Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Sports
icon featured
Sports

Intan Indah Safitri Perkuat Gulat Jatim di PON Papua

19 September 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Intan Indah Safitri Perkuat Gulat Jatim di PON Papua

Share this      

BANYUWANGI turut menyumbangkan atlet gulat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua bulan depan. Salah satu atlet yang bergabung dalam kontingen gulat Jatim adalah Intan Indah Safitri. Kiprahnya di olahraga gulat tak diragukan lagi.  

Senyum atlet gulat asal Banyuwangi, Intan Indah Safitri, bisa mengembang sekarang. Gadis asal Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo itu berhasil mengikuti jejak kakaknya menjadi atlet yang turun di event Pekan Olahraga Nasional (PON).

Karir Intan di Puslatda Jatim hingga akhirnya menjadi bagian dari kontingen PON Jatim berjalan cukup panjang. Sejak tahun 2018, dia bersama atlet gulat Banyuwangi lainnya, yaitu Rohmat Al Wafi, sudah masuk ke pemusatan latihan. Intan tak lagi bisa membela Banyuwangi karena sudah diproyeksikan sebagai atlet milik Jawa Timur.

Baca juga: PASI Pantau 17 Atlet Proyeksi Porprov Jatim

Intan Indah Safitri Perkuat Gulat Jatim di PON Papua

(Grafis: M. Reza Fairuz/RadarBanyuwangi.id)

Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Banyuwangi selepas mengikuti pemusatan latihan, Intan mengaku karirnya banyak terinspirasi dari keluarganya, terutama kakaknya, Andrik Kurniawan dan pamannya, Miskam. Intan terjun di olahraga gulat sejak tujuh tahun lalu. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas 3 SMPN 1 Tegaldlimo.

Intan kecil kerap melihat atlet gulat yang berlatih di dekat rumahnya. Kebetulan, pamannya, Miskam, adalah pelatih cabor gulat Banyuwangi. Berawal dari ikut-ikutan pemanasan, akhirnya Intan mulai ikut berlatih gulat.

Minat Intan terhadap olahraga gulat semakin tinggi saat melihat kakaknya, yang juga atlet Puslatda Jatim, memiliki banyak kesempatan mengunjungi berbagai tempat dan mendapatkan uang saku. Intan pun berlatih keras. Hasilnya, beberapa bulan kemudian Intan ikut turun memperkuat tim Gulat Banyuwangi di ajang Porprov 2015 yang kebetulan digelar di Banyuwangi.

”Awalnya iseng, cari kesibukan. Tapi saya memang suka sesuatu yang berbeda. Lama-lama kok nyaman, terus lihat kakak yang sekarang menjadi pelatih di Smanor enak. Dapat uang saku dan sering jalan-jalan,” kata Intan.

Selepas Porprov, Intan pindah sekolah ke Malang. Kebetulan di sana ada tempat pemusatan latihan bagi atlet-atlet gulat di Jawa Timur. Intan pun bisa mengembangkan kemampuannya. Meski menempuh pendidikan di Malang, atlet yang turun di kelas bebas 57 kilogram itu tetap membela Banyuwangi di event-event tingkat provinsi.

Tiga tahun berselang setelah gelaran Porprov, Intan mendapatkan panggilan untuk mengikuti seleksi Puslatda Jatim. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Intan. Sampai akhirnya, Intan terpilih dan menjadi bagian dari tim Jawa Timur.

Intan sering turun untuk membela Jawa Timur di event gulat berskala nasional. Dia juga mengikuti pemusatan latihan hingga ke India. ”Terakhir saya membela Banyuwangi di kejuaraan yang digelar di Lumajang tahun 2017. Porprov 2019 saya tidak bisa turun,” kata Intan.

Di event Pra-PON tahun 2019 lalu, Intan berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Jawa Timur. Hasil tersebut membuat mahasiswi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Malang itu harus berjuang keras untuk mencapai target emas di PON Papua nanti. Selama berlatih, Intan mengaku terus mengevaluasi kekalahannya di ajang Pra-PON. ”Saya terus evaluasi hasil Pra-PON. Kala itu juaranya atlet dari Kaltim. Saya tetap targetkan bisa membawa pulang emas,” tegasnya.

Jika nanti bisa meraih medali emas, Intan mengaku masih ingin bisa terus berkiprah ke level yang lebih tinggi. Meski gulat bukan olahraga populer apalagi untuk seorang wanita, Intan mengaku sudah jatuh cinta dengan olahraga gulat. ”Saya ingin adik-adik di Banyuwangi tetap bersemangat. Berlatih dengan maksimal, supaya bisa mengikuti jejak kakak-kakaknya di olahraga gulat,” tandas Intan. 

(bw/fre/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia