alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Paling Banyak 1 Kg, Maksimal 20 Menit

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menyangrai biji kopi secara tradisional, ternyata ada aturannya. Ada kapasitas yang harus dipenuhi. Ada pula durasi waktu menyangrai yang paling ideal.

Jangan sampai gosong. Penekanan itu berkali-kali disampaikan pakar kopi internasional asal Banyuwangi, yakni Iwan. Kalimat itu ditujukan kepada para peserta pelatihan roasting kopi tradisional yang digeber Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi pada Rabu lalu (16/2).

Bahkan bukan hanya kepada peserta pelatihan, hal itu juga dia sampaikan kepada kru JP-RaBa serta para awak media yang meliput kegiatan yang digeber guna mendorong geliat ekonomi masyarakat serta mendukung program Banyuwangi Rebound tersebut.

Iwan menuturkan, kopi yang disangrai secara tradisional kualitasnya tidak kalah dengan kopi yang disangrai menggunakan mesin modern. Hanya saja, kata dia, selama ini banyak orang yang kurang benar dalam melakukan penyangraian kopi. ”Mereka menyangrai kopi sampai gosong. Padahal, kopi itu nikmat tidak harus hitam dan pahit. Kalau sampai gosong, kan apa saja yang disangrai rasanya sama, baik itu beras, jagung, dan sebagainya. Jadi, sekali lagi, menyangrai kopi jangan sampai gosong,” tuturnya.

Baca Juga :  Banyuwangi Punya Pusat Kopi untuk Edukasi

Iwan lantas membeber, dalam sekali penyangraian, sebaiknya kopi yang dituangkan ke wajan sebanyak delapan ons atau maksimal satu kilogram. Dengan demikian, tingkat kematangan setiap biji kopi akan merata. ”Dengan temperatur wajan yang mencapai 250 derajat sampai 300 derajat Celsius, waktu yang dibutuhkan untuk menyangrai 15 menit, atau maksimal 20 menit,” kata dia.

Setelah proses sangrai selesai, imbuh Iwan, kopi harus segera didinginkan. Proses pendinginan bisa dilakukan dengan menuangkan kopi dalam nampan dan langsung dikipas. ”Ini untuk memutus tingkat kematangan kopi. Di dalam mesin roasting modern pun ada cooler-nya,” tuturnya.

Kalau setelah menyangrai dibiarkan atau tidak langsung didinginkan, maka tingkat kematangan kopi akan naik sehingga tidak sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Dia lantas memberi contoh, apabila tingkat kematangan kopi yang diinginkan berada pada skala 10, maka sebaiknya kopi diangkat dari wajan saat tingkat kematangannya di angka 9. ”Nah, jika setelah kopi diangkat dari wajan dan tidak langsung dibiarkan, maka tingkat kematangannya akan naik menjadi 11 sehingga tidak sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Segoro Cafe Sajikan Makanan Sea Food dan Pemandangan Selat Bali

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menyangrai biji kopi secara tradisional, ternyata ada aturannya. Ada kapasitas yang harus dipenuhi. Ada pula durasi waktu menyangrai yang paling ideal.

Jangan sampai gosong. Penekanan itu berkali-kali disampaikan pakar kopi internasional asal Banyuwangi, yakni Iwan. Kalimat itu ditujukan kepada para peserta pelatihan roasting kopi tradisional yang digeber Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi pada Rabu lalu (16/2).

Bahkan bukan hanya kepada peserta pelatihan, hal itu juga dia sampaikan kepada kru JP-RaBa serta para awak media yang meliput kegiatan yang digeber guna mendorong geliat ekonomi masyarakat serta mendukung program Banyuwangi Rebound tersebut.

Iwan menuturkan, kopi yang disangrai secara tradisional kualitasnya tidak kalah dengan kopi yang disangrai menggunakan mesin modern. Hanya saja, kata dia, selama ini banyak orang yang kurang benar dalam melakukan penyangraian kopi. ”Mereka menyangrai kopi sampai gosong. Padahal, kopi itu nikmat tidak harus hitam dan pahit. Kalau sampai gosong, kan apa saja yang disangrai rasanya sama, baik itu beras, jagung, dan sebagainya. Jadi, sekali lagi, menyangrai kopi jangan sampai gosong,” tuturnya.

Baca Juga :  Rajut Harmoni lewat Festival Ngopi Kebangsaan

Iwan lantas membeber, dalam sekali penyangraian, sebaiknya kopi yang dituangkan ke wajan sebanyak delapan ons atau maksimal satu kilogram. Dengan demikian, tingkat kematangan setiap biji kopi akan merata. ”Dengan temperatur wajan yang mencapai 250 derajat sampai 300 derajat Celsius, waktu yang dibutuhkan untuk menyangrai 15 menit, atau maksimal 20 menit,” kata dia.

Setelah proses sangrai selesai, imbuh Iwan, kopi harus segera didinginkan. Proses pendinginan bisa dilakukan dengan menuangkan kopi dalam nampan dan langsung dikipas. ”Ini untuk memutus tingkat kematangan kopi. Di dalam mesin roasting modern pun ada cooler-nya,” tuturnya.

Kalau setelah menyangrai dibiarkan atau tidak langsung didinginkan, maka tingkat kematangan kopi akan naik sehingga tidak sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan. Dia lantas memberi contoh, apabila tingkat kematangan kopi yang diinginkan berada pada skala 10, maka sebaiknya kopi diangkat dari wajan saat tingkat kematangannya di angka 9. ”Nah, jika setelah kopi diangkat dari wajan dan tidak langsung dibiarkan, maka tingkat kematangannya akan naik menjadi 11 sehingga tidak sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Jalan Sehat BTN Meriah, Peserta Puas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/