Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Travelling
icon featured
Travelling

Sejumlah Tempat Wisata Alam Mulai Menggeliat

18 September 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Sejumlah Tempat Wisata Alam Mulai Menggeliat

CEK: Yusuf memeriksa helm yang akan digunakan peserta rafting di sungai Badeng Pinus Camp, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon kemarin (17/9) (Shulhan Hadi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SONGGON – Izin operasional mulai dibuka setelah Kabupaten Banyuwangi masuk zona PPKM Level 1, menjadi berkah bagi para pengelola objek wisata. Para pengunjung, sudah mulai berdatangan, salah satunya wisata Pinus Songgon, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Sejak Pemkab Banyuwangi membuka kembali tempat wisata pada Jumat (3/9), para calon pengunjung sudah mulai memesan untuk kemah dan rafting. “Yang pesan masih keluarga dan dari luar daerah,” kata pengelola wisata Pinus Songgon, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Yusuf Sugiono, 50.

Untuk kegiatan kemah dengan jumlah kecil, terang dia, para pengunjung memilih kemah privat di Pinus Camp 2. Lokasi itu lebih disukai karena camp ground yang berdekatan dengan Sungai Badeng, sekaligus fasilitas pendukung lainnya seperti MCK dan ruang pertemuan. “Kalau kemah keluarga, ya ditaruh di sini,” ujarnya.

Baca juga: Wisata Koceh Masih Sepi Pengunjung

Untuk pemesanan kegiatan skala besar, terang dia, saat ini belum menerima. Kalau kegiatan yang melibatkan orang banyak, ditempatkan di hutan pinus. “Kalau event besar belum ada, tapi sudah kita buka,” terangnya.

Di samping ketentuan harus menaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19, pihaknya juga memperhatikan keselamatan pengunjung. Dan ini yang sering menjadi kekhawatiran sebagian pengunjung, karena lokasinya berada di kaki Gunung Raung. “Segala potensi bencana seperti banjir bisa saja terjadi, semua kami antisipasi,” ujarnya.

Banjir yang terjadi di hulu dan  hilir, terang dia, itu sangat berbeda. Saat ada banjir bandang 2018 yang menerjang daerah aliran sungai (Das) di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, luapan air bah di hulu tidak sampai meluber. “Banjir 2018 itu besar, tapi di sini cuma sampai plengsengan saja,” ujarnya sembari menunjuk bekas plengsengan yang ambrol.

Untuk keselamatan saat kegiatan, masih kata dia, semua kelengkapan keselamatan wajib dipakai. Para pemandu yang bertugas, sudah memiliki sertifikasi. Mereka sangat berhati-hati ketika memandu kegiatan seperti rafting. “Kalau tidak patuh, pemandu bisa membatalkan,” terangnya.

Salah satu pengunjung, Kavin Adkha, 20, asal Desa/Kecamatan  Tegalsari mengungkapkan, salah satu yang disukai berkujung ke Pinus Songgon itu banyak pilihan spot. “Selain hutan Pinus, di lokasi finish bisa untuk santai,” jelas mahasiswa jurusan Usaha Perjalanan Pariwisata Unej itu.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia