alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Melukis di Jalan untuk Donasi Korona

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Seniman papan atas Banyuwangi mulai beraksi menggalang donasi untuk warga yang terdampak korona, kemarin (17/4). Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian para seniman lukis yang dituangkan melalui karya seni.     

Sejumlah maestro lukis Banyuwangi ikut dalam kegiatan sosial ini. Mereka adalah Mozes Misdy, Muhamed Hararap, S. Yadi K., Awiki, Suminto, Windu, Katirin, Sugiono, dan N. Kojin ikut ambil bagian. Pelukis asal Banyuwangi yang menetap di Bali, Huang Fong (Oei Ping Liang) tak mau ketinggalan.

Pelukis kelahiran Genteng itu melelang lukisan ”Tari Tamblingan”. Lukisan dengan cat air atas kertas ukuran dalam 48 cm x 38 cm itu biasanya dibanderol Rp 30 juta. ”Untuk donasi korona harganya biar teman-teman panitia donasi yang mengatur,” kata Huang Fong.

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona2

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona3

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona4

Pematung nasional asal Banyuwangi, Hartono, juga melelang karyanya. Patung ”Gandrung Kemakmuran” berbahan polyester resin dengan tinggi 220 cm dilelang Rp 150 juta.
Patung ”Kasih Ibu” dengan  bahan poliester resin dihargai Rp 25 juta.

Pelukis Windu Pamor tak mau ketinggalan. Dia melelang lukisan berjudul ”Tetap Indonesiaku”. Lukisan bergambar Presiden Soekarno itu dibanderol Rp 5 juta.

Baca Juga :  JTV Dukung Penuh Jalan Sehat September Ceria

”Ada 30 lebih lukisan yang dilelang. Hasilnya kita donasikan untuk warga terdampak korona. Yang patut kita apresiasi adalah keikutsertaan pelukis senior Huang Fong dan pematung Suhartono. Beliau ikut peduli korona,” kata Sugiono, panitia aksi peduli Covid-19.

Sugiono menambahkan, teman-teman seniman sepakat kalau karya lukisannya ada yang terjual, sebagian hasilnya akan disumbangkan. Dalam acara tersebut, masing-masing pelukis tidak mematok harga karya lukisnya terlalu tinggi. ”Harga yang kami pasang tentu berbeda dengan saat pameran, karena ini untuk sosial. Yang berminat bisa menghubungi nomor HP/WA 08123472790,” tandasnya.

Sementara itu, mengawali aksi sosial, kemarin puluhan seniman yang tergabung dalam Forum Perupa Banyuwangi (FPB) menunjukkan aksi peduli korona. Mereka membagikan sembako, kaus, baju,  dan masker di dekat traffic light Kertosari, depan kantor BNI Banyuwangi.

Sembako dibagikan kepada para tukang becak dan warga miskin terdampak korona yang kebetulan melintas. Sedangkan masker dibagikan kepada pengguna jalan yang masih banyak bepergian tanpa masker. Anggota Polsek Banyuwangi tak mau ketinggalan.

Mereka ikut turun jalan membantu membagikan masker sembari menyerukan protokol kesehatan di tengah pandemi korona. Sedangkan seorang pelukis, N. Kojin, melakukan aksi lukis di pinggir jalan untuk memancing perhatian pengguna jalan. Lukisan dengan tema keseimbangan alam itu langsung sold  out dibeli kolektor lukisan.  Selain lukisan Kojin, sejumlah pengusaha Banyuwangi berminat dengan lukisan yang dilelang perupa papan atas Bumi Blambangan.

Baca Juga :  David Wijaya Kepincut Lukisan Barong, Rogoh Kocek Rp 30 Juta

Ketua FPB Ilyasin mengatakan, para seniman ingin ikut berpartisipasi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi. Ada sekitar 100 sak beras yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. ”3.000 masker kita bagikan habis dalam satu jam,” kata Ilyasin.

Dia menilai banyak masyarakat yang masih menyepelekan protokol kesehatan. Karena itu dalam kesempatan itu, FPB juga membagikan stiker dengan seruan ”Neng Umah Byaen” (tetap rumah saja). ”Kami membantu sesuai kemampuan. Kemarin mencoba menjual lukisan, tetapi masih sulit. Ini kami juga bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi dan Gen Art untuk menyediakan bantuan,” kata Ilyas.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki menambahkan, banyak warga yang tingkat kesadarannya masih rendah dalam menyikapi upaya pencegahan penyebaran virus korona. Termasuk imbauan penggunaan masker ketika keluar rumah. ”Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan jika ingin pandemi segera usai. Termasuk dengan tetap berada di rumah dan menggunakan masker saat keluar,” pungkasnya. (*)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Seniman papan atas Banyuwangi mulai beraksi menggalang donasi untuk warga yang terdampak korona, kemarin (17/4). Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian para seniman lukis yang dituangkan melalui karya seni.     

Sejumlah maestro lukis Banyuwangi ikut dalam kegiatan sosial ini. Mereka adalah Mozes Misdy, Muhamed Hararap, S. Yadi K., Awiki, Suminto, Windu, Katirin, Sugiono, dan N. Kojin ikut ambil bagian. Pelukis asal Banyuwangi yang menetap di Bali, Huang Fong (Oei Ping Liang) tak mau ketinggalan.

Pelukis kelahiran Genteng itu melelang lukisan ”Tari Tamblingan”. Lukisan dengan cat air atas kertas ukuran dalam 48 cm x 38 cm itu biasanya dibanderol Rp 30 juta. ”Untuk donasi korona harganya biar teman-teman panitia donasi yang mengatur,” kata Huang Fong.

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona2

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona3

Lelang Lukisan Untuk Warga Terdampak Korona4

Pematung nasional asal Banyuwangi, Hartono, juga melelang karyanya. Patung ”Gandrung Kemakmuran” berbahan polyester resin dengan tinggi 220 cm dilelang Rp 150 juta.
Patung ”Kasih Ibu” dengan  bahan poliester resin dihargai Rp 25 juta.

Pelukis Windu Pamor tak mau ketinggalan. Dia melelang lukisan berjudul ”Tetap Indonesiaku”. Lukisan bergambar Presiden Soekarno itu dibanderol Rp 5 juta.

Baca Juga :  30 Tim Peserta Jagoan Tani Ikuti Inkubasi Bisnis

”Ada 30 lebih lukisan yang dilelang. Hasilnya kita donasikan untuk warga terdampak korona. Yang patut kita apresiasi adalah keikutsertaan pelukis senior Huang Fong dan pematung Suhartono. Beliau ikut peduli korona,” kata Sugiono, panitia aksi peduli Covid-19.

Sugiono menambahkan, teman-teman seniman sepakat kalau karya lukisannya ada yang terjual, sebagian hasilnya akan disumbangkan. Dalam acara tersebut, masing-masing pelukis tidak mematok harga karya lukisnya terlalu tinggi. ”Harga yang kami pasang tentu berbeda dengan saat pameran, karena ini untuk sosial. Yang berminat bisa menghubungi nomor HP/WA 08123472790,” tandasnya.

Sementara itu, mengawali aksi sosial, kemarin puluhan seniman yang tergabung dalam Forum Perupa Banyuwangi (FPB) menunjukkan aksi peduli korona. Mereka membagikan sembako, kaus, baju,  dan masker di dekat traffic light Kertosari, depan kantor BNI Banyuwangi.

Sembako dibagikan kepada para tukang becak dan warga miskin terdampak korona yang kebetulan melintas. Sedangkan masker dibagikan kepada pengguna jalan yang masih banyak bepergian tanpa masker. Anggota Polsek Banyuwangi tak mau ketinggalan.

Mereka ikut turun jalan membantu membagikan masker sembari menyerukan protokol kesehatan di tengah pandemi korona. Sedangkan seorang pelukis, N. Kojin, melakukan aksi lukis di pinggir jalan untuk memancing perhatian pengguna jalan. Lukisan dengan tema keseimbangan alam itu langsung sold  out dibeli kolektor lukisan.  Selain lukisan Kojin, sejumlah pengusaha Banyuwangi berminat dengan lukisan yang dilelang perupa papan atas Bumi Blambangan.

Baca Juga :  PWTG Bagikan Sembako dan Masker

Ketua FPB Ilyasin mengatakan, para seniman ingin ikut berpartisipasi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi. Ada sekitar 100 sak beras yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. ”3.000 masker kita bagikan habis dalam satu jam,” kata Ilyasin.

Dia menilai banyak masyarakat yang masih menyepelekan protokol kesehatan. Karena itu dalam kesempatan itu, FPB juga membagikan stiker dengan seruan ”Neng Umah Byaen” (tetap rumah saja). ”Kami membantu sesuai kemampuan. Kemarin mencoba menjual lukisan, tetapi masih sulit. Ini kami juga bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi dan Gen Art untuk menyediakan bantuan,” kata Ilyas.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki menambahkan, banyak warga yang tingkat kesadarannya masih rendah dalam menyikapi upaya pencegahan penyebaran virus korona. Termasuk imbauan penggunaan masker ketika keluar rumah. ”Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan jika ingin pandemi segera usai. Termasuk dengan tetap berada di rumah dan menggunakan masker saat keluar,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/