alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Catur Arum Syuting Jingle Lagu ArtOs Kembang Langit

BANYUWANGI – Gaung pameran lukisan berskala nasional, ArtOs Kembang Langit, kian nyaring terdengar. Bahkan, meskipun event yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 tersebut, baru akan dibuka pada 10 sampai 18 Desember mendatang, apresiasi telah mengalir dari banyak pihak.

Apresiasi tersebut disampaikan berbagai kalangan yang mengikuti konferensi pers secara virtual yang dimoderatori budayawan sekaligus jurnalis senior Banyuwangi Samsudin Adlawi kemarin (7/12). Seratus lebih orang, baik dari Banyuwangi dan luar daerah mengikuti konferensi pers virtual lewat aplikasi Zoom Meeting dan ditayangkan live via YouTube tersebut.

Salah satu apresiasi datang dari kolektor ternama asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng), yakni dr Oei Hong Djien yang juga merupakan pendiri dan kurator OHD Museum. Dia mengaku sangat terkesan dengan semangat para perupa, terutama sang pemrakarsa ArtOs Kembang Langit, yakni Imam Maskun. ”Saya begitu terkesan. Saya akan hadir. Event ini harus kita dukung. Sudah waktunya ada pemerataan seni rupa di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu OHD juga menyampaikan selamat Harjaba kepada masyarakat Banyuwangi. ”Masyarakat Banyuwangi sangat beruntung. Sebab, seni rupa di Banyuwangi berkembang luar biasa. Lewat event ArtOs Kembang Langit ini, Banyuwangi bisa semakin terkenal,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari anggota Dewan Pers Agus Sudibyo. Dikatakan, ArtOs Kembang Langit adalah momentum bagi seniman Banyuwangi untuk kembali berkarya dan berkreativitas.

Selain itu, Agus juga memberikan acungan jempol atas kekompakan insan pers dengan seniman di Banyuwangi. Apalagi Pemkab Banyuwangi juga memberikan support yang luar biasa. ”Memanfaatkan jaringan dengan teman-teman wartawan untuk saling mengisi. Diskusi dengan wartawan bisa menjadi sumber inspirasi untuk mencari ide apa yang perlu dilukis, event seperti apa yang perlu di-create,” kata dia.

Agus Sudibyo berharap ArtOs Kembang Langit tidak sekadar menjadi ajang pameran. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan digelar secara rutin dan mendorong keterlibatan pihak lain dalam hal seni serta aspek-aspek lain.

Sementara itu, salah satu kurator lukisan terkemuka di tanah air, yakni Agus Dermawan T mengatakan, karya-karya para pelukis Banyuwangi tidak kalah dengan pelukis dari daerah lain. Tak ayal, dirinya pun sangat kesulitan melakukan kurasi karya-karya yang lukis yang akan dipamerkan pada event ArtOs Kembang Langit mendatang. ”Ada 200 foto lukisan yang dikirimkan ke saya. Saya harus menyeleksi. Ini sangat berat karena semuanya bagus-bagus,” akunya.

Dikatakan, di antara 200-an lukisan yang masuk, akhirnya terseleksi sebanyak 150 karya. ”Ini sesuai dengan permintaan panitia dengan mempertimbangkan kapasitas tempat pameran,” tuturnya.

Moderator acara, Samsudin Adlawi mengatakan, ArtOs Kembang Langit bakal digelar di tempat yang sangat spesial, yakni Gedung Juang Banyuwangi. ”Gedung Juang ini memiliki sejarah luar biasa. Dahulu namanya Societeit De Club (SDC) yang dibangun pada 1887. SDC bukan sembarangan tempat. Gedung SDC itu semacam Balai Perserikatan Sosial. Khususnya, masyarakat Eropa dan elite intelektual. Kegiatannya macam-macam, mulai pertunjukan musik, kesenian tradisional, pameran, seminar, lelang, dan sampai acara ilmiah. Semua pernah dilakukan di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia ArtOs Kembang Langit Imam Maskun mengatakan, event tersebut bakal digelar setiap tahun, yakni setiap peringatan Harjaba. ”ArtOs Kembang Langit edisi perdana ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan tahun-tahun selanjutnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pembukaan pameran lukisan berskala nasional tinggal menghitung hari. Pameran dalam rangka memperingati Harjaba ke-250 bakal dibuka tanggal 10 Desember.

Sejumlah tokoh nasional dipastikan hadir. Mulai Sukardi Rinakit (Staf Khusus Presiden Jokowi), Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah tokoh lainnya. Bahkan, demi suksesnya acara ini, Presiden Jokowi menyatakan dukungannya terhadap pameran ArtOs Kembang Langit tersebut.

Sementara itu, persiapan untuk opening ArtOs Kembang Langit terus dimatangkan.  Panitia telah menyiapkan jingle lagu spesial berjudul ”Kembang Langit”. Jingle karya Husin Albana tersebut bakal dibawakan oleh penyanyi legendaris Bumi Blambangan, Catur Arum.

Lirik lagu dengan khas Oseng tersebut memberikan semangat kepada seniman dan perupa Banyuwangi untuk terus berkarya. Dengan semangatnya, Catur menjalani tahapan pengambilan video di markas perupa Banyuwangi, Langgar Art. ”Lagu ini akan kita putar saat opening nanti. Mas Catur sangat pas membawakan lagu tersebut. Aransemen lagu bernansa etnik Oseng,” ujar sang pencipa lagu Husin Albana sekaligus Humas Pameran ArtOs Kembang Langit. 

BANYUWANGI – Gaung pameran lukisan berskala nasional, ArtOs Kembang Langit, kian nyaring terdengar. Bahkan, meskipun event yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 tersebut, baru akan dibuka pada 10 sampai 18 Desember mendatang, apresiasi telah mengalir dari banyak pihak.

Apresiasi tersebut disampaikan berbagai kalangan yang mengikuti konferensi pers secara virtual yang dimoderatori budayawan sekaligus jurnalis senior Banyuwangi Samsudin Adlawi kemarin (7/12). Seratus lebih orang, baik dari Banyuwangi dan luar daerah mengikuti konferensi pers virtual lewat aplikasi Zoom Meeting dan ditayangkan live via YouTube tersebut.

Salah satu apresiasi datang dari kolektor ternama asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng), yakni dr Oei Hong Djien yang juga merupakan pendiri dan kurator OHD Museum. Dia mengaku sangat terkesan dengan semangat para perupa, terutama sang pemrakarsa ArtOs Kembang Langit, yakni Imam Maskun. ”Saya begitu terkesan. Saya akan hadir. Event ini harus kita dukung. Sudah waktunya ada pemerataan seni rupa di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu OHD juga menyampaikan selamat Harjaba kepada masyarakat Banyuwangi. ”Masyarakat Banyuwangi sangat beruntung. Sebab, seni rupa di Banyuwangi berkembang luar biasa. Lewat event ArtOs Kembang Langit ini, Banyuwangi bisa semakin terkenal,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari anggota Dewan Pers Agus Sudibyo. Dikatakan, ArtOs Kembang Langit adalah momentum bagi seniman Banyuwangi untuk kembali berkarya dan berkreativitas.

Selain itu, Agus juga memberikan acungan jempol atas kekompakan insan pers dengan seniman di Banyuwangi. Apalagi Pemkab Banyuwangi juga memberikan support yang luar biasa. ”Memanfaatkan jaringan dengan teman-teman wartawan untuk saling mengisi. Diskusi dengan wartawan bisa menjadi sumber inspirasi untuk mencari ide apa yang perlu dilukis, event seperti apa yang perlu di-create,” kata dia.

Agus Sudibyo berharap ArtOs Kembang Langit tidak sekadar menjadi ajang pameran. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan digelar secara rutin dan mendorong keterlibatan pihak lain dalam hal seni serta aspek-aspek lain.

Sementara itu, salah satu kurator lukisan terkemuka di tanah air, yakni Agus Dermawan T mengatakan, karya-karya para pelukis Banyuwangi tidak kalah dengan pelukis dari daerah lain. Tak ayal, dirinya pun sangat kesulitan melakukan kurasi karya-karya yang lukis yang akan dipamerkan pada event ArtOs Kembang Langit mendatang. ”Ada 200 foto lukisan yang dikirimkan ke saya. Saya harus menyeleksi. Ini sangat berat karena semuanya bagus-bagus,” akunya.

Dikatakan, di antara 200-an lukisan yang masuk, akhirnya terseleksi sebanyak 150 karya. ”Ini sesuai dengan permintaan panitia dengan mempertimbangkan kapasitas tempat pameran,” tuturnya.

Moderator acara, Samsudin Adlawi mengatakan, ArtOs Kembang Langit bakal digelar di tempat yang sangat spesial, yakni Gedung Juang Banyuwangi. ”Gedung Juang ini memiliki sejarah luar biasa. Dahulu namanya Societeit De Club (SDC) yang dibangun pada 1887. SDC bukan sembarangan tempat. Gedung SDC itu semacam Balai Perserikatan Sosial. Khususnya, masyarakat Eropa dan elite intelektual. Kegiatannya macam-macam, mulai pertunjukan musik, kesenian tradisional, pameran, seminar, lelang, dan sampai acara ilmiah. Semua pernah dilakukan di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia ArtOs Kembang Langit Imam Maskun mengatakan, event tersebut bakal digelar setiap tahun, yakni setiap peringatan Harjaba. ”ArtOs Kembang Langit edisi perdana ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan tahun-tahun selanjutnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pembukaan pameran lukisan berskala nasional tinggal menghitung hari. Pameran dalam rangka memperingati Harjaba ke-250 bakal dibuka tanggal 10 Desember.

Sejumlah tokoh nasional dipastikan hadir. Mulai Sukardi Rinakit (Staf Khusus Presiden Jokowi), Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan sejumlah tokoh lainnya. Bahkan, demi suksesnya acara ini, Presiden Jokowi menyatakan dukungannya terhadap pameran ArtOs Kembang Langit tersebut.

Sementara itu, persiapan untuk opening ArtOs Kembang Langit terus dimatangkan.  Panitia telah menyiapkan jingle lagu spesial berjudul ”Kembang Langit”. Jingle karya Husin Albana tersebut bakal dibawakan oleh penyanyi legendaris Bumi Blambangan, Catur Arum.

Lirik lagu dengan khas Oseng tersebut memberikan semangat kepada seniman dan perupa Banyuwangi untuk terus berkarya. Dengan semangatnya, Catur menjalani tahapan pengambilan video di markas perupa Banyuwangi, Langgar Art. ”Lagu ini akan kita putar saat opening nanti. Mas Catur sangat pas membawakan lagu tersebut. Aransemen lagu bernansa etnik Oseng,” ujar sang pencipa lagu Husin Albana sekaligus Humas Pameran ArtOs Kembang Langit. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/