alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Jagoan Tani Jadi Model Pertanian Modern

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – “Jagoan Tani”, program yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi berhasil menumbuhkan semangat anak-anak muda menggeluti kewirausahaan di bidang pertanian “mencetak” sukses besar. Bukan hanya berhasil menumbuhkan jiwa wirausaha, pemberdayaan petani juga berhasil dilakukan sejumlah peserta ajang memperebutkan total hadiah Rp 150 juta tersebut.

                Ya, ajang ini telah mencapai babak puncak pada Senin kemarin lusa (9/8). Penganugerahan pemenang dilakukan pada forum Graduation Jagoan Tani 2021 di pendapa Sabha Swagata Blambangan.

                Tercatat 1.489 pemuda mengikuti Jagoan Tani tahun ini. Mereka tergabung dalam 427 tim. Rinciannya, sebanyak 259 proposal ide bisnis dan 168 proposal rintisan usaha.

                Nah, dari total peserta sebanyak itu, dewan juri telah memutuskan sepuluh tim juara plus juara favorit yang didasarkan pada jumlah like dan viewer pada video profil usaha yang diunggah di Youtube.

                Untuk kategori rintisan usaha, juara pertama diraih sekelompok anak muda asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu yang tergabung dalam tim “Lemonto”. Mereka memproduksi berbagai olahan buah lemon, seperti sari lemon, essential oil, lemon kering, sabun, serta hand sanitizer. Bahan baku lemon berasal dari buah yang dikembangkan petani lemon setempat.

                Ketua Tim “Lemonto” Beni Irwanto mengatakan, bisnis itu dirintis sejak 2020. Melihat harga lemon jatuh saat panen raya, pihaknya terinspirasi membuat produk minuman sari lemon untuk meningkatkan harga jual buah tersebut. “Alhamdulillah produk kami diterima pasar. Apalagi di saat pandemi ini banyak orang yang membutuhkan minuman penambah imunitas. Produk kami merambah berbagai daerah di Jawa, Sumatera, dan Papua,” ujarnya.

                Sementara itu, juara pertama kategori ide bisnis (business plan), diraih tim Caraka Muda asal Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, yakni ”Caraka Muda”. Tim yang diketuai Hendra Febrianto ini berhasil “menelurkan” produk sayuran organik kering yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Termasuk menjadi makanan pendamping air susu ibu (ASI) hingga menjadi alternatif pangan bagi anak-anak yang tidak suka makan sayur.

                Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Jagoan Tani menjadi salah satu pintu untuk mengajak anak-anak muda masuk ke agribisnis, membantu petani, memberi nilai tambah, memberdayakan berbagai potensi lokal.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan menjelaskan, Jagoan Tani merupakan hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian anak muda yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2018. Saat ini program tersebut ditransformasikan menjadi lebih terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis pertanian dikompetisikan, tapi juga ada mentoring. “Lalu dikoneksikan dengan perbankan, dan disediakan lahan untuk usaha. Juga tentu ada hadiah untuk stimulus modal,” kata Arief. (*)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – “Jagoan Tani”, program yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi berhasil menumbuhkan semangat anak-anak muda menggeluti kewirausahaan di bidang pertanian “mencetak” sukses besar. Bukan hanya berhasil menumbuhkan jiwa wirausaha, pemberdayaan petani juga berhasil dilakukan sejumlah peserta ajang memperebutkan total hadiah Rp 150 juta tersebut.

                Ya, ajang ini telah mencapai babak puncak pada Senin kemarin lusa (9/8). Penganugerahan pemenang dilakukan pada forum Graduation Jagoan Tani 2021 di pendapa Sabha Swagata Blambangan.

                Tercatat 1.489 pemuda mengikuti Jagoan Tani tahun ini. Mereka tergabung dalam 427 tim. Rinciannya, sebanyak 259 proposal ide bisnis dan 168 proposal rintisan usaha.

                Nah, dari total peserta sebanyak itu, dewan juri telah memutuskan sepuluh tim juara plus juara favorit yang didasarkan pada jumlah like dan viewer pada video profil usaha yang diunggah di Youtube.

                Untuk kategori rintisan usaha, juara pertama diraih sekelompok anak muda asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu yang tergabung dalam tim “Lemonto”. Mereka memproduksi berbagai olahan buah lemon, seperti sari lemon, essential oil, lemon kering, sabun, serta hand sanitizer. Bahan baku lemon berasal dari buah yang dikembangkan petani lemon setempat.

                Ketua Tim “Lemonto” Beni Irwanto mengatakan, bisnis itu dirintis sejak 2020. Melihat harga lemon jatuh saat panen raya, pihaknya terinspirasi membuat produk minuman sari lemon untuk meningkatkan harga jual buah tersebut. “Alhamdulillah produk kami diterima pasar. Apalagi di saat pandemi ini banyak orang yang membutuhkan minuman penambah imunitas. Produk kami merambah berbagai daerah di Jawa, Sumatera, dan Papua,” ujarnya.

                Sementara itu, juara pertama kategori ide bisnis (business plan), diraih tim Caraka Muda asal Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, yakni ”Caraka Muda”. Tim yang diketuai Hendra Febrianto ini berhasil “menelurkan” produk sayuran organik kering yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Termasuk menjadi makanan pendamping air susu ibu (ASI) hingga menjadi alternatif pangan bagi anak-anak yang tidak suka makan sayur.

                Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Jagoan Tani menjadi salah satu pintu untuk mengajak anak-anak muda masuk ke agribisnis, membantu petani, memberi nilai tambah, memberdayakan berbagai potensi lokal.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan menjelaskan, Jagoan Tani merupakan hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian anak muda yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2018. Saat ini program tersebut ditransformasikan menjadi lebih terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis pertanian dikompetisikan, tapi juga ada mentoring. “Lalu dikoneksikan dengan perbankan, dan disediakan lahan untuk usaha. Juga tentu ada hadiah untuk stimulus modal,” kata Arief. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/