Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Entertainment
icon featured
Entertainment

KA Mutiara Timur Beroperasi Akhir Pekan

14 Oktober 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KA Mutiara Timur Beroperasi Akhir Pekan

JALAN LAGI: Kereta Api (KA) Mutiara Timur mulai beroperasi sejak Jumat lalu (8/10) dan Minggu kemarin (10/10). (Tohari for RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember kembali mengoperasikan perjalanan Kereta Api (KA) Mutiara Timur relasi Ketapang–Jogjakarta (PP). Hanya saja, KA hanya dioperasikan setiap akhir pekan.

Dioperasikannya kembali KA tersebut, sebagai komitmen KAI meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kereta api, dengan memberikan banyak pilihan KA sesuai dengan jam operasional dan kelas KA yang diinginkan. ”Namun untuk sementara waktu, KA Mutiara Timur akan beroperasi pada hari Jumat dan Minggu saja sampai akhir Oktober ini” ungkap Vice President PT Kereta Api (Persero) Daop 9 Jember Broer Rizal.

Broer mengatakan, pelanggan setia kereta api tidak perlu khawatir. Sebab selain dioperasikannya kembali KA Mutiara Timur, kereta lain seperti KA Ranggajati relasi Jember–Cirebon dan KA Wijaya Kusuma relasi Ketapang–Cilacap, juga mulai dioperasikan setiap hari hingga akhir bulan ini.

Baca juga: Popok Bekas pun Jadi Berkah

Meski sejumlah KA mulai dioperasikan, persyaratan naik KA di masa pandemi masih sama. Di antaranya, pelanggan diharuskan sudah divaksin minimal dosis pertama. Bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.

Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding karena KAI telah terintegrasi melalui aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding. Jika keterangan vaksin tidak muncul di layar komputer, maka petugas boarding akan melakukan pengecekan secara manual, yaitu dengan menunjukkan bukti print-out sertifikat vaksin.

Sementara bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Calon pelanggan juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2 x 24 jam atau rapid test antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

”Namun demikian, meski persyaratan sudah lengkap, apabila saat proses boarding dilakukan dan dicek suhu melebihi 37,3 derajat Celsius atau sedang mengalami sakit flu/batuk, pelanggan tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian 100 persen sesuai harga tiket di luar biaya pemesanan,” tandas Broer.

(bw/ddy/ics/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia