alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Festival Hadrah Diikuti 50 Grup

BANYUWANGI –  Festival Hadrah Pelajar 2018 akan diikuti pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK/MA Jawa dan Bali. Madrasah Aliyah (MA) Muniroh, Blora Jawa Tengah, SMKN I Cengkareng DKI Jakarta, SMA Excellent Al Yasin Pasuruan, SMKN I Rembang, dan MA Salafiyah Buleleng Bali juga memastikan ikut ambil bagian dalam Festival Hadrah tahun ini.

Festival ini akan digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (26-27 Mei), di depan kantor pemkab Banyuwangi. ”Kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian khas Islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam. Seni ’terbang’ yang berirama menghentak, rancak, dan variatif membuat kesenian menjadi alternatif baru bagi anak muda dalam bermain musik,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas.

Hingga detik ini, hadrah yang berasal dari Kota Banjar ini mulai banyak diminati pelajar dan bahkan menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, pondok pesantren, maupun sejumlah perguruan tinggi. Festival ini merupakan salah satu cara Banyuwangi untuk terus menumbuhkan semangat anak-anak muda dalam berkarya, dan mengeksplorasi bakat musik Islaminya. 

Anas mengatakan, Banyuwangi ingin musik Islami terus tumbuh di kalangan para pelajar. Apalagi potensi bermusik hadrah di lingkungan pelajar saat ini mulai cukup besar.

Selain itu, kata Anas, ajang ini juga bisa sebagai sarana konsolidasi dan silaturahmi antarpelajar. ”Dengan ajang ini mereka bisa mengukur kemampuannya yang tidak hanya jago di lingkungan sendiri, tapi bisa beradu dan bersanding dengan pelajar yang lain untuk bertukar pengalaman memainkan musik religi,” ujarnya.  

Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, dalam festival ini ada 131 grup tingkat SMP hingga SMA/MA dari Jawa dan Bali yang telah mendaftar. Setelah melalui tahap seleksi ketat tinggal 50 grup terbaik yang bisa tampil di festival ini.

Setiap grup terdiri dari 10 pelajar ini akan membawakan dua lagu, yang pertama sholawat dengan iringan musik albanjari (hadrah dan bass). Lagu kedua, lagunya bebas yang dikolaborasikan dengan musik nonelektrik (perkusi). Seperti keplak, marawis, calte, dumbuk, jimbe, bas, tamborin, dan tamtam. ”Mereka ini akan tampil kurang lebih 12 menit di atas panggung. Festival ini dimulai dari pukul 08.00-22.00 WIB. Mereka yang tampil akan membawa suporter. Sambil menunggu bisa ngaji atau ibadah lainnya di masjid lingkungan pemkab,” katanya.(afi) 

BANYUWANGI –  Festival Hadrah Pelajar 2018 akan diikuti pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK/MA Jawa dan Bali. Madrasah Aliyah (MA) Muniroh, Blora Jawa Tengah, SMKN I Cengkareng DKI Jakarta, SMA Excellent Al Yasin Pasuruan, SMKN I Rembang, dan MA Salafiyah Buleleng Bali juga memastikan ikut ambil bagian dalam Festival Hadrah tahun ini.

Festival ini akan digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (26-27 Mei), di depan kantor pemkab Banyuwangi. ”Kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian khas Islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam. Seni ’terbang’ yang berirama menghentak, rancak, dan variatif membuat kesenian menjadi alternatif baru bagi anak muda dalam bermain musik,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas.

Hingga detik ini, hadrah yang berasal dari Kota Banjar ini mulai banyak diminati pelajar dan bahkan menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, pondok pesantren, maupun sejumlah perguruan tinggi. Festival ini merupakan salah satu cara Banyuwangi untuk terus menumbuhkan semangat anak-anak muda dalam berkarya, dan mengeksplorasi bakat musik Islaminya. 

Anas mengatakan, Banyuwangi ingin musik Islami terus tumbuh di kalangan para pelajar. Apalagi potensi bermusik hadrah di lingkungan pelajar saat ini mulai cukup besar.

Selain itu, kata Anas, ajang ini juga bisa sebagai sarana konsolidasi dan silaturahmi antarpelajar. ”Dengan ajang ini mereka bisa mengukur kemampuannya yang tidak hanya jago di lingkungan sendiri, tapi bisa beradu dan bersanding dengan pelajar yang lain untuk bertukar pengalaman memainkan musik religi,” ujarnya.  

Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, dalam festival ini ada 131 grup tingkat SMP hingga SMA/MA dari Jawa dan Bali yang telah mendaftar. Setelah melalui tahap seleksi ketat tinggal 50 grup terbaik yang bisa tampil di festival ini.

Setiap grup terdiri dari 10 pelajar ini akan membawakan dua lagu, yang pertama sholawat dengan iringan musik albanjari (hadrah dan bass). Lagu kedua, lagunya bebas yang dikolaborasikan dengan musik nonelektrik (perkusi). Seperti keplak, marawis, calte, dumbuk, jimbe, bas, tamborin, dan tamtam. ”Mereka ini akan tampil kurang lebih 12 menit di atas panggung. Festival ini dimulai dari pukul 08.00-22.00 WIB. Mereka yang tampil akan membawa suporter. Sambil menunggu bisa ngaji atau ibadah lainnya di masjid lingkungan pemkab,” katanya.(afi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/