alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Tengsoe Jadi Narasumber Webinar Pentigraf

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – ”Yang baru, yang baru, dan masih hangat, masih hangat…”. Betul, tetapi itu bukan ucapan yang dikeluarkan oleh pedagang asongan. Ini adalah tentang sesuatu yang masih terbilang baru di dunia sastra, sekitar dua tahun terakhir. Dan benar-benar baru serta masih hangat di Banyuwangi Bahkan di kalangan pemerhati bahasa Indonesia Banyuwangi. Ialah Pentigraf. Kependekan dari cerita pendek tiga paragraf.

Berbeda dengan cerpen pada umumnya, Pentigraf dibuat lebih pendek. Hanya tiga paragraf, tidak lebih tidak kurang. Unsur-unsurnya lebih dimampatkan, baik alur ceritanya, pemilihan kata, serta penokohan.

Nah, penulis pentigraf akan lebih tertantang lagi. Bagaimana kesemua itu diluapkan dalam paragraf yang jumlahnya hanya tiga. Semua serba terbatas, paragrafnya terbatas, jumlah katanya juga terbatas. Tetapi itu semua tidak boleh membatasi imajinasi dari cerpen tersebut.

Supaya lebih paham, lebih mendalam, dan lebih andal membuat pentigraf, Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama (SMP) Banyuwangi menyelenggarakan webinar bertajuk ”Cukup Tiga Paragraf”.

Webinar ini akan dipandu oleh Mashudi sebagai pencetus program Tukar Tugu. Dengan narasumber Copy Editor Jawa Pos Radar Banyuwangi Desy Ariyani dan Tengsoe Tjahjono yang tak lain dan tak bukan adalah penemu dari pentigraf.

Webinar akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Oktober 2020 melalui aplikasi Zoom. Untuk pendaftaran dan informasi bisa menghubungi Gerda 087762555566 atau Muji Widiyanto 082139336673.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – ”Yang baru, yang baru, dan masih hangat, masih hangat…”. Betul, tetapi itu bukan ucapan yang dikeluarkan oleh pedagang asongan. Ini adalah tentang sesuatu yang masih terbilang baru di dunia sastra, sekitar dua tahun terakhir. Dan benar-benar baru serta masih hangat di Banyuwangi Bahkan di kalangan pemerhati bahasa Indonesia Banyuwangi. Ialah Pentigraf. Kependekan dari cerita pendek tiga paragraf.

Berbeda dengan cerpen pada umumnya, Pentigraf dibuat lebih pendek. Hanya tiga paragraf, tidak lebih tidak kurang. Unsur-unsurnya lebih dimampatkan, baik alur ceritanya, pemilihan kata, serta penokohan.

Nah, penulis pentigraf akan lebih tertantang lagi. Bagaimana kesemua itu diluapkan dalam paragraf yang jumlahnya hanya tiga. Semua serba terbatas, paragrafnya terbatas, jumlah katanya juga terbatas. Tetapi itu semua tidak boleh membatasi imajinasi dari cerpen tersebut.

Supaya lebih paham, lebih mendalam, dan lebih andal membuat pentigraf, Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama (SMP) Banyuwangi menyelenggarakan webinar bertajuk ”Cukup Tiga Paragraf”.

Webinar ini akan dipandu oleh Mashudi sebagai pencetus program Tukar Tugu. Dengan narasumber Copy Editor Jawa Pos Radar Banyuwangi Desy Ariyani dan Tengsoe Tjahjono yang tak lain dan tak bukan adalah penemu dari pentigraf.

Webinar akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Oktober 2020 melalui aplikasi Zoom. Untuk pendaftaran dan informasi bisa menghubungi Gerda 087762555566 atau Muji Widiyanto 082139336673.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/