Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Travelling
icon featured
Travelling

Akhir Pekan, Jumlah Wisatawan Mulai Membludak

22 September 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Akhir Pekan, Jumlah Wisatawan Mulai Membludak

LIBUR AKHIR PEKAN: Pengunjung wajib membeli tiket sebelum masuk ke lokasi wisata Pantai Cemara, siang kemarin. (Rino Bakhtiar/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Semenjak destinasi wisata dibuka, pengunjung Pantai Cemara membeludak. Tak seperti biasanya jumlah pengunjung pada Minggu (19/9) mencapai 450 orang.

Tempat parkir dipenuhi kendaraan para pengunjung, baik roda dua maupun roda empat. Harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 ribu per orang. Dari pintu masuk petugas melakukan pengecekan suhu badan, pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan.

Mayoritas wisatawan datang merupakan rombongan keluarga. Pengunjung terlihat menikmati suasana pantai yang sejuk. Sebagian dari mereka juga membawa bekal makanan dari rumah.

Baca juga: Kunjungi Destinasi Wisata, Wajib Gunakan PeduliLindungi

Ketua Pokdarwis Pantai Cemara, Pak Muhyi mengatakan, jumlah pengunjung lebih ramai dari biasanya. “Hari ini ada peningkatan jumlah pengunjung, biasanya hanya sekitar 300 orang saja,” ujarnya.

Sementara itu pantai Pulau Santen berlokasi di Desa Karangrejo, Banyuwangi mulai ramai dikunjungi wisatawan. Namun, keindahan  disajikan harus bersandingan dengan sampah kiriman yang menumpuk di bibir pantai.

 Pantai Pulau Santen mulai buka pada jam 07.00 dan tutup pada jam 17.00. Lokasi tidak jauh dari pusat kota dan harga tiket yang ekonomis, membuat pengunjung berdatangan menikmati hari libur bersama keluarga. Harga tiket masuk lokasi sebesar Rp 5.000 ribu.

Ketua Pokdarwis Pantai Pulau Santen, Slamet Efendi mengatakan, jumlah pengunjung  datang mulai meningkat. Pada akhir pekan, terdapat 3000 wisatawan datang menikmati keindahan pantai. “Alhamdulillah sudah kembali bangkit lagi, kemarin tidak ada pemasukan sama sekali,” katanya.

Rata-rata pemasukan selama satu bulan  dari hasil penjualan tiket pengunjung adalah Rp 4.000.000 juta. Terdapat 10 orang anggota Pokdarwis yang mengelola wisata pantai Pulau Santen. Semua pengunjung yang hendak memasuki lokasi wajib menunjukkan  sertifikat vaksin.

Slamet menyampaikan kendala dihadapi selama ini adalah sampah kiriman. Ketika angin dari arah utara datang, sampah kiriman pasti naik ke bibir pantai. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 200 kilogram.

Sampah tersebut berasal dari aliran sungai Kalilo, merupakan sampah rumah tangga dibuang ke sungai. Petugas kebersihan rutin membersihkan sampah yang menumpuk. “Kalau sampai menumpuk biasanya siang dan malam kami kerjakan. Jika sedikit ya malam hari saja,” ujar pria berusia 51 tahun itu.

Sampah telah dikumpulkan kemudian di tumpuk pada pinggir sungai. Tumpukan sampah tersebut berfungsi untuk menambah tinggi permukaan tanah, sehingga ketika aliran sungai sedang besar warung  berada di bantaran sungai tetap aman.

Slamet berharap pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan sampah kiriman yang sering terjadi. Sehingga pengunjung dapat dengan nyaman menikmati suasana pantai. “Kalau pantainya bersih pasti pengunjung juga betah,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung pantai Pulau Santen, Ria juga mengatakan hal  sama. Dia menyayangkan banyaknya sampah yang menumpuk, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung. “Kalau pantainya bersih pasti pengunjung semakin ramai datang kesini,” pungkasnya. (mg2/afi)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia