alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Usung Hybrid Concept, B-Fest 2021 Resmi Diluncurkan

BANYUWANGI – Genderang Banyuwangi Festival (B-Fest) 2021 resmi ditabuh kemarin (17/2). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, B-Fest tahun ini digeber dengan mengusung konsep ”colorful hybrid”, yakni memadukan atraksi secara daring (online) dan luring (offline). Ini membuat Banyuwangi menjadi daerah pertama di Indonesia yang membuat kalender wisata (calendar of event) berkonsep hybrid.

Peluncuran B-Fest 2021 yang ”membalut” 102 event itu digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi acara yang juga menampilkan atraksi dari Pantai Mustika dan Pantai Boom, serta dialog dari Bangsring Underwater tersebut.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, peluncuran B-Fest yang mengusung konsep hybrid tersebut bukan bertujuan untuk keren-kerenan atau untuk menjadi yang pertama di Banyuwangi. ”Tapi ini soal bagaimana aktivitas ekonomi tetap tumbuh, kreativitas anak-anak Banyuwangi tetap diberi ruang dengan cara dan konsep yang baru, yaitu berbasis pada teknologi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Berkarya di Era Pandemi, Gelar “Konser” Musik Jalanan Secara Hybrid

Anas menuturkan, konsep hybrid yang diusung Banyuwangi bukan sekadar menyiarkan aktivitas luring ke media daring seperti YouTube maupun live media sosial. Lebih dari itu, konsep itu mengintegrasikan konsep daring dan luring, mulai aktivitas pariwisata hingga transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anas menambahkan, selama tiga tahun berturut-turut, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah dengan penyelenggaraan festival terbaik di Indonesia. Berbagai atraksi wisata alam dan seni-budaya di Banyuwangi telah menyedot perhatian publik nasional dan internasional. 

Namun, di masa pandemi Covid-19, lanjut Anas, Banyuwangi harus terus bersiasat agar para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata bisa tetap menggeliat. Maka, muncullah Banyuwangi Festival dengan konsep hybrid. ”Dari sini kita juga banyak belajar, bagaimana teknologi memandu kebangkitan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Mungkin kita belum terbiasa dengan hybrid concept, masih terus belajar memperbaiki kekurangan, tapi tidak ada pilihan lain. Kita harus hadapi, pelajari, dan berjuang bangkit,” bebernya.

Baca Juga :  Galang Dukungan Pembangunan Lobster Center

Menurut Anas hybrid concept tersebut juga merupakan strategi pemasaran baru. Dia yakin ketika masyarakat banyak menyaksikan secara virtual akan membuat kian penasaran untuk datang ke Banyuwangi. ”Seperti kita sering menonton film Hollywood atau Korea. Kita akan semakin penasaran untuk datang ke sana,” jelasnya. 

Anas menambahkan, selain dari sisi ekonomi, hybrid concept dalam Banyuwangi Festival juga mendorong penguatan infrastruktur telekomunikasi di berbagai destinasi. ”Karena konsepnya hybrid, maka infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi kekuatan penting. Desa-desa yang selama ini sudah kita dorong pembangunan infrastruktur IT-nya melalui program Smart Kampung, ke depan perlu terus diperkuat. Jadi ini sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. Ekonomi UMKM, sektor kreatif, dan pariwisata mulai menggeliat dengan festival berkonsep hybrid, dan di sisi lain infrastruktur IT yang akan terus tumbuh sampai desa bisa menjadi jembatan membuka akses pengetahuan bagi seluruh warga,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI – Genderang Banyuwangi Festival (B-Fest) 2021 resmi ditabuh kemarin (17/2). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, B-Fest tahun ini digeber dengan mengusung konsep ”colorful hybrid”, yakni memadukan atraksi secara daring (online) dan luring (offline). Ini membuat Banyuwangi menjadi daerah pertama di Indonesia yang membuat kalender wisata (calendar of event) berkonsep hybrid.

Peluncuran B-Fest 2021 yang ”membalut” 102 event itu digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi acara yang juga menampilkan atraksi dari Pantai Mustika dan Pantai Boom, serta dialog dari Bangsring Underwater tersebut.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, peluncuran B-Fest yang mengusung konsep hybrid tersebut bukan bertujuan untuk keren-kerenan atau untuk menjadi yang pertama di Banyuwangi. ”Tapi ini soal bagaimana aktivitas ekonomi tetap tumbuh, kreativitas anak-anak Banyuwangi tetap diberi ruang dengan cara dan konsep yang baru, yaitu berbasis pada teknologi,” ujarnya. 

Baca Juga :  Dibuka Tari Jejer Kembang Menur, Tampilkan Penyanyi Putri Kembar

Anas menuturkan, konsep hybrid yang diusung Banyuwangi bukan sekadar menyiarkan aktivitas luring ke media daring seperti YouTube maupun live media sosial. Lebih dari itu, konsep itu mengintegrasikan konsep daring dan luring, mulai aktivitas pariwisata hingga transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anas menambahkan, selama tiga tahun berturut-turut, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah dengan penyelenggaraan festival terbaik di Indonesia. Berbagai atraksi wisata alam dan seni-budaya di Banyuwangi telah menyedot perhatian publik nasional dan internasional. 

Namun, di masa pandemi Covid-19, lanjut Anas, Banyuwangi harus terus bersiasat agar para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata bisa tetap menggeliat. Maka, muncullah Banyuwangi Festival dengan konsep hybrid. ”Dari sini kita juga banyak belajar, bagaimana teknologi memandu kebangkitan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Mungkin kita belum terbiasa dengan hybrid concept, masih terus belajar memperbaiki kekurangan, tapi tidak ada pilihan lain. Kita harus hadapi, pelajari, dan berjuang bangkit,” bebernya.

Baca Juga :  Bulan Maret 40 Jamaah Sudah Siap Berangkat

Menurut Anas hybrid concept tersebut juga merupakan strategi pemasaran baru. Dia yakin ketika masyarakat banyak menyaksikan secara virtual akan membuat kian penasaran untuk datang ke Banyuwangi. ”Seperti kita sering menonton film Hollywood atau Korea. Kita akan semakin penasaran untuk datang ke sana,” jelasnya. 

Anas menambahkan, selain dari sisi ekonomi, hybrid concept dalam Banyuwangi Festival juga mendorong penguatan infrastruktur telekomunikasi di berbagai destinasi. ”Karena konsepnya hybrid, maka infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi kekuatan penting. Desa-desa yang selama ini sudah kita dorong pembangunan infrastruktur IT-nya melalui program Smart Kampung, ke depan perlu terus diperkuat. Jadi ini sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. Ekonomi UMKM, sektor kreatif, dan pariwisata mulai menggeliat dengan festival berkonsep hybrid, dan di sisi lain infrastruktur IT yang akan terus tumbuh sampai desa bisa menjadi jembatan membuka akses pengetahuan bagi seluruh warga,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/