alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Saturday, September 24, 2022

Pendaftar Video Kreatif Tembus 40 Peserta

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Usai mengikuti workshop, peserta video kreatif dengan tema Bumdes Rebound Menuju Ekonomi Desa Mandiri, kini sudah tembus 40 peserta. Pendaftar diprediksi masih terus akan bertambah.

Ketua Panitia Lomba Video Kreatif, Akhmad Suhri mengatakan, jumlah pendaftar hingga Minggu (7/8) terus bertambah dan telah mencapai 40 tim yang mendaftar sebagai peserta. “Antusias peserta sangat luar biasa,” ungkapnya.

Tingginya antusias peserta ini, kata Suhri, lantaran peserta sudah mendapat pembekalan saat workshop yang diselengarakan Selasa (2/8) lalu. Apalagi untuk kali ini, pengambilan gambar tidak boleh menggunakan potensi dari professional, melainkan dari tim yang ada di desa tersebut.

Belum lagi, lanjut Suhri, jenis alat yang dipergunakan bebas mulai dari kamera gadget, Digital Single Lens Reflex (DSLR), action cam, kamera video, dan drone. Kualitas video minimal 1080 p atau setara HD dengan format mp4. “ Boleh menggunakan artis atau endors dan diutamakan lokal dari desa tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Ramai Sore Hari karena Pemandangan Lebih Eksotis

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Banyuwangi, Ahmad Faisol menambahkan, dalam lomba video kreatif tahun ini harus ada kesesuaian tema yakni Bumdes Rebound Menuju Ekonomi Desa Mandiri. “Artinya jika tahun lalu yang diambil adalah seluruh potensi di desa itu, kali ini harus lebih spesifik tentang Bumdes,” jelasnya.

Potensi desa yang diangkat juga berkenaan tentang Bumdes di desa tersebut misal proses produk Bumdes. “Tidak harus berupa hasil produk, melainkan bisa proses pemberdayaan dan kemandirian yang ada di Bumdes tersebut. Sehingga masing-masing Bumdes memiliki profil berupa video,” terangnya.

Untuk Bumdes, kata Faishol seluruh desa sudah memiliki. Hanya saja, dengan lomba video kreatif ini akan lebih tahu Bumdes mana saja yang kreatif, inovatif serta memang benar-benar berjalan. “Lomba video kreatif ini salah satu cara, agar Bumdes ini benar-benar hidup dan membangkitkan perekonomian dari desa dalam rangka mewujudkan ekonomi desa lebih berdaya dan mandiri,” tandasnya.

Baca Juga :  Smanta Kirim 116 Siswa

Usai workshop rangkaian kompetisi video kreatif selanjutnya adalah proses pembuatan video pada 3 Agustus 2022 10 Oktober 2022, pengumpulan video 12-14 Oktober 2022 dan, tinjau lapang pada 17-22 Oktober 2022. Selanjutnya awarding dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan November 2022 mendatang.

Untuk durasi video maksimal tiga menit dan memiliki unsur berita seperti di antaranya yakni menyangkut soal identitas lokasi seperti papan nama desa dan lainnya  menunjukkan tempat, pemberdayaan masyarakat, keragaman potensi, layanan publik, orisinilitas potensi, ide cerita, narasi dan menginspirasi.

Peserta video kretaif boleh mengambil video lokasi dari desa lain seperti bandara Banyuwangi, stasiun, pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang dan lainnya sesuai ide garapan cerita dalam video. Yang perlu diperhatikan adalah konten isi video tidak boleh mengandung unsur pornografi, pornoaksi, rokok, SARA dan label produk atau sponsor kecuali brand UMKM BUmdes itu sendiri. (ddy/afi)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Usai mengikuti workshop, peserta video kreatif dengan tema Bumdes Rebound Menuju Ekonomi Desa Mandiri, kini sudah tembus 40 peserta. Pendaftar diprediksi masih terus akan bertambah.

Ketua Panitia Lomba Video Kreatif, Akhmad Suhri mengatakan, jumlah pendaftar hingga Minggu (7/8) terus bertambah dan telah mencapai 40 tim yang mendaftar sebagai peserta. “Antusias peserta sangat luar biasa,” ungkapnya.

Tingginya antusias peserta ini, kata Suhri, lantaran peserta sudah mendapat pembekalan saat workshop yang diselengarakan Selasa (2/8) lalu. Apalagi untuk kali ini, pengambilan gambar tidak boleh menggunakan potensi dari professional, melainkan dari tim yang ada di desa tersebut.

Belum lagi, lanjut Suhri, jenis alat yang dipergunakan bebas mulai dari kamera gadget, Digital Single Lens Reflex (DSLR), action cam, kamera video, dan drone. Kualitas video minimal 1080 p atau setara HD dengan format mp4. “ Boleh menggunakan artis atau endors dan diutamakan lokal dari desa tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  BSTF Ajak Siswa Lepas 99 Tukik Tetasan Intan Box

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Banyuwangi, Ahmad Faisol menambahkan, dalam lomba video kreatif tahun ini harus ada kesesuaian tema yakni Bumdes Rebound Menuju Ekonomi Desa Mandiri. “Artinya jika tahun lalu yang diambil adalah seluruh potensi di desa itu, kali ini harus lebih spesifik tentang Bumdes,” jelasnya.

Potensi desa yang diangkat juga berkenaan tentang Bumdes di desa tersebut misal proses produk Bumdes. “Tidak harus berupa hasil produk, melainkan bisa proses pemberdayaan dan kemandirian yang ada di Bumdes tersebut. Sehingga masing-masing Bumdes memiliki profil berupa video,” terangnya.

Untuk Bumdes, kata Faishol seluruh desa sudah memiliki. Hanya saja, dengan lomba video kreatif ini akan lebih tahu Bumdes mana saja yang kreatif, inovatif serta memang benar-benar berjalan. “Lomba video kreatif ini salah satu cara, agar Bumdes ini benar-benar hidup dan membangkitkan perekonomian dari desa dalam rangka mewujudkan ekonomi desa lebih berdaya dan mandiri,” tandasnya.

Baca Juga :  Pengadaan Sumur Bor Masih Mengambang

Usai workshop rangkaian kompetisi video kreatif selanjutnya adalah proses pembuatan video pada 3 Agustus 2022 10 Oktober 2022, pengumpulan video 12-14 Oktober 2022 dan, tinjau lapang pada 17-22 Oktober 2022. Selanjutnya awarding dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan November 2022 mendatang.

Untuk durasi video maksimal tiga menit dan memiliki unsur berita seperti di antaranya yakni menyangkut soal identitas lokasi seperti papan nama desa dan lainnya  menunjukkan tempat, pemberdayaan masyarakat, keragaman potensi, layanan publik, orisinilitas potensi, ide cerita, narasi dan menginspirasi.

Peserta video kretaif boleh mengambil video lokasi dari desa lain seperti bandara Banyuwangi, stasiun, pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang dan lainnya sesuai ide garapan cerita dalam video. Yang perlu diperhatikan adalah konten isi video tidak boleh mengandung unsur pornografi, pornoaksi, rokok, SARA dan label produk atau sponsor kecuali brand UMKM BUmdes itu sendiri. (ddy/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/