alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Sunday, September 25, 2022

Festival Muharram, Santuni 1.444 Anak Yatim

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – ”Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah”. Kalimat tersebut menjadi tema besar Festival Muharram yang digeber Pemkab Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Senin (8/8).

Bukan hanya doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan Banyuwangi, festival kali ini juga diwarnai penyerahan santunan bagi 1.444 anak yatim asal 25 kecamatan se-Bumi Blambangan. Uang santunan tersebut merupakan hasil gotong royong kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banyuwangi.

Rangkaian Festival Muharram kemarin juga diwarnai kelas inspirasi yang diikuti 300 anak yatim asal 25 kecamatan se-Banyuwangi hasil kerja sama pemkab dan Rumah Literasi Indonesia. Melalui kelas inspirasi tersebut, anak-anak yatim diberi motivasi dan belajar membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa.

Tidak hanya itu, festival ini juga diwarnai penandatanganan komitmen bersama ”Deklarasi Pondok Pesantren (Ponpes) Ramah Anak”. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi KH Ali Makki Zaini, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi Fahrurrozi, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Dr Muhlis Lahuddin, Pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi Astro Junaidi, dan Pimpinan Al Irsyad Syarif Abdat.

Baca Juga :  Anak Yatim Doakan Almarhum Eril

Selain itu, penandatanganan juga dilakukan Pimpinan Rabitah Alawiah Habih Muhsin bin Alwi Al Habsi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Yamin, serta Kepala Kantor Kementerian Agara (Kemenag) Banyuwangi Amak Burhanuddin. Bukan itu saja, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Henik Setyorini dan Bupati Ipuk Fiestiandani juga ikut membubuhkan tanda tangan Deklarasi Ponpes Ramah Anak tersebut.

Bupati Ipuk berterima kasih kepada kalangan ASN dan pihak-pihak terkait yang sudah bergotong royong menyedekahkan sebagian hartanya untuk anak-anak yatim. ”Saya berharap kegiatan hari ini tidak sekadar seremonial, tetapi berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan, Banyuwangi adalah rumah besar bagi seluruh warganya. Tidak terkecuali anak-anak yatim. ”Karena itu, kita wajib menjaga anak-anak yatim sampai mereka bisa mencapai cita-citanya, sampai mereka hidup nyaman. Ini tugas kita semua,” tegasnya.

Ipuk menambahkan, penandatanganan bersama oleh pimpinan ormas Islam kemarin merupakan komitmen bersama untuk melindungi anak-anak Banyuwangi, baik dari kesulitan, tindakan kejahatan, pelecehan, perundungan, dan sebagainya. ”Mudah-mudahan apa yang sudah kita tanda tangani menjadi komitmen yang bisa kita laksanakan secara bersama-sama untuk generasi Banyuwangi yang lebih hebat, terutama dalam rangka menghadapi Indonesia Emas tahun 2045,” harapnya.

Baca Juga :  Kemenag Situbondo Peringati HUT RI dengan Lomba dan Beri Santunan

Ipuk berharap, festival kemarin menjadi hari yang membahagiakan bagi anak-anak yatim di Banyuwangi. ”Mudah-mudahan langkah-langkah kecil ini bisa membawa Banyuwangi dalam lindungan Allah, dalam berkah Allah, dan ridho Allah. Dijauhkan dari hal-hal buruk, fitnah, dijauhkan dari hal-hal yang bisa memecah belah silaturahmi antarumat, terutama umat Islam di Banyuwangi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Lukman mengatakan, jumlah anak yatim yang mendapat santunan mencapai 1.444 orang. Jumlah ini dengan sesuai angka tahun hijriah, yakni 1.444 Hijriah. ”Dana untuk santunan berasal dari sumbangan ASN dari masing-masing SKPD dan BUMD. Terkumpul Rp 442.526.000,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – ”Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah”. Kalimat tersebut menjadi tema besar Festival Muharram yang digeber Pemkab Banyuwangi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Senin (8/8).

Bukan hanya doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan Banyuwangi, festival kali ini juga diwarnai penyerahan santunan bagi 1.444 anak yatim asal 25 kecamatan se-Bumi Blambangan. Uang santunan tersebut merupakan hasil gotong royong kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banyuwangi.

Rangkaian Festival Muharram kemarin juga diwarnai kelas inspirasi yang diikuti 300 anak yatim asal 25 kecamatan se-Banyuwangi hasil kerja sama pemkab dan Rumah Literasi Indonesia. Melalui kelas inspirasi tersebut, anak-anak yatim diberi motivasi dan belajar membangun imajinasi tentang profesi dan karir di masa.

Tidak hanya itu, festival ini juga diwarnai penandatanganan komitmen bersama ”Deklarasi Pondok Pesantren (Ponpes) Ramah Anak”. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi KH Ali Makki Zaini, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi Fahrurrozi, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Dr Muhlis Lahuddin, Pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi Astro Junaidi, dan Pimpinan Al Irsyad Syarif Abdat.

Baca Juga :  Puluhan Karya Sudah Diterima Panitia

Selain itu, penandatanganan juga dilakukan Pimpinan Rabitah Alawiah Habih Muhsin bin Alwi Al Habsi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Yamin, serta Kepala Kantor Kementerian Agara (Kemenag) Banyuwangi Amak Burhanuddin. Bukan itu saja, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Henik Setyorini dan Bupati Ipuk Fiestiandani juga ikut membubuhkan tanda tangan Deklarasi Ponpes Ramah Anak tersebut.

Bupati Ipuk berterima kasih kepada kalangan ASN dan pihak-pihak terkait yang sudah bergotong royong menyedekahkan sebagian hartanya untuk anak-anak yatim. ”Saya berharap kegiatan hari ini tidak sekadar seremonial, tetapi berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan, Banyuwangi adalah rumah besar bagi seluruh warganya. Tidak terkecuali anak-anak yatim. ”Karena itu, kita wajib menjaga anak-anak yatim sampai mereka bisa mencapai cita-citanya, sampai mereka hidup nyaman. Ini tugas kita semua,” tegasnya.

Ipuk menambahkan, penandatanganan bersama oleh pimpinan ormas Islam kemarin merupakan komitmen bersama untuk melindungi anak-anak Banyuwangi, baik dari kesulitan, tindakan kejahatan, pelecehan, perundungan, dan sebagainya. ”Mudah-mudahan apa yang sudah kita tanda tangani menjadi komitmen yang bisa kita laksanakan secara bersama-sama untuk generasi Banyuwangi yang lebih hebat, terutama dalam rangka menghadapi Indonesia Emas tahun 2045,” harapnya.

Baca Juga :  Partai Golkar Gelar Jaranan, Santunan, dan Gelontor Bansos Rp 65 Juta

Ipuk berharap, festival kemarin menjadi hari yang membahagiakan bagi anak-anak yatim di Banyuwangi. ”Mudah-mudahan langkah-langkah kecil ini bisa membawa Banyuwangi dalam lindungan Allah, dalam berkah Allah, dan ridho Allah. Dijauhkan dari hal-hal buruk, fitnah, dijauhkan dari hal-hal yang bisa memecah belah silaturahmi antarumat, terutama umat Islam di Banyuwangi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Banyuwangi Lukman mengatakan, jumlah anak yatim yang mendapat santunan mencapai 1.444 orang. Jumlah ini dengan sesuai angka tahun hijriah, yakni 1.444 Hijriah. ”Dana untuk santunan berasal dari sumbangan ASN dari masing-masing SKPD dan BUMD. Terkumpul Rp 442.526.000,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/