alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Siswa dan Guru SMK 17 Cluring Ikuti Latihan Derigen dan MC

JawaPos.com – Untuk persiapan lomba Teens Choir Competition 2019, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdinspendik) Jatim Wilayah Banyuwangi bekerjasama dengan Polres Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi, menggelar pelatihan derigen dan master of ceremony (MC), yang digelar di aula SMK 17 Agustus 1945 Cluring, kemarin (30/9).

Acara yang digelar sehari dan dibuka oleh kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Isti Handono itu, diikuti ratusan peserta dari SMAN dan SMK se Kabupaten Banyuwangi. Hadir dalam acara itu, GM JP Radar Banyuwangi Rahman Bayu Saksono, Kabiro JP-Radar Genteng, Agus Baihaqi, Kepala Kasek SMK 17 Agustus Cluring Bibit Kuswinarno, kepala SMAN 2 Taruna Bayangkara Yaseni, kepala SMAN 1 Glenmore Abdullah, dan kepala SMAN 1 Cluring Dwianto Budhiono.

Untuk narasumber dalam acara itu, mendatangkan tim protokoler Pemkab Banyuwangi, dan Dedy Jumhardianto dari Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Teens Choir Competition 2019 ini sebagai ajang kompetisi tingkat nasional,” ujar kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Istu Handono.

Baca Juga :  Warga Penataban dibantu Muzaki Baznas

Sebelum ajang Teens Choir Competition 2019 dilaksanakan, terang dia, para peserta mendapatkan pembekalan oleh ahlinya. “Materi yang disampaikan perlu disimak dengan baik, dan harus diterapkan, juga ditularkan kepada teman-teman di sekolahnya,” pintanya.

Para peserta yang terdiri sisa dan guru, terang dia, seluruhnya akan dibekali ilmu. Karena belum tentu guru lebih baik dari muridnya. Bahkan, terkadang muridnya lebih pintar dari gurunya. “Kita berkompetisi menampilkan yang terbaik dari yang terbaik,” terangnya.

Teens Choir Competition 2019, masih kata dia, sebagai ajang meningkatkan kompetisi atau ilmu yang dimiliki. Juga untuk memberi kegiatan pada siswa dan mengurangi kerusuhan. Karena dalam lomba paduan suara, tidak ada tawuran kecuali lomba sepak bola. “Pembekalan ini juga untuk mengetahui tata cara membuka acara,” terangnya.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun, Polwan Diminta untuk Jadi Teladan Masyarakat

Dalam pembekalan tersebut, para peserta dibekali pemilihan kata yang baik dan benar, juga tanda titik dan koma yang benar. Sehingga, bisa sesuai nada dan intonasi. “Jika kata-kata, tanda, dan intonasi tidak baik, maka akan menghasilkan bacaan yang tidak baik pula,” ungkapnya.

Dalam pembekalan itu, lanjut dia, para peserta akan dibekali cara tampil tidak ragu atau melawan ketakutan saat tampil di atas panggung. “Pembekalan ini sangat penting, terutama untuk menyukseskan even Teen Choir Competition 2019,” jelasnya.

JawaPos.com – Untuk persiapan lomba Teens Choir Competition 2019, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdinspendik) Jatim Wilayah Banyuwangi bekerjasama dengan Polres Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi, menggelar pelatihan derigen dan master of ceremony (MC), yang digelar di aula SMK 17 Agustus 1945 Cluring, kemarin (30/9).

Acara yang digelar sehari dan dibuka oleh kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Isti Handono itu, diikuti ratusan peserta dari SMAN dan SMK se Kabupaten Banyuwangi. Hadir dalam acara itu, GM JP Radar Banyuwangi Rahman Bayu Saksono, Kabiro JP-Radar Genteng, Agus Baihaqi, Kepala Kasek SMK 17 Agustus Cluring Bibit Kuswinarno, kepala SMAN 2 Taruna Bayangkara Yaseni, kepala SMAN 1 Glenmore Abdullah, dan kepala SMAN 1 Cluring Dwianto Budhiono.

Untuk narasumber dalam acara itu, mendatangkan tim protokoler Pemkab Banyuwangi, dan Dedy Jumhardianto dari Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Teens Choir Competition 2019 ini sebagai ajang kompetisi tingkat nasional,” ujar kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Istu Handono.

Baca Juga :  GPS Sempat Tak Berfungsi, Jalan Dituntun Lalat Hijau

Sebelum ajang Teens Choir Competition 2019 dilaksanakan, terang dia, para peserta mendapatkan pembekalan oleh ahlinya. “Materi yang disampaikan perlu disimak dengan baik, dan harus diterapkan, juga ditularkan kepada teman-teman di sekolahnya,” pintanya.

Para peserta yang terdiri sisa dan guru, terang dia, seluruhnya akan dibekali ilmu. Karena belum tentu guru lebih baik dari muridnya. Bahkan, terkadang muridnya lebih pintar dari gurunya. “Kita berkompetisi menampilkan yang terbaik dari yang terbaik,” terangnya.

Teens Choir Competition 2019, masih kata dia, sebagai ajang meningkatkan kompetisi atau ilmu yang dimiliki. Juga untuk memberi kegiatan pada siswa dan mengurangi kerusuhan. Karena dalam lomba paduan suara, tidak ada tawuran kecuali lomba sepak bola. “Pembekalan ini juga untuk mengetahui tata cara membuka acara,” terangnya.

Baca Juga :  Makin Makyus, Pecel Pincuk Cingkek Kini Buka Tiga Cabang

Dalam pembekalan tersebut, para peserta dibekali pemilihan kata yang baik dan benar, juga tanda titik dan koma yang benar. Sehingga, bisa sesuai nada dan intonasi. “Jika kata-kata, tanda, dan intonasi tidak baik, maka akan menghasilkan bacaan yang tidak baik pula,” ungkapnya.

Dalam pembekalan itu, lanjut dia, para peserta akan dibekali cara tampil tidak ragu atau melawan ketakutan saat tampil di atas panggung. “Pembekalan ini sangat penting, terutama untuk menyukseskan even Teen Choir Competition 2019,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/