Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Events
icon featured
Events

”Banyuwangi Rebound” Diluncurkan; Siap Melambung Lebih Tinggi

11 Januari 2022, 14: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

”Banyuwangi Rebound” Diluncurkan; Siap Melambung Lebih Tinggi

SATU TEKAD: Bupati Ipuk Fiestiandani, Wabup Sugirah, bersama Forpimda dan lintas elemen siap bersinergi mewujudkan Banyuwangi lebih hebat. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Sektor ekonomi sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun ini. Ekonomi mengalami kontraksi. Angka kemiskinan pun meningkat.

Namun kini, Banyuwangi siap bangkit. Bahkan, melambung jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.

Bukan sekadar optimisme. Bukan pula sekadar impian. Lebih dari itu, upaya nyata untuk membangkitkan segenap aspek yang sempat terjerembap itu telah dan akan terus dilakukan.

Baca juga: Kuncinya Bangun Kekompakan

Yang terbaru, Bupati Ipuk Fiestiandani meluncurkan program ”Banyuwangi Rebound”. Dalam bahasa Indonesia, rebound bermakna memantul atau melambung. Sedangkan di dunia bola basket, istilah rebound berarti melompat tinggi menyambut bola pantul yang gagal masuk ring untuk kembali dilesakkan ke dalam keranjang.

Inilah yang menginspirasi program Banyuwangi Rebound tersebut. Seperti halnya gerakan rebound dalam basket itulah, Banyuwangi akan dibawa melompat kembali di masa pandemi Covid-19 ini yang telah memasuki tahun ketiga. ”Sejak wabah Covid-19 mendera seluruh dunia, banyak hal kemudian meleset dari rencana awal. Ini ibarat pebasket yang gagal melesakkan bola ke keranjang. Di situasi seperti inilah, kita harus rebound mengambil kesempatan tersebut untuk menuntaskannya menjadi poin atau gol,” ujarnya.

Peluncuran ”Banyuwangi Rebound” dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0825 Letkol Kav Eko Julianto, Komandan Pangkalan AL Banyuwangi (Danlanal) Letkol Laut (P) Ansori, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Nova Flory Bunda, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muhammad Rawi.

Selain itu, sejumlah tokoh juga hadir. Di antaranya KH Suyuti Thoha, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Ali Makki Zaini, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Mukhlis Lahuddin, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) H Astro Djunaidi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi KH M. Yamin, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Suminto. Hadir pula Dewan Pengarah Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi, Ketua DKB Hasan Basri, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Dede Abdul Ghani, Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab) Anton Sujarwo, serta Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rudi Hartono.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi Rebound berangkat dari tantangan dan optimisme yang ada. Imbas pandemi Covid-19 angka kemiskinan di Banyuwangi mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen. Peningkatan angka kemiskinan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa merupakan yang terendah di wilayah Jatim.

Di sisi lain, pada saat bersamaan ada tantangan dunia yang semakin terdigitalisasi. ”Namun, di tengah berbagai tantangan, kita masih punya optimisme. Pertumbuhan ekonomi mulai kembali positif. Roda ekonomi mulai bergerak, salah satu indikatornya adalah pembiayaan dari perbankan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melonjak. Pertumbuhan kredit perbankan Banyuwangi jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, budaya inovasi yang dikembangkan pemerintah terus berkembang,” terang Ipuk.

Dari tantangan dan optimisme inilah, papar Ipuk, ”arsitektur” Banyuwangi Rebound dibangun. Arsitektur dimaksud mencakup tiga pilar dan dua fondasi penting dari gerakan Banyuwangi Rebound ini. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan fondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang excellent dan partisipasi aktif publik. ”Ini bukan sekadar gerakan untuk pariwisata. Bukan pula hanya sebatas UMKM. Tapi, ini adalah gerakan yang menyeluruh. Menjangkau seluruh sektor dan pemangku kepentingan untuk membawa Banyuwangi mampu melakukan rebound,” tegas Ipuk.

Ipuk lantas membeber tiga ekosistem dalam Banyuwangi Rebound. Pertama, ekosistem penanganan pandemi yang terdiri atas berbagai langkah tangani Covid-19 dan meningkatkan derajat kesehatan warga secara umum. ”Maka, selain penanganan pandemi seperti kita menuju seratus persen vaksinasi anak, berbagai langkah preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif kita integrasikan. Termasuk di dalamnya menuju zero stunting, dukungan bidan desa, suplemen gizi rakyat, memacu kegiatan-kegiatan olahraga, dan revitalisasi unit kesehatan sekolah (UKS),” tuturnya.

Ekosistem berikutnya adalah pemulihan ekonomi. Mulai program pengembangan UMKM, pertanian, infrastruktur, pembangunan pedesaan, hingga pariwisata telah dirancang. Semuanya didesain untuk membuka lapangan kerja serta memulihkan pergerakan ekonomi warga. ”Kami telah menyusun siapa mengerjakan apa plus target waktunya. Contohnya kita siapkan pembangunan dan perbaikan seribu kilometer jalan, pada bulan ke sekian harus tercapai target sekian, dan seterusnya. Jadi tidak menumpuk di semester II tahun 2022 saja,” jelasnya.

Sedangkan ekosistem ketiga adalah merajut harmoni. Ikhtiar memperkuat solidaritas sosial, mengembangkan SDM dari sisi pendidikan, menjaga keberlanjutan lingkungan, hingga memperkuat kerukunan antarumat beragama ada pada ekosistem ini.

Ipuk menegaskan, Banyuwangi Rebound bukan melulu milik Pemkab Banyuwangi. Bukan pula milik ASN Banyuwangi. Sebaliknya, program tersebut milik seluruh masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa. ”Mari merajut harmoni. Mengakomodasi modal sosial untuk mewujudkan Banyuwangi yang lebih hebat,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia