alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

SDN 2 Pakistaji Bersih-Bersih Sungai

KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) terus digalakkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi. Puluhan siswa SDN 2 Pakistaji, Kecamatan Kabat, melakukan bersih-bersih aliran sungai kemarin (22/9).

Usai mendapat materi tentang Sekardadu, mahasiswa dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang melakukan pendampingan langsung mengajak puluhan siswa turun ke sungai yang berada di belakang sekolah untuk bersih-bersih. ”Ini salah satu cara untuk mengubah pola pikir siswa sejak dini dengan membiasakan tanggung jawab dengan sampah dan peduli lingkungan sekelilingnya,” ujar Korsda Rogojampi Jasmani.

Dia bersama tim korsda melihat kondisi sungai yang berada di bawah tanggung jawab SDN 2 Pakistaji tersebut dengan didampingi Kepala Desa Pakistaji Khotibul Umam. ”Selain diberi sosialisasi (soal Sekardadu), anak-anak juga diajak bersih-bersih sungai,” jelas Jasmani

Baca Juga :  Festival Aquascape Contest Jadi Pilihan Tepat Kala Pandemi

Para siswa SDN 2 Pakistaji diberi materi sosialisasi tentang cara menjaga kebersihan sungai dan lingkungan. Selanjutnya, anak-anak turun ke sungai di belakang sekolah bersama rombongan dari DPU Pengairan untuk membersihkan sampah.

Para siswa juga diajak untuk mengimplementasikan poin preventif alias pencegahan dalam poin-poin penting Sekardadu. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. ”Ini menjadi sinyal positif dalam upaya menjaga kebersihan sungai di sungai, khususnya di dekat SDN 2 Pakistaji ini,” timpal Korwilkersatdik Kabat H Supeno.

Supeno menyebut, para siswa SD sudah memiliki kesadaran yang bagus soal kebersihan lingkungan. Para siswa juga sudah dibiasakan bersih-bersih lingkungan. Tak heran, jika saluran tersier di belakang sekolah terlihat bersih. ”Kami harap kebersihan ini selalu terjaga dengan baik,” terangnya.

Baca Juga :  Sebar Ribuan Bibit Ikan Hingga Ajak Budaya Baca Buku

Sementara itu, Kepala Desa Pakistaji Khotibul Umam menambahkan, saluran tersier yang berada di belakang SDN 2 Pakistaji tersebut merupakan saluran buangan dengan panjang 700 meter dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Jika musim kemarau tiba, air yang berada di saluran tersebut menyusut dan kering. ”Jika sumber airnya bagus, sebetulnya bisa dijadikan alternatif untuk destinasi wisata dengan memelihara ikan keramba,” terangnya.

Pihaknya juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan Sekardadu tersebut yang memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini untuk menjaga kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga, anak-anak akan terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sampai dewasa kelak. (ddy/afi/c1)

KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) terus digalakkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi. Puluhan siswa SDN 2 Pakistaji, Kecamatan Kabat, melakukan bersih-bersih aliran sungai kemarin (22/9).

Usai mendapat materi tentang Sekardadu, mahasiswa dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang melakukan pendampingan langsung mengajak puluhan siswa turun ke sungai yang berada di belakang sekolah untuk bersih-bersih. ”Ini salah satu cara untuk mengubah pola pikir siswa sejak dini dengan membiasakan tanggung jawab dengan sampah dan peduli lingkungan sekelilingnya,” ujar Korsda Rogojampi Jasmani.

Dia bersama tim korsda melihat kondisi sungai yang berada di bawah tanggung jawab SDN 2 Pakistaji tersebut dengan didampingi Kepala Desa Pakistaji Khotibul Umam. ”Selain diberi sosialisasi (soal Sekardadu), anak-anak juga diajak bersih-bersih sungai,” jelas Jasmani

Baca Juga :  Sekardadu; Sekolah Merawat DAS

Para siswa SDN 2 Pakistaji diberi materi sosialisasi tentang cara menjaga kebersihan sungai dan lingkungan. Selanjutnya, anak-anak turun ke sungai di belakang sekolah bersama rombongan dari DPU Pengairan untuk membersihkan sampah.

Para siswa juga diajak untuk mengimplementasikan poin preventif alias pencegahan dalam poin-poin penting Sekardadu. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. ”Ini menjadi sinyal positif dalam upaya menjaga kebersihan sungai di sungai, khususnya di dekat SDN 2 Pakistaji ini,” timpal Korwilkersatdik Kabat H Supeno.

Supeno menyebut, para siswa SD sudah memiliki kesadaran yang bagus soal kebersihan lingkungan. Para siswa juga sudah dibiasakan bersih-bersih lingkungan. Tak heran, jika saluran tersier di belakang sekolah terlihat bersih. ”Kami harap kebersihan ini selalu terjaga dengan baik,” terangnya.

Baca Juga :  Festival Aquascape Contest Jadi Pilihan Tepat Kala Pandemi

Sementara itu, Kepala Desa Pakistaji Khotibul Umam menambahkan, saluran tersier yang berada di belakang SDN 2 Pakistaji tersebut merupakan saluran buangan dengan panjang 700 meter dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Jika musim kemarau tiba, air yang berada di saluran tersebut menyusut dan kering. ”Jika sumber airnya bagus, sebetulnya bisa dijadikan alternatif untuk destinasi wisata dengan memelihara ikan keramba,” terangnya.

Pihaknya juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan Sekardadu tersebut yang memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini untuk menjaga kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga, anak-anak akan terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sampai dewasa kelak. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/