alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Sambut HUT Ke-23, JP-RaBa Geber Sedekah Buku dan Pameran Gambar Pun Rebound

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Diakui atau tidak, budaya membaca buku masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Tren tersebut seolah sudah mendarah daging. Menjadi permasalahan sejak dulu dan hingga kini belum terpecahkan.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dari berbagai sumber, tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di peringkat bawah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Seperti survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Sementara itu, Unesco menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001persen. Artinya dari seribu orang Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca. Hasil riset tak jauh berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Data di atas menunjukkan persoalan literasi masih menjadi hal yang harus dibenahi di Indonesia. Padahal buku memegang peran sangat vital bagi kehidupan manusia.

Baca Juga :  Kucing Dari Luar Kota Boleh Ikut Lomba

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah merancang ”Peta Jalan Pembudayaan Literasi Nasional”. Pada Peta Jalan Pembudayaan Literasi Nasional yang tengah dirancang itu terdapat beberapa ruang lingkup yang ingin disasar, yakni Pembudayaan Literasi Keluarga, Pembudayaan Literasi Sekolah, Pembudayaan Literasi Perguruan Tinggi, dan Pembudayaan Literasi Masyarakat.

Sementara itu, untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat Banyuwangi, JP-RaBa bakal menggeber dua kegiatan spesial dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-23 koran harian pagi terbesar di Banyuwangi dan Situbondo ini. Dua kegiatan dimaksud meliputi ”Sedekah Buku” dan pameran bertajuk ”Gambar pun Rebound”.

Jenis buku yang bakal disedekahkan beragam. Mulai buku kumpulan cerita pendek, cerita bergambar (cergam), antologi, ensiklopedia, dan lain sebagainya. Yang jelas bukan buku pelajaran sekolah. Sedangkan pameran ”Gambar pun Rebound” bakal menampilkan kartun, karikatur para pimpinan daerah dan orang-orang berpengaruh di Banyuwangi, lukisan, ilustrasi, hingga foto juara dunia karya Sholahuddin.

Ketua Panitia Syaifuddin Mahmud mengatakan, melalui momentum peringatan HUT ke-23 JP-RaBa, pihaknya ingin terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Salah satunya dengan turut mendorong minat masyarakat berliterasi melalui kegiatan Sedekah Buku,” ujar pria yang karib disapa Aif tersebut.

Baca Juga :  Ke Luar Negeri, Jangan Mau Dititipi

Aif menambahkan, pihaknya mengajak segenap elemen untuk turut serta dalam kegiatan Sedekah Buku. Caranya dengan menyumbangkan buku bacaan jenis apa pun. Baik buku baru maupun buku bekas yang masih layak baca. ”Buku-buku tersebut akan disedekahkan kepada perpustakaan SD dan SMP yang benar-benar membutuhkan pada 25 Juli mendatang. Karena itu, buku bacaan yang disumbangkan hendaknya sesuai dengan bacaan anak usia SD dan SMP,” ujar pria yang juga Pemimpin Redaksi (Pempred) JP-RaBa tersebut.

Sementara itu, berkaitan dengan pameran Gambar pun Rebound yang bakal digeber 26 hingga 30 Juli, Aif menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk membuka ”cakrawala” masyarakat bahwa foto, lukisan, ilustrasi, kartun, dan lain-lain juga bisa menjadi ladang mengais rezeki. ”Ada beberapa contoh ilustrator Banyuwangi yang dipercaya membuat ilustrasi klub sepak bola Eropa. Ada pula yang kerap mendapat job membuat ilustrasi grup band internasional. Keduanya akan kami hadirkan dalam rangkaian pameran Gambar pun Rebound,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Diakui atau tidak, budaya membaca buku masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Tren tersebut seolah sudah mendarah daging. Menjadi permasalahan sejak dulu dan hingga kini belum terpecahkan.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dari berbagai sumber, tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di peringkat bawah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Seperti survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Sementara itu, Unesco menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001persen. Artinya dari seribu orang Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca. Hasil riset tak jauh berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Data di atas menunjukkan persoalan literasi masih menjadi hal yang harus dibenahi di Indonesia. Padahal buku memegang peran sangat vital bagi kehidupan manusia.

Baca Juga :  Hadiah Jalan Sehat Luwak White Koffie Sudah Datang, Ini Penampakannya

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah merancang ”Peta Jalan Pembudayaan Literasi Nasional”. Pada Peta Jalan Pembudayaan Literasi Nasional yang tengah dirancang itu terdapat beberapa ruang lingkup yang ingin disasar, yakni Pembudayaan Literasi Keluarga, Pembudayaan Literasi Sekolah, Pembudayaan Literasi Perguruan Tinggi, dan Pembudayaan Literasi Masyarakat.

Sementara itu, untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat Banyuwangi, JP-RaBa bakal menggeber dua kegiatan spesial dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-23 koran harian pagi terbesar di Banyuwangi dan Situbondo ini. Dua kegiatan dimaksud meliputi ”Sedekah Buku” dan pameran bertajuk ”Gambar pun Rebound”.

Jenis buku yang bakal disedekahkan beragam. Mulai buku kumpulan cerita pendek, cerita bergambar (cergam), antologi, ensiklopedia, dan lain sebagainya. Yang jelas bukan buku pelajaran sekolah. Sedangkan pameran ”Gambar pun Rebound” bakal menampilkan kartun, karikatur para pimpinan daerah dan orang-orang berpengaruh di Banyuwangi, lukisan, ilustrasi, hingga foto juara dunia karya Sholahuddin.

Ketua Panitia Syaifuddin Mahmud mengatakan, melalui momentum peringatan HUT ke-23 JP-RaBa, pihaknya ingin terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Salah satunya dengan turut mendorong minat masyarakat berliterasi melalui kegiatan Sedekah Buku,” ujar pria yang karib disapa Aif tersebut.

Baca Juga :  Peserta Teens Choir Diminta Tampil Maksimal

Aif menambahkan, pihaknya mengajak segenap elemen untuk turut serta dalam kegiatan Sedekah Buku. Caranya dengan menyumbangkan buku bacaan jenis apa pun. Baik buku baru maupun buku bekas yang masih layak baca. ”Buku-buku tersebut akan disedekahkan kepada perpustakaan SD dan SMP yang benar-benar membutuhkan pada 25 Juli mendatang. Karena itu, buku bacaan yang disumbangkan hendaknya sesuai dengan bacaan anak usia SD dan SMP,” ujar pria yang juga Pemimpin Redaksi (Pempred) JP-RaBa tersebut.

Sementara itu, berkaitan dengan pameran Gambar pun Rebound yang bakal digeber 26 hingga 30 Juli, Aif menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk membuka ”cakrawala” masyarakat bahwa foto, lukisan, ilustrasi, kartun, dan lain-lain juga bisa menjadi ladang mengais rezeki. ”Ada beberapa contoh ilustrator Banyuwangi yang dipercaya membuat ilustrasi klub sepak bola Eropa. Ada pula yang kerap mendapat job membuat ilustrasi grup band internasional. Keduanya akan kami hadirkan dalam rangkaian pameran Gambar pun Rebound,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/