alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Green & Recycle Fashion Jadi Ajang Kampanye Lingkungan dari Bumi Blambangan

RADAR BANYUWANGI – Green & Recycle Fashion jadi contoh kampanye lingkungan dari Bumi Blambangan. Ajang ini menunjukkan bagaimana barang bekas bisa didaur ulang menjadi karya yang menawan.

Ratusan pakaian dari bahan bekas ditampilkan oleh sejumlah model. Event ini bukanlah sekadar pergelaran fashion semata. Ini adalah cara Pemkab Banyuwangi untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Deretan peraga busana pesta tampil elegan di atas panggung catwalk Fashion Green & Recycle. Bukan sekadar busana pesta biasa, melainkan busana pesta berbahan daur ulang plastik dan kertas. Sekilas tidak ada yang mengira kalau semua busana itu terbuat dari bahan bekas. Namun, jika diperhatikan dengan detail maka akan tampak lipatan koran, potongan plastik dan gelas air mineral, sampai kertas bekas bungkus semen dan plastik bungkus kopi yang menjadi bahan pembuatan busana tersebut.

Baca Juga :  TK Islam Rahmatullah Kembali Juara Umum

Green & Recycle Fashion ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi sejak tahun 2014 silam. Hal itu dalam rangka untuk mengurangi jumlah sampah yang dikelola masyarakat. Saat ini setiap orang di Banyuwangi menghasilkan sampah 2,7 kilogram (kg) per rumah tangga. Atau, sekitar 400.000 ton sampah per tahun.

Salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah tersebut yakni dengan membiasakan mengolah sebagian sampah tersebut dengan gerakan reduce, reuse, and recycle. ”Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Event ini juga salah satu upaya Pemkab Banyuwangi untuk sumbangsih menciptakan dunia yang lebih baik,” ujar Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banyuwangi Rahmawati Setyoardini.

Baca Juga :  Minggu Kelima Digelar Semakin Atraktif

Perempuan yang akrab disapa Dini itu mengatakan, peserta yang terlibat dalam fashion ini berlomba untuk mendesain dengan apik. Keserasian warna dan material yang dikolaborasikan dalam desain tiap peserta melahirkan gaun malam yang cantik. Gaun malam yang didesain pun ditampilkan dengan apik. Ada yang seperti little mermaid, burung merak, hingga busana bergaya Eropa.

Menariknya, Green & Recycle Fashion ini melibatkan pelajar untuk mendesain busana. Caranya dengan memanfaatkan berbagai bahan bekas yang ada di gudang sekolahnya. ”Dengan memanfaatkan semua bahan bekas, biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu busana bertema pesta tersebut hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 100 ribu. Peragaan busana ini diikuti pelajar TK hingga SMA dan masyarakat umum,” tandas perempuan yang pernah menjabat Kasubag Humas Pemkab Banyuwangi itu. (ddy/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Green & Recycle Fashion jadi contoh kampanye lingkungan dari Bumi Blambangan. Ajang ini menunjukkan bagaimana barang bekas bisa didaur ulang menjadi karya yang menawan.

Ratusan pakaian dari bahan bekas ditampilkan oleh sejumlah model. Event ini bukanlah sekadar pergelaran fashion semata. Ini adalah cara Pemkab Banyuwangi untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Deretan peraga busana pesta tampil elegan di atas panggung catwalk Fashion Green & Recycle. Bukan sekadar busana pesta biasa, melainkan busana pesta berbahan daur ulang plastik dan kertas. Sekilas tidak ada yang mengira kalau semua busana itu terbuat dari bahan bekas. Namun, jika diperhatikan dengan detail maka akan tampak lipatan koran, potongan plastik dan gelas air mineral, sampai kertas bekas bungkus semen dan plastik bungkus kopi yang menjadi bahan pembuatan busana tersebut.

Baca Juga :  BNI Satukan Energi Optimis Untuk Indonesia

Green & Recycle Fashion ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi sejak tahun 2014 silam. Hal itu dalam rangka untuk mengurangi jumlah sampah yang dikelola masyarakat. Saat ini setiap orang di Banyuwangi menghasilkan sampah 2,7 kilogram (kg) per rumah tangga. Atau, sekitar 400.000 ton sampah per tahun.

Salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah tersebut yakni dengan membiasakan mengolah sebagian sampah tersebut dengan gerakan reduce, reuse, and recycle. ”Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Event ini juga salah satu upaya Pemkab Banyuwangi untuk sumbangsih menciptakan dunia yang lebih baik,” ujar Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Banyuwangi Rahmawati Setyoardini.

Baca Juga :  Fashion on Pedestrian Wadahi Kreativitas sambil Kampanye Trotoar Nyaman

Perempuan yang akrab disapa Dini itu mengatakan, peserta yang terlibat dalam fashion ini berlomba untuk mendesain dengan apik. Keserasian warna dan material yang dikolaborasikan dalam desain tiap peserta melahirkan gaun malam yang cantik. Gaun malam yang didesain pun ditampilkan dengan apik. Ada yang seperti little mermaid, burung merak, hingga busana bergaya Eropa.

Menariknya, Green & Recycle Fashion ini melibatkan pelajar untuk mendesain busana. Caranya dengan memanfaatkan berbagai bahan bekas yang ada di gudang sekolahnya. ”Dengan memanfaatkan semua bahan bekas, biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu busana bertema pesta tersebut hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 100 ribu. Peragaan busana ini diikuti pelajar TK hingga SMA dan masyarakat umum,” tandas perempuan yang pernah menjabat Kasubag Humas Pemkab Banyuwangi itu. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/