alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Bangun Pribadi Siswa Berkarakter

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pondok Ramadan bagi kalangan pelajar SMP di Banyuwangi kembali digeber di Gedung Grha Pena, Jalan Brawijaya Nomor 77, Banyuwangi, kemarin (13/4).

Kali ini, kegiatan yang dilangsungkan di gedung kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) itu diikuti puluhan siswa asal SMPN 5 Banyuwangi. Acara yang dibuka Kepala Sekolah SMPN 5 Banyuwangi Joko Wahyono tersebut diawali dengan santunan yatim piatu.

Joko mengatakan, proses pembelajaran selama bulan suci Ramadan ini banyak diisi dengan kegiatan keagamaan untuk mengasah mental dan karakter anak. Salah satunya, melalui kegiatan Pondok Ramadan yang bertempat di Grha Pena JP-RaBa. ”Saya mohon dicatat, hasilnya bisa digetoktularkan kepada siswa yang lain yang tidak hadir,” ucap Joko kepada para siswa yang mengikuti Pondok Ramadan.

Dalam sambutan tersebut, Joko juga berpesan kepada para siswa SMPN 5 Banyuwangi agar rajin bersekolah demi menatap masa depan lebih baik. Serta diharapkan menjadi orang yang bertanggung jawab. ”Anak-anak harus rajin sekolah, jangan sering bolos. Yang tak kalah penting harus memiliki akhlak yang baik kepada kedua orang tua. Jangan sampai membantah apalagi memukul orang tua,” pesannya.

Hal senada juga diungkapkan Ustad Farid melalui paparannya tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat. ”Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jika tidak bisa bermanfaat, maka jangan jadi orang yang mudarat atau tidak memberi manfaat. Oleh karenanya, anak-anak harus menjadi pribadi yang baik dan bisa bermanfaat,” katanya.

Untuk meraih itu, maka hendaknya siswa-siswi SMPN 5 Banyuwangi membekali diri agar menjadi anak saleh dan salehah. Di antaranya, rajin beribadah kepada Allah SWT serta berbakti, patuh, dan sayang kepada orang tua. Selain itu, senantiasa menjaga tingkah laku dan akhlak, rendah hati dan tidak sombong, pemaaf, amanah, dan jujur. ”Sesuai tema acara ini yakni meningkatkan iman, akhlak, dan ketakwaan. Selama bulan Ramadan, mari kita raih pribadi yang saleh dan salehah,” katanya.

Menariknya, selama memberikan materi Ustad Farid juga memutarkan video kisah perjuangan orang tua kepada anak-anaknya. Kemudian, para siswa diminta untuk memberikan kesimpulan dari kisah tersebut. Bagi anak-anak yang berhasil menjelaskan juga diberi hadiah.

Usai pendalaman materi keagamaan, dilanjutkan dengan pemberian materi tentang jurnalisitik dan fotografi yang disampaikan oleh wartawan JP-RaBa, Dedy Jumhardiyanto. Setelahnya, para siswa diberi kesempatan untuk praktik foto di sekitar Gedung Grha Pena. Bagi peserta dengan foto terbaik juga diberikan hadiah berupa buku dan kaus dari JP-RaBa.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pondok Ramadan bagi kalangan pelajar SMP di Banyuwangi kembali digeber di Gedung Grha Pena, Jalan Brawijaya Nomor 77, Banyuwangi, kemarin (13/4).

Kali ini, kegiatan yang dilangsungkan di gedung kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) itu diikuti puluhan siswa asal SMPN 5 Banyuwangi. Acara yang dibuka Kepala Sekolah SMPN 5 Banyuwangi Joko Wahyono tersebut diawali dengan santunan yatim piatu.

Joko mengatakan, proses pembelajaran selama bulan suci Ramadan ini banyak diisi dengan kegiatan keagamaan untuk mengasah mental dan karakter anak. Salah satunya, melalui kegiatan Pondok Ramadan yang bertempat di Grha Pena JP-RaBa. ”Saya mohon dicatat, hasilnya bisa digetoktularkan kepada siswa yang lain yang tidak hadir,” ucap Joko kepada para siswa yang mengikuti Pondok Ramadan.

Dalam sambutan tersebut, Joko juga berpesan kepada para siswa SMPN 5 Banyuwangi agar rajin bersekolah demi menatap masa depan lebih baik. Serta diharapkan menjadi orang yang bertanggung jawab. ”Anak-anak harus rajin sekolah, jangan sering bolos. Yang tak kalah penting harus memiliki akhlak yang baik kepada kedua orang tua. Jangan sampai membantah apalagi memukul orang tua,” pesannya.

Hal senada juga diungkapkan Ustad Farid melalui paparannya tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat. ”Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jika tidak bisa bermanfaat, maka jangan jadi orang yang mudarat atau tidak memberi manfaat. Oleh karenanya, anak-anak harus menjadi pribadi yang baik dan bisa bermanfaat,” katanya.

Untuk meraih itu, maka hendaknya siswa-siswi SMPN 5 Banyuwangi membekali diri agar menjadi anak saleh dan salehah. Di antaranya, rajin beribadah kepada Allah SWT serta berbakti, patuh, dan sayang kepada orang tua. Selain itu, senantiasa menjaga tingkah laku dan akhlak, rendah hati dan tidak sombong, pemaaf, amanah, dan jujur. ”Sesuai tema acara ini yakni meningkatkan iman, akhlak, dan ketakwaan. Selama bulan Ramadan, mari kita raih pribadi yang saleh dan salehah,” katanya.

Menariknya, selama memberikan materi Ustad Farid juga memutarkan video kisah perjuangan orang tua kepada anak-anaknya. Kemudian, para siswa diminta untuk memberikan kesimpulan dari kisah tersebut. Bagi anak-anak yang berhasil menjelaskan juga diberi hadiah.

Usai pendalaman materi keagamaan, dilanjutkan dengan pemberian materi tentang jurnalisitik dan fotografi yang disampaikan oleh wartawan JP-RaBa, Dedy Jumhardiyanto. Setelahnya, para siswa diberi kesempatan untuk praktik foto di sekitar Gedung Grha Pena. Bagi peserta dengan foto terbaik juga diberikan hadiah berupa buku dan kaus dari JP-RaBa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/