Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Travelling
icon featured
Travelling

Target Tiga Juta Kunjungan Wisatawan Sepanjang 2022

07 Januari 2022, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Target Tiga Juta Kunjungan Wisatawan Sepanjang 2022

PENUNJANG PARIWISATA: Kehadiran Terminal Pariwisata Terpadu diharapkan bisa menajdi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah pandemi Covid-19. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi menargetkan 3 juta wisatawan berkunjung ke Banyuwangi pada tahun 2022 ini. Target tersebut tidak terlalu muluk-muluk. Pasalnya pada tahun 2021 lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi mencapai 2 juta orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

”Target belum kita tentukan karena masih melihat situasi pandemi, tetapi kegiatan yang mendorong munculnya strategi pariwisata ke depan sudah kita lakukan,” tegas Kepala Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata Banyuwangi Yanuarto Bramuda.

Salah satunya dengan menggelar kembali sejumlah event yang mendorong kunjungan pariwisata, misalnya Banyuwangi Festival (B-Fest) yang sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Selain itu, menjalin kolaborasi dengan perhotelan, travel agent, dan pihak ketiga. ”Kita juga kerja sama dengan maskapai penerbangan yang menjual paket-paket diskon ke Banyuwangi. Dengan kiat seperti itu bisa menarik orang untuk datang ke Banyuwangi dan menikmati aneka festival,” kata Bram, panggilan akrab Bramuda.

Baca juga: Rayakan Tahun Baru, Pengunjung Tempat Wisata Naik 400 Persen

Selama tahun 2021, imbuh Bram, sudah ada 2 juta wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Melihat peluang di tahun 2022 yang cukup bagus, target capaian kunjungan wisatawan ditingkatkan menjadi 3 juta orang. ”Semoga target ini tercapai. Untuk mencapai target tersebut, tentu dengan strategi-strategi baru melalui pemasaran digital dan berbagai atraksi wisata yang sedang kita susun,” ujarnya.

Sebagai bentuk sokongan di sektor pariwisata, sejumlah infrastruktur penunjang disiapkan sejak jauh hari. Disbudpar berkolaborasi dan bersinergi dengan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Misalnya terkait pengoperasian Terminal Pariwisata Terpadu yang berlokasi di Jalan S. Parman, Kelurahan Sobo.

Keberadaan Terminal Pariwisata Terpadu ini akan menjadi role model bagi perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Terminal ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah kegiatan ekonomi masyarakat akan berputar di terminal baru tersebut.

Wisatawan luar kota yang ingin menjelajah ke sejumlah destinasi wisata cukup start dari terminal tersebut. Di sana berbagai informasi mulai penginapan, sarana transportasi menuju destinasi wisata, oleh-oleh khas Banyuwangi, tiket pesawat, tiket kereta api, dan jasa pesan antar bisa didapat dengan mudah. ”Wisatawan tak perlu bingung-bingung lagi untuk mendapatkan berbagai informasi layanan di terminal pariwisata,” kata Bram.

Untuk memberikan servis kepada pengunjung, akses menuju sejumlah destinasi wisata mulai dipoles. Sebut saja pengaspalan jalan di tempat wisata Muara Mbadug, Pantai Wedi Ireng, hingga Teluk Ijo. Semuanya akan mempermudah aksesibilitas wisatawan yang diharapkan akan menambah jumlah kunjungan.

Yang terbaru di tahun 2022, sejumlah penunjang pariwisata tuntas dibangun. Di antaranya Vila Kunang-Kunang, Hotel Teras. Ada pula New Tabuhan yang menonjolkan wisata alam dengan sedikit sentuhan modern. Di sana, wisatawan bisa menikmati sunrise dan sunset. ”Tentu penyeberangan menuju ke Pulau Tabuhan akan dipermudah dengan kapal-kapal baru. Pengunjung bisa menikmati wisata alam bawah laut dengan kapal bottom glass,” jelasnya.

Sensasi keindahan sumber daya alam di Banyuwangi bakal bisa dinikmati para wisatawan mancanegara maupun lokal. Mereka dapat mengeksplorasi wisata bahari tanpa harus bersusah payah menyelam, tetapi cukup dengan menumpang kapal bottom glass. Anak-anak sampai lansia yang tidak bisa berenang dan menyelam, bisa menikmati pesona keindahan alam dasar laut. Wisatawan tidak perlu berenang menyelam ke dasar laut, tetapi cukup dengan menonton di balik kaca kapal.

”Dengan kapal bottom glass ini pengunjung dapat mengeksplorasi keindahan terumbu karang dan ikan hias di destinasi wisata bahari. Kami optimistis jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi akan terus meningkat,” pungkas Bram. 

(bw/ddy/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia