alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Bank Jati dan Pemkab Banyuwangi Maksimalkan e-Retribusi

BANYUWANGI – Bank Jatim bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi berupaya untuk memaksimalkan PAD melalui e-retribusi. Sinergi ini dikemas dalam acara Gerebek Pasar yang digelar di Pasar Blambangan pagi kemarin (7/2).

E-retribusi dengan pemanfaatan alat TI tersebut dapat mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Selain bermanfaat meminimalkan kebocoran atau pungutan liar oleh oknum-oknum tertentu, dengan sistem ini, monitoring pembayaran retribusi akan lebih optimal.

Kepala Disperindag Ketut Kencana mengatakan, penerapan e-retribusi pasar ini salah satu upaya sinergi antara Pemkab, Bank Jatim, dan pedagang pasar. ”Dengan penerapan penarikan retribusi berbasis TI akan meminimalkan lost pendapatan daerah. Ketika mereka telah memanfaatkan e-retribusi, tidak akan ada pungli karena semua transaksi telah ter-record di sistem yang tersedia,” ujarnya.

Baca Juga :  Kantor Baru, UPZ Muncar Maksimalkan ZIS

Ketut menegaskan, e-retribusi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk transparansi dalam pendapatan daerah melalui retribusi. Dengan demikian, pedagang pasar Banyuwangi dapat melakukan pembayaran tersebut setiap waktu dengan lebih mudah, nyaman, dan pastinya lebih dipercaya tanpa harus khawatir retribusinya bocor. ”Berawal dari banyaknya pungutan yang tidak transparan. Jadi dengan e-retribusi uangnya tidak masuk ke kantong petugas tapi langsung masuk ke rekening daerah. Tidak ada lagi pajak yang diselewengkan dan semua untuk pembangunan kesejahteraan rakyat,” kata Ketut kemarin. (afi/c1)

BANYUWANGI – Bank Jatim bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi berupaya untuk memaksimalkan PAD melalui e-retribusi. Sinergi ini dikemas dalam acara Gerebek Pasar yang digelar di Pasar Blambangan pagi kemarin (7/2).

E-retribusi dengan pemanfaatan alat TI tersebut dapat mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Selain bermanfaat meminimalkan kebocoran atau pungutan liar oleh oknum-oknum tertentu, dengan sistem ini, monitoring pembayaran retribusi akan lebih optimal.

Kepala Disperindag Ketut Kencana mengatakan, penerapan e-retribusi pasar ini salah satu upaya sinergi antara Pemkab, Bank Jatim, dan pedagang pasar. ”Dengan penerapan penarikan retribusi berbasis TI akan meminimalkan lost pendapatan daerah. Ketika mereka telah memanfaatkan e-retribusi, tidak akan ada pungli karena semua transaksi telah ter-record di sistem yang tersedia,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Kali Ketiga BRI Gelar Pengundian Program BritAma FSTVL

Ketut menegaskan, e-retribusi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk transparansi dalam pendapatan daerah melalui retribusi. Dengan demikian, pedagang pasar Banyuwangi dapat melakukan pembayaran tersebut setiap waktu dengan lebih mudah, nyaman, dan pastinya lebih dipercaya tanpa harus khawatir retribusinya bocor. ”Berawal dari banyaknya pungutan yang tidak transparan. Jadi dengan e-retribusi uangnya tidak masuk ke kantong petugas tapi langsung masuk ke rekening daerah. Tidak ada lagi pajak yang diselewengkan dan semua untuk pembangunan kesejahteraan rakyat,” kata Ketut kemarin. (afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/