Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Travelling
icon featured
Travelling

Gua Masih Ditutup, Pengunjung Alas Purwo Sepi

13 Oktober 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Gua Masih Ditutup, Pengunjung Alas Purwo Sepi

SEPI: Pintu gerbang di Resot Rowobendo TNAP akan dibuka bila pengunjung bisa menunjukkan telah ikut vaksinasi dan rombongan tidak ada berumur di bawah 12 tahun kemarin (11/10). (Salis Ali/RaBa)

Share this      

TEGALDLIMO, Jawa Pos Radar Genteng – Wisata di Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) yang berada di Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, sudah mulai dibuka sejak Jumat (3/9). Tapi hingga kemarin (11/10), pengunjung yang masuk masih terlihat sepi.

Setiap harinya, pengunjung selalu ada. Hanya saja, jumlahnya sekitar belasan hingga puluhan. Saat hari libur, pengunjung rata-rata sekitar 200 orang. “Sekarang pengunjung menurun drastis,” cetus Kasi Pengelolaan TN Alas Purwo, Probo Wresniaji, 50.

Padahal sebelum ada pandemi, terang dia, pengunjung yang masuk ke wana wisata TNAP ini hingga mencapai ribuan orang setiap pekannya. “Dulu itu setiap hari libur, pengunjungnya ramai sekali,” katanya.

Baca juga: Akhir Pekan, Jumlah Wisatawan Mulai Membludak

Menurut Probo, meski TNAP telah dibuka untuk umum, tapi tidak semua lokasi wisata yang ada di tengah hutan bisa dikunjungi. Di antara tempat wisata yang pengunjung dilarang masuk, itu semua gua yang ada. “Untuk gua masih kita tutup,” ungkapnya.

Menurunnya jumlah pengunjung di TNAP itu, masih kata dia, karena sempat ditutup lama selama Covid-19. Selain itu, persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa masuk cukup ketat. Setiap pengunjung, diwajibkan menunjukkan bukti telah vaksinasi. Para wisatawan dilarang mengajak anak yang masih di bawah 12 tahun. “Banyak orang tua tidak jadi masuk karena anaknya masih di bawah 12 tahun,” ungkapnya.

Terkait berita ada penampakan macan tutul yang terekam kamera trap di TN Alas Purwo, Probo menyebut itu tidak berpengaruh terhadap pengunjung. Terekamnya kucing besar di kamera trap, itu sudah biasa di hutan. “Tidak berbahaya, karena di atas sumber makanan (untuk macan tutul) masih banyak,” jelasnya.

(bw/*/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia