kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) di Jalan Brawijaya Nomor 77 Banyuwangi.

Peserta Pondok Ramadan mendapat beragam materi, mulai dari tadarus Alquran, ilmu pengetahuan agama, hingga ilmu jurnalistik dan menangkal informansi hoaks alias gubab.

Kegiatan Pondok Ramadan dibuka dengan penampilan group hadrah yang juga dimainkan oleh siswa SDN 1 Lateng.

Kepala SDN 1 Lateng Banyuwangi Lina Kamalin mengatakan, kegiatan Pondok Ramadan merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan. “Tahun ini merupakan tahun kedua mengawali kegiatan di masa pandemi dan dijadikan kerjasama yang berkelanjutan,” ungkap Lina.

Kegiatan kali ini dihadiri Pengawas Gugus 01, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), guru kelas, hingga Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Banyuwangi. “Kegiatan seperti ini untuk memfasilitasi sisi publik, akademis, serta  mengasah kemampuan anak-anak. Selain mengikuti tadarus Alquran juga dibekali ilmu pengetahuan cara menulis dan menangkal berita hoaks dari tim Jawa Pos Radar Banyuwangi,” kata Lina.

Kegiatan keagamaan seperti itu, kata Lina, sebelumnya sudah dilaksanakan di sekolah mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. “Kami harapkan ada evaluasi, bagaimana setelah rangkaian acara tentu ada dampak yang betul-betul berpihak kepada murid untuk meningkatkan iman dan taqwa dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” jelasnya.

 Pengawas Pendidikan Agam Islam (PAI) Imam Ghazali mengatakan, bulan puasa adalah bulan tarbiyah atau bulan pendidikan, ykni mendidik insan menjadi orang yang sabar. Betapa tidak, mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan bertahan tidak makan, tidak minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa. “Maka harus bersabar, karena puasa ini dapat membentuk orang leih sabar dan orang sabar itu kekasih Allah SWT,” tuturnya.

Yang lebih penting, ketika bulan Ramadan berlangsung, bisa diisi dengan kegiatan yang luar biasa, mulai salat malam, tadarus Alquran, sedekah, dan amalan-amalan ibadah lainnya. “Justru bagaimana sesudah bulan Ramadan ini berlalu, kita tetap melaksanakan amalan-amalan ibadah yang kita kerjakan saat di bulan Ramadan secara terus menerus,” pungkasnya.

Usai mendnegarkan ceramah, siswa selanjutnya secara  berkelompok melaksanakan tadarus Alquran. Satu kelompok yang berjumlah dua hingga tiga orang anak diminta untuk membaca Alquran. Setelah melaksanakan tadarus,  siswa mendapatkan materi mengenai jurnalistik yang disampaikan oleh Desy Ariyani, copy editor Bahasa Jawa Pos Radar Banyuwangi.

“Anak-anak harus lebih bijak bermedia sosial, saring dulu sebelum sharing. Jangan mudah percaya, cek dulu kebenaran informasinya,” pesan  Desy. Acara Pondok Ramadan ditutup dengan salat dzuhur berjamaah yang dilaksanakan di Seblang Room kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. 

BANYUWANGI Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan Ramadan. Salah satunya kegiatan Pondok Ramadan yang dilakoni anak-anak siswa SDN 1 Lateng, Minggu (24/4).

Rangkaian Pondok Ramadan tidak hanya dipusatkan di sekolah. Para siswa diajak belajar di luar sekolah, tepatnya di Gedung Grha Pena kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) di Jalan Brawijaya Nomor 77 Banyuwangi.

Peserta Pondok Ramadan mendapat beragam materi, mulai dari tadarus Alquran, ilmu pengetahuan agama, hingga ilmu jurnalistik dan menangkal informansi hoaks alias gubab.

Kegiatan Pondok Ramadan dibuka dengan penampilan group hadrah yang juga dimainkan oleh siswa SDN 1 Lateng.

Kepala SDN 1 Lateng Banyuwangi Lina Kamalin mengatakan, kegiatan Pondok Ramadan merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan. “Tahun ini merupakan tahun kedua mengawali kegiatan di masa pandemi dan dijadikan kerjasama yang berkelanjutan,” ungkap Lina.

Kegiatan kali ini dihadiri Pengawas Gugus 01, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), guru kelas, hingga Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Banyuwangi. “Kegiatan seperti ini untuk memfasilitasi sisi publik, akademis, serta  mengasah kemampuan anak-anak. Selain mengikuti tadarus Alquran juga dibekali ilmu pengetahuan cara menulis dan menangkal berita hoaks dari tim Jawa Pos Radar Banyuwangi,” kata Lina.

Kegiatan keagamaan seperti itu, kata Lina, sebelumnya sudah dilaksanakan di sekolah mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. “Kami harapkan ada evaluasi, bagaimana setelah rangkaian acara tentu ada dampak yang betul-betul berpihak kepada murid untuk meningkatkan iman dan taqwa dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” jelasnya.

 Pengawas Pendidikan Agam Islam (PAI) Imam Ghazali mengatakan, bulan puasa adalah bulan tarbiyah atau bulan pendidikan, ykni mendidik insan menjadi orang yang sabar. Betapa tidak, mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan bertahan tidak makan, tidak minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa. “Maka harus bersabar, karena puasa ini dapat membentuk orang leih sabar dan orang sabar itu kekasih Allah SWT,” tuturnya.

Yang lebih penting, ketika bulan Ramadan berlangsung, bisa diisi dengan kegiatan yang luar biasa, mulai salat malam, tadarus Alquran, sedekah, dan amalan-amalan ibadah lainnya. “Justru bagaimana sesudah bulan Ramadan ini berlalu, kita tetap melaksanakan amalan-amalan ibadah yang kita kerjakan saat di bulan Ramadan secara terus menerus,” pungkasnya.

Usai mendnegarkan ceramah, siswa selanjutnya secara  berkelompok melaksanakan tadarus Alquran. Satu kelompok yang berjumlah dua hingga tiga orang anak diminta untuk membaca Alquran. Setelah melaksanakan tadarus,  siswa mendapatkan materi mengenai jurnalistik yang disampaikan oleh Desy Ariyani, copy editor Bahasa Jawa Pos Radar Banyuwangi.

“Anak-anak harus lebih bijak bermedia sosial, saring dulu sebelum sharing. Jangan mudah percaya, cek dulu kebenaran informasinya,” pesan  Desy. Acara Pondok Ramadan ditutup dengan salat dzuhur berjamaah yang dilaksanakan di Seblang Room kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/