alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Angka Melek Haruf di Banyuwangi 99,1 Persen

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masyarakat Banyuwangi kembali mendapat kehormatan. Kali ini kabupaten ujung timur Pulau Jawa dipilih sebagai lokasi puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Jatim.

       Gubernur Khofifah Indar Parawansa beserta para bupati dan wali kota se-Jatim hadir dalam puncak acara yang digeber di Hotel El Royale, Banyuwangi, Sabtu (30/10). Puncak peringatan Hari Aksara Internasional tersebut hanya berselang sehari setelah Banyuwangi dipercaya sebagai tuan rumah penyerahan penghargaan kepada pemerintah daerah se-Jatim yang berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

       Gubernur Khofifah mengajak stakeholder untuk memperhatikan literasi digital. Hal ini sebagaimana tema acara yang bertajuk literasi digital berbasis kearifan lokal. “Saat ini tantangan kita adalah literasi digital. Bagaimana menumbuhkan digital skill, digital ethic, digital cultural, sampai digital safety,” ujarnya.

Gubernur Khofifah berharap melalui momentum peringatan Hari Aksara Internasional ini kepala daerah se-Jatim bisa melaksanakan akselerasi program-program penguatan berbasis literasi digital untuk mempersiapkan generasi mendatang. Dengan demikian, mereka siap menghadapi era revolusi industri 4.0, namun tetap mengaplikasikan kearifan lokal dalam setiap program yang dilaksanakan.

Dikatakan, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota (pemkot) bisa mengoptimalkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dengan metode dalam jaringan (online). Selain itu, pemkab dan pemkot terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim dalam melaksanakan program-program keaksaraan dan literasi digital di masing–masing kabupaten/kota.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, ditunjuknya Banyuwangi sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Jatim menjadi momentum untuk meningkatkan gerakan pemberantasan buta aksara. Pada 2020 lalu, angka melek huruf di Banyuwangi sudah mencapai 99,1 persen. “Kami terus ikhtiar untuk bisa mencapai hasil maksimal. Saat ini, kendalanya tinggal kelompok lansia dan difabel berat, sehingga belum bisa mencapai seratus persen. Namun, secara bertahap kami sudah mulai gerakkan guru untuk mengajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung),” tuturnya.

Terkait literasi digital di seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah, Ipuk menyatakan Banyuwangi siap bersinergi program dengan pemprov. “Menarik sekali apa yang disampaikan Ibu Gubernur, khususnya masalah digital ethic dan digital safety. Bagaimana, di satu sisi teknologi digital berkembang, namun di sisi lain “rasa” kita sebagai manusia kita harus tetap yang mengedepan. Harus berjalan beriringan. Ini tantangan untuk kita semua,” kata dia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Benny Sampirwanto menambahkan, dalam puncak peringatan Hari Akasara Internasional, selain penganugerahan penghargaan literasi bagi para penggiat literasi di Jatim, juga digelar pameran keaksaraan berbasis kearifan digital yang diikuti oleh perwakilan kabupaten dan kota se Jatim.

Peringatan Hari Aksara Internasional ini merupakan rangkaian kegiatan Pemprov Jatim selama dua hari, Jumat (29/10) sampai Sabtu (30/10) di Banyuwangi. Dalam kunjungan kerja di Banyuwangi ini, turut hadir Wakil Gubernur Emil Dardak, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, bupati/wali kota se-Jatim, dan sejumlah jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) OPD Pemprov Jatim. 

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Masyarakat Banyuwangi kembali mendapat kehormatan. Kali ini kabupaten ujung timur Pulau Jawa dipilih sebagai lokasi puncak peringatan Hari Aksara Internasional tingkat Jatim.

       Gubernur Khofifah Indar Parawansa beserta para bupati dan wali kota se-Jatim hadir dalam puncak acara yang digeber di Hotel El Royale, Banyuwangi, Sabtu (30/10). Puncak peringatan Hari Aksara Internasional tersebut hanya berselang sehari setelah Banyuwangi dipercaya sebagai tuan rumah penyerahan penghargaan kepada pemerintah daerah se-Jatim yang berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

       Gubernur Khofifah mengajak stakeholder untuk memperhatikan literasi digital. Hal ini sebagaimana tema acara yang bertajuk literasi digital berbasis kearifan lokal. “Saat ini tantangan kita adalah literasi digital. Bagaimana menumbuhkan digital skill, digital ethic, digital cultural, sampai digital safety,” ujarnya.

Gubernur Khofifah berharap melalui momentum peringatan Hari Aksara Internasional ini kepala daerah se-Jatim bisa melaksanakan akselerasi program-program penguatan berbasis literasi digital untuk mempersiapkan generasi mendatang. Dengan demikian, mereka siap menghadapi era revolusi industri 4.0, namun tetap mengaplikasikan kearifan lokal dalam setiap program yang dilaksanakan.

Dikatakan, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota (pemkot) bisa mengoptimalkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dengan metode dalam jaringan (online). Selain itu, pemkab dan pemkot terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim dalam melaksanakan program-program keaksaraan dan literasi digital di masing–masing kabupaten/kota.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, ditunjuknya Banyuwangi sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Jatim menjadi momentum untuk meningkatkan gerakan pemberantasan buta aksara. Pada 2020 lalu, angka melek huruf di Banyuwangi sudah mencapai 99,1 persen. “Kami terus ikhtiar untuk bisa mencapai hasil maksimal. Saat ini, kendalanya tinggal kelompok lansia dan difabel berat, sehingga belum bisa mencapai seratus persen. Namun, secara bertahap kami sudah mulai gerakkan guru untuk mengajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung),” tuturnya.

Terkait literasi digital di seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah, Ipuk menyatakan Banyuwangi siap bersinergi program dengan pemprov. “Menarik sekali apa yang disampaikan Ibu Gubernur, khususnya masalah digital ethic dan digital safety. Bagaimana, di satu sisi teknologi digital berkembang, namun di sisi lain “rasa” kita sebagai manusia kita harus tetap yang mengedepan. Harus berjalan beriringan. Ini tantangan untuk kita semua,” kata dia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jatim Benny Sampirwanto menambahkan, dalam puncak peringatan Hari Akasara Internasional, selain penganugerahan penghargaan literasi bagi para penggiat literasi di Jatim, juga digelar pameran keaksaraan berbasis kearifan digital yang diikuti oleh perwakilan kabupaten dan kota se Jatim.

Peringatan Hari Aksara Internasional ini merupakan rangkaian kegiatan Pemprov Jatim selama dua hari, Jumat (29/10) sampai Sabtu (30/10) di Banyuwangi. Dalam kunjungan kerja di Banyuwangi ini, turut hadir Wakil Gubernur Emil Dardak, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, bupati/wali kota se-Jatim, dan sejumlah jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) OPD Pemprov Jatim. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/