alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Eksplore Kemiren Lewat Fotografi

JawaPos.com – Ratusan fotografer dari berbagai daerah mengikuti Banyuwangi Race Photo Competition di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, kemarin (11/3). Mereka datang dari berbagai kota dari 13 provinsi se-Indonesia. Mulai Surabaya, Pekalongan, Tarakan, Jayapura, Samarinda, Bali, hingga Semarang.

“Terima kasih atas kehadiran teman-teman fotografer. Luar biasa antusiasmenya,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sembari melepas para peserta.

Anas mengatakan, lomba ini adalah salah satu strategi memasarkan budaya Banyuwangi dan destinasi alam. Anas menganggap foto seringkali lebih banyak berbicara daripada kata-kata. Sehingga foto cukup efektif mengenalkan Banyuwangi.

Usai dilepas Bupati Anas, ratusan peserta tersebut langsung menyebar ke sudut-sudut Kemiren. Mereka diberi waktu selama 2,5 jam untuk mengeksplore beragam seni, budaya dan kuliner warga suku Oseng. Mulai dari perajin kesenian barong, mainan tradisional, angklung paglak, beragam UMKM makanan, pandai besi, hingga kuliner masyarakat asli Banyuwangi.

Mario Blanco, salah satu juri cukup mengapresiasi pelaksanaan lomba. Selain memberikan waktu bagi fotografer untuk mengeksplorasi Kemiren, mereka juga diberi kesempatan untuk menunjukkan karyanya. “Saya juga senang lewat lomba ini menjadi cara untuk mendapatkan masukan dari banyak pihak untuk mengemas Banyuwangi supaya bisa menjadi suatu destinasi wisata di Indonesia,” imbuh Blanco.

Lomba foto ini digelar selama dua hari. Hari pertama Sabtu (10/3), para peserta mengikuti workshop fotografi dengan pemateri Mario Blanco, Eko Sumartopo, dan, Zulkarnain. Baru di hari kedua, para peserta mulai mengeksplorasi Desa Kemiren.

JawaPos.com – Ratusan fotografer dari berbagai daerah mengikuti Banyuwangi Race Photo Competition di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, kemarin (11/3). Mereka datang dari berbagai kota dari 13 provinsi se-Indonesia. Mulai Surabaya, Pekalongan, Tarakan, Jayapura, Samarinda, Bali, hingga Semarang.

“Terima kasih atas kehadiran teman-teman fotografer. Luar biasa antusiasmenya,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sembari melepas para peserta.

Anas mengatakan, lomba ini adalah salah satu strategi memasarkan budaya Banyuwangi dan destinasi alam. Anas menganggap foto seringkali lebih banyak berbicara daripada kata-kata. Sehingga foto cukup efektif mengenalkan Banyuwangi.

Usai dilepas Bupati Anas, ratusan peserta tersebut langsung menyebar ke sudut-sudut Kemiren. Mereka diberi waktu selama 2,5 jam untuk mengeksplore beragam seni, budaya dan kuliner warga suku Oseng. Mulai dari perajin kesenian barong, mainan tradisional, angklung paglak, beragam UMKM makanan, pandai besi, hingga kuliner masyarakat asli Banyuwangi.

Mario Blanco, salah satu juri cukup mengapresiasi pelaksanaan lomba. Selain memberikan waktu bagi fotografer untuk mengeksplorasi Kemiren, mereka juga diberi kesempatan untuk menunjukkan karyanya. “Saya juga senang lewat lomba ini menjadi cara untuk mendapatkan masukan dari banyak pihak untuk mengemas Banyuwangi supaya bisa menjadi suatu destinasi wisata di Indonesia,” imbuh Blanco.

Lomba foto ini digelar selama dua hari. Hari pertama Sabtu (10/3), para peserta mengikuti workshop fotografi dengan pemateri Mario Blanco, Eko Sumartopo, dan, Zulkarnain. Baru di hari kedua, para peserta mulai mengeksplorasi Desa Kemiren.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/