Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Events
icon featured
Events
Kafe Kontes 2021

Dakon dan Umbul Bening Bersaing Ketat

01 Desember 2021, 08: 55: 22 WIB | editor : Bayu Saksono

Dakon dan Umbul Bening Bersaing Ketat

KAFE PLUS HOMESTAY : Samarwulu Co tempat kongkow yang strategis karena dekat dengan pelabuhan Ketapang-GIlimanuk (Ali Sadiqin/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menjelang penutupan like instagram video profil kafe kontes 2021 yang diunggah akun instagram @radarbanyuwangi. Masing-masing peserta terus berlomba menempati posisi teratas dengan like terbanyak. Dakon dan umbul bening masih bersaing ketat untuk menjadi like teratas.

Hingga pukul 16.30, Selasa (30/11) Umbul bening masih unggul dengan memperoleh 31.300 like, disusul Dakon sebanyak 21.200 like dan di posisi ketiga dengan perolehan 15.300 like diperoleh Segoro. “Untuk like video profil yang diunggah instagram kita tutup malam ini (tadi malam) pukul 21.00,” ungkap Manajer Event Jawa Pos Radar Banyuwangi, Gerda Soekarno.

Peserta yang mendapatkan like terbanyak, kata Gerda berkesempatan meraih juara favorit kafe kontes 2021 yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi. Tayangan video profil peserta dapat disaksikan di instagram @radarbanyuwangi.

Baca juga: Amati Seni Artistik Bangunan hingga Menu

Dakon dan Umbul Bening Bersaing Ketat

Menurut Gerda, Selasa (30/11) tim dewan juri masih terus melanjutkan serangkaian jadwal keliling untuk melakukan kunjungan sekaligus penilaian ke kafe/ warung dan hotel yang sudah mendaftarkan diri dalam ajang kafe kontes 2021. Namun demikian, dalam melakukan kunjungan tim dewan juri tidak memberitahukan lebih dahulu kapan jadwal kunjungan dan penilaian.

Selama berkunjung dan tinjau langsung itu, juri tentu akan melihat fakta yang ada di lapangan dengan kesesuaian foto dan video yang dikirimkan peserta. Termasuk juga akan melihat secara fisik bentuk bangunan, logo atau merek, penyajian, kearifan lokal, fasilitas, protokol kesehatan, keterlibatan teknologi informasi.

Sejumlah kriteria yang dinilai dewan juri di antaranya yakni bangunan, seni artistik, konsep, kearifan lokal, dan ornamen bangunan. Tidak itu saja, dewan juri juga memperhatikan mengenai ornamen hiasan seperti lukisan, foto, seragam, menu, hingga peralatan protokol kesehatan (prokes). Selain itu juga fasilitas, peruntukan lahan, dan tempat parkir.

Selain segi bangunan yang meliputi nilai artistik, dan kearifan lokal. Tim juri juga memperhatikan sirkulasi cahaya dan udara pada masing-masing warung/kafe peserta. “Peserta tidak perlu ada persiapan khusus, sehingga kondisinya benar-benar alami dan apa adanya yang setiap hari dilakukan. Bukan justru dibuat-buat karena ada moment lomba,” tandas Gerda.

(bw/ddy/rbs/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia