Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Kuliner
icon featured
Kuliner

Harga Rempah-Rempah Sempat Melambung, Kini Relatif Stabil

30 November 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Harga Rempah-Rempah Sempat Melambung, Kini Relatif Stabil

KAYA JENIS: Bermacam rempahrempah bahan jamu serta biofarmaka tersedia di lapak pedagang di pasar-pasar tradisional di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

DIAKUI atau tidak, minuman tradisional sari rempah kian digemari masyarakat. Imbasnya, bukan hanya sari rempah siap minum, permintaan terhadap rempah-rempah pun relatif meningkat.

Kenaikan harga rempah-rempah diakui salah satu pedagang rempah di Pasar Banyuwangi, yakni Elfida. Dia mengaku, sebelum pandemi, rata-rata dia hanya mampu menjual 50 kg aneka rempah dalam sehari. Namun, permintaan konsumen cenderung naik selama pandemi Covid-19. Bahkan, pada awal 2020 lalu, tepatnya saat santer beredar kabar bahwa rempah-rempah efektif meningkatkan daya tahan tubuh sehingga meminimalkan risiko serangan virus korona, dalam sehari dia mampu menjual seratus kg aneka rempah.

Di saat tren penjualan meningkat, harga beberapa jenis rempah-rempah ikut melambung. Menurut Elfida, kala itu harga jahe merah yang sebelumnya ”hanya” Rp 40 ribu ke kg meningkat menjadi Rp 60 ribu per kg. Pun demikian harga temulawak kering yang biasanya sebesar Rp 30 ribu per kg, naik menjadi Rp 40 ribu per kg. ”Saat itu harga dari pemasok meningkat. Jadi mau tidak mau saya harus menaikkan harga jual,” kata dia.

Baca juga: Serai Bisa Diolah Menjadi Sabun dan Sampo

Namun kini, kata Elfida, harga aneka jenis rempah relatif stabil. Jahe dipasarkan seharga Rp 20 ribu per kg, kapulaga Rp 250 ribu, temulawak basah Rp Rp 10 ribu, dan harga kunyit sebesar Rp 10 ribu. ”Sedangkan harga racikan temulawak sebesar Rp 3 ribu per bungkus,” pungkasnya. 

(bw/sgt/rbs/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia