alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Baron Ndut Cafe Sajikan Hidangan Western Ala Banyuwangi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Baron Ndut Cafe bisa menjadi referensi tempat nongkrong  menghabiskan waktu luang. Khususnya kaum kawula muda atau penikmat kuliner western. Berbagai menu masakan barat mulai dari steak, burger, seafood, salad, dan pasta tersedia di sini. Meski menyajikan hidangan western, namun dipastikan rasa tetap lokal Banyuwangi.

Tongkrongan sekaligus tempat santap western food milik Baron Purwono tersebut berada di jalan KH Agus Salim, Kebalenan. Tidak hanya di Banyuwangi, Baron Ndut Cafe juga terdapat di Genteng untuk menjangkau customer di wilayah barat dan selatan.

Buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00, kecuali pada hari Jumat buka pada pukul 16.00. Berdiri di lahan seluas 760 meter persegi dengan luas bangunan 120 meter persegi. Baron Ndut Cafe menyediakan parkiran  sangat luas. “Kebanyakan kafe atau restoran terkendala dengan tempat parkir  sempit, maka di sini kami sediakan lahan parkir yang luas,” kata Baron pria asli Srono itu.

Baron mengatakan makanan disajikan dikemas seperti tempat asalnya, namun semua bahan masakan memakai bahan lokal Banyuwangi. “Daging sapi, udang, roti, sayuran, semua kita ambil dari produk lokal Banyuwangi,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Menurut Baron, Menu andalan yang sering dicari yaitu, steak sapi lokal, tiger prawn steak (udang windu), dan red burger. Yang dimaksud Red Burger merupakan burger berwarna merah dengan pewarna alami yang berasal dari buah naga. “Merah menandakan rasanya pedas, dan ditampilkan sesuai tampilan yang menarik, serta rasanya sangat lokal untuk orang-orang Banyuwangi,” ungkap Baron

Sedangkan,  minuman tersedia berbagai varian milk shake yang terbuat dari perpaduan susu dan es krim. Selain itu juga terdapat mojito, yaitu minuman dari dari daun mint dan lemon segar, serta soda dan minuman hangat.

Baron menjelaskan, pelayanan penyajian konsep fine dining. Ketika makanan dipesan baru mulai diolah. Sehingga membutuhkan proses pengolahan dengan waktu yang tepat. “Harus sabar, karena apa pun  disajikan dijamin fresh dan baru matang,” terang Baron

Masih menurut Baron, desain bangunan kafe menggunakan konsep industrial. Bangunan setengah jadi dengan ornamen besi dan kaca, serta dilengkapi banyaknya lampu. Harga banyak pilihan sesuai dengan kondisi kantong, untuk makanan cukup terjangkau mulai dari 20 ribu hingga 100 ribu. “Menyesuakian dengan pilihan masing-masing pengunjung,” ucapnya.

Motivasi mengikuti kafe kontes untuk memperkenalkan hal baru di dunia perkulineran Banyuwangi. Dengan mengusung konsep modern, mengenalkan western food kepada orang yang masih awam. Menurutnya masyarakat Banyuwangi perlu di edukasi untuk mengenal makanan barat. Namun, dengan cita rasa lokal dan lidah yang familiar.

Dalam event Kafe Kontes 2021 Baron tidak berharap banyak untuk meraih juara. Dengan mengikuti Kafe Kontes 2021 dia sudah merasa senang bisa berkolaborasi di dunia perkulineran Banyuwangi. “Saya ingin menambah warna dan kemajuan kuliner Banyuwangi,” tegasnya.

Kafe Kontes 2021 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi diikuti sebanyak 90 peserta. Hari ini akan dilakukan proses upload video profil peserta. Saatnya para peserta berlomba mengumpulkan like dan komentar menarik. Unggahan dengan like terbanyak dan komentar menarik berkesempatan mendapat kategori juara favorit. Cek postingan terbaru di Instagram @radarbanyuwangi dengan hashtag #kafekontes2021. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Baron Ndut Cafe bisa menjadi referensi tempat nongkrong  menghabiskan waktu luang. Khususnya kaum kawula muda atau penikmat kuliner western. Berbagai menu masakan barat mulai dari steak, burger, seafood, salad, dan pasta tersedia di sini. Meski menyajikan hidangan western, namun dipastikan rasa tetap lokal Banyuwangi.

Tongkrongan sekaligus tempat santap western food milik Baron Purwono tersebut berada di jalan KH Agus Salim, Kebalenan. Tidak hanya di Banyuwangi, Baron Ndut Cafe juga terdapat di Genteng untuk menjangkau customer di wilayah barat dan selatan.

Buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00, kecuali pada hari Jumat buka pada pukul 16.00. Berdiri di lahan seluas 760 meter persegi dengan luas bangunan 120 meter persegi. Baron Ndut Cafe menyediakan parkiran  sangat luas. “Kebanyakan kafe atau restoran terkendala dengan tempat parkir  sempit, maka di sini kami sediakan lahan parkir yang luas,” kata Baron pria asli Srono itu.

Baron mengatakan makanan disajikan dikemas seperti tempat asalnya, namun semua bahan masakan memakai bahan lokal Banyuwangi. “Daging sapi, udang, roti, sayuran, semua kita ambil dari produk lokal Banyuwangi,” ujar pria berusia 32 tahun itu.

Menurut Baron, Menu andalan yang sering dicari yaitu, steak sapi lokal, tiger prawn steak (udang windu), dan red burger. Yang dimaksud Red Burger merupakan burger berwarna merah dengan pewarna alami yang berasal dari buah naga. “Merah menandakan rasanya pedas, dan ditampilkan sesuai tampilan yang menarik, serta rasanya sangat lokal untuk orang-orang Banyuwangi,” ungkap Baron

Sedangkan,  minuman tersedia berbagai varian milk shake yang terbuat dari perpaduan susu dan es krim. Selain itu juga terdapat mojito, yaitu minuman dari dari daun mint dan lemon segar, serta soda dan minuman hangat.

Baron menjelaskan, pelayanan penyajian konsep fine dining. Ketika makanan dipesan baru mulai diolah. Sehingga membutuhkan proses pengolahan dengan waktu yang tepat. “Harus sabar, karena apa pun  disajikan dijamin fresh dan baru matang,” terang Baron

Masih menurut Baron, desain bangunan kafe menggunakan konsep industrial. Bangunan setengah jadi dengan ornamen besi dan kaca, serta dilengkapi banyaknya lampu. Harga banyak pilihan sesuai dengan kondisi kantong, untuk makanan cukup terjangkau mulai dari 20 ribu hingga 100 ribu. “Menyesuakian dengan pilihan masing-masing pengunjung,” ucapnya.

Motivasi mengikuti kafe kontes untuk memperkenalkan hal baru di dunia perkulineran Banyuwangi. Dengan mengusung konsep modern, mengenalkan western food kepada orang yang masih awam. Menurutnya masyarakat Banyuwangi perlu di edukasi untuk mengenal makanan barat. Namun, dengan cita rasa lokal dan lidah yang familiar.

Dalam event Kafe Kontes 2021 Baron tidak berharap banyak untuk meraih juara. Dengan mengikuti Kafe Kontes 2021 dia sudah merasa senang bisa berkolaborasi di dunia perkulineran Banyuwangi. “Saya ingin menambah warna dan kemajuan kuliner Banyuwangi,” tegasnya.

Kafe Kontes 2021 yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi diikuti sebanyak 90 peserta. Hari ini akan dilakukan proses upload video profil peserta. Saatnya para peserta berlomba mengumpulkan like dan komentar menarik. Unggahan dengan like terbanyak dan komentar menarik berkesempatan mendapat kategori juara favorit. Cek postingan terbaru di Instagram @radarbanyuwangi dengan hashtag #kafekontes2021. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/