alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Gesibu Blambangan Jadi Langganan Venue Peragaan Busana

RADAR BANYUWANGI – Gelanggang Seni Budaya (Gesibu) Blambangan menjadi tempat yang paling sering digunakan untuk ajang seni budaya di Banyuwangi. Tidak terkecuali untuk urusan fashion show.

Berlokasi tepat di sebelah barat alun-alun terbesar di Kota Banyuwangi, yakni Taman Blambangan. Terdapat bangunan menyerupai candi di sisi timur. Dibatasi tembok berwarna putih di sebelah utara dan selatan, serta bangunan lengkap dengan tribun di sisi barat. Itulah sekelumit gambaran Gesibu Blambangan.

Sesuai namanya, Gesibu Blambangan sudah sejak lama menjadi ”rumah besar” bagi insan seniman dan budayawan di kabupaten the Sunrise of Java. Sudah tak terhitung berapa kali event seni dan budaya digeber di tempat itu. Mulai pergelaran musik tradisional hingga modern, sendratari, kuntulan, janger, hingga wayang kulit dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Studio Fashion Miliki Koleksi Tekstil Lengkap, Banyak Pilihan untuk Fashion

Pada perkembangan berikutnya, yakni seiring perkembangan industri kreatif di Banyuwangi, Gesibu Blambangan juga beberapa kali dijadikan lokasi peragaan busana, termasuk Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Banyuwangi Fashion Festival (BFF).

Di tahun 2019 lalu, misalnya, kala itu berbagai desain busana yang mengangkat tema Banyuwangi ditampilkan dalam BFF yang digeber di Gesibu Blambangan. Busana karya desainer lokal yang tergabung dalam Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB) tersebut mengangkat berbagai tema kesenian tari Jakripah, Puter Kayun, hingga Kuntulan.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berharap BFF bisa mendorong kreativitas kalangan milenial di bumi Blambangan agar semakin produktif. ”Semoga dengan melibatkan pelajar dan para pelaku industri fashion Banyuwangi, ajang BFF ini bisa semakin menumbuhkan industri kreatif di Banyuwangi tercinta ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Bantu Warga Isolasi Mandiri, Baznas Kirim Bantuan Sembako

Lebih jauh, Ipuk memastikan bahwa kreativitas anak muda di Banyuwangi akan selalu mendapat ruang. ”Ajang ini akan rutin dilakukan setiap tahun. Ini untuk memastikan tersedianya ruang kreasi bagi kreativitas anak muda Banyuwangi,” tegasnya. (sgt/bay/c1)

RADAR BANYUWANGI – Gelanggang Seni Budaya (Gesibu) Blambangan menjadi tempat yang paling sering digunakan untuk ajang seni budaya di Banyuwangi. Tidak terkecuali untuk urusan fashion show.

Berlokasi tepat di sebelah barat alun-alun terbesar di Kota Banyuwangi, yakni Taman Blambangan. Terdapat bangunan menyerupai candi di sisi timur. Dibatasi tembok berwarna putih di sebelah utara dan selatan, serta bangunan lengkap dengan tribun di sisi barat. Itulah sekelumit gambaran Gesibu Blambangan.

Sesuai namanya, Gesibu Blambangan sudah sejak lama menjadi ”rumah besar” bagi insan seniman dan budayawan di kabupaten the Sunrise of Java. Sudah tak terhitung berapa kali event seni dan budaya digeber di tempat itu. Mulai pergelaran musik tradisional hingga modern, sendratari, kuntulan, janger, hingga wayang kulit dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Santap Bebek Peking Dihibur Barongsai

Pada perkembangan berikutnya, yakni seiring perkembangan industri kreatif di Banyuwangi, Gesibu Blambangan juga beberapa kali dijadikan lokasi peragaan busana, termasuk Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Banyuwangi Fashion Festival (BFF).

Di tahun 2019 lalu, misalnya, kala itu berbagai desain busana yang mengangkat tema Banyuwangi ditampilkan dalam BFF yang digeber di Gesibu Blambangan. Busana karya desainer lokal yang tergabung dalam Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB) tersebut mengangkat berbagai tema kesenian tari Jakripah, Puter Kayun, hingga Kuntulan.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani berharap BFF bisa mendorong kreativitas kalangan milenial di bumi Blambangan agar semakin produktif. ”Semoga dengan melibatkan pelajar dan para pelaku industri fashion Banyuwangi, ajang BFF ini bisa semakin menumbuhkan industri kreatif di Banyuwangi tercinta ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Studio Fashion Miliki Koleksi Tekstil Lengkap, Banyak Pilihan untuk Fashion

Lebih jauh, Ipuk memastikan bahwa kreativitas anak muda di Banyuwangi akan selalu mendapat ruang. ”Ajang ini akan rutin dilakukan setiap tahun. Ini untuk memastikan tersedianya ruang kreasi bagi kreativitas anak muda Banyuwangi,” tegasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/